Jakarta, CNN Indonesia — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, menyebut delapan korban meninggal dunia gempa 6,5 skala richter, Rabu kemarin, belum teridentifikasi.

“Sedangkan sebanyak 92 korban meninggal sudah teridentifikasi. Jadi total yang meninggal sebanyak 100 orang,” kata Kepala Hubungan Masyarakat BPBD Pidie Jaya Ridwan sebagaimana dikutip Antara, Sabtu (10/12).

Saat ini, Badan SAR Nasional masih terus mencari korban lainnya menggunakan alat berat. Pencarian ini dilakukan di tiga kecamatan yang tidak dirinci oleh Ridwan.

Sementara itu, jumlah korban luka berat dan ringan akibat gempa tersebut, menurut Ridwan, mencapai 565 orang.

Saat ini mereka telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Bireun, RSUD Sigli, RSUD Pidie Jaya dan RSUD Banda Aceh.

Sementara, 43 ribu korban lainnya kini sudah menempati 45 titik posko pengungsian.

Ridwan mengatakan titik-titik tersebut berada di delapan kecamatan, yakni Pante Raja, Bandar Dua, Bandar Baru, Jangka Buya, Tringgadeng, Meureudu, Bandar Baru dan Alee Glee.

Di Kabupaten Pidie terdapat 40 rumah rusak berat. Kabupaten Pidie Jaya tercatat dalam kondisi terparah. Sebanyak 105 unit ruko roboh, 348 rumah rusak berat, 14 masjid rusak berat, RSUD Pidie Jaya rusak berat, dan satu unit sekolah roboh. Beberapa ruas jalan mengalami keretakan.

Tinggal di Bangunan Rusak

Sementara itu, sejumlah masyarakat korban gempa di kawasan Paru Gede, Kecamatan Mereudu, masih ada yang nekad tidur dalam ruko yang dalam kondisi rusak berat bahkan nyaris runtuk.

Ketua tim relawan Aliansi Masyarakat Aceh Barat Adwina Pakeh, Jumat malam, mengatakan beberapa warga nekad tidur di sana karena tidak tahan dengan udara dingin di luar ruangan.

“Banyak itu kami melihat warga tetap tidur dalam ruko yang sudah jelas dalam kondisi rusak, retak, lebih parah lagi, hampir runtuh,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah korban juga malah memilih mendirikan sendiri posko atau membuat tenda-tenda kecil dari terpal sebagai tempat beristirahat pada siang hari dan tempat tidur saat malam.

Adwina mengatakan tim relawan prihatin atas keadaan ini, karena sebenarnya pemerintah telah menyediakan posko-posko pengungsi. Dia tidak mengetahui mengapa sebagian korban justru memilih cara itu. (aal)

sumber berita universitas djuanda : http://www.cnnindonesia.com/nasional/20161210111513-20-178690/bpbd-pidie-8-korban-gempa-belum-teridentifikasi/

Summary
Review Date
Reviewed Item
BPBD Pidie: 8 Korban Gempa Belum Teridentifikasi
Author Rating
51star1star1star1star1star