Cerita 212: Aksi Damai, Payung Jokowi, dan Penangkapan Tersangka Makar

Jakarta – 2 Desember 2016 menjadi penanda sejuknya aksi damai di Monas yang dihadiri Jokowi di tengah hujan. 2 Desember 2016 juga merupakan saat-saat Ahmad Dhani dan sejumlah tokoh ditangkap atas dugaan makar.

 

Super Damai, itulah yang dijanjikan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) di Aksi Bela Islam III. Sejak pagi, sebagian massa mengawali hari dengan singgah ke Masjid Istiqlal. Mereka berwudu, salat sunnah, hingga mengumpulkan energi.

 

Dari Istiqlal, massa berjalan kaki ke Monas dan mulai menggelar sajadah. Semangat mereka terus menggelora sejak pagi untuk menyerukan tuntutan terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Rintik gerimis mengiringi aksi massa yang datang dari berbagai penjuru dengan jalan kaki, konvoi motor, hingga bersepeda. Relawan membagikan nasi kotak hingga kurma kepada peserta aksi. Dengan tertib, mereka mengisi area lapangan Monas dengan mengosongkan area rumput. Gerimis datang dan pergi, awan mendung menggantung di langit. Di tengah sejuknya cuaca, jumlah massa yang masuk ke dalam Monas terus bertambah. Aksi Bela Islam III dimulai pukul 08.00 WIB dan Indonesia Raya berkumandang di Monas.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian naik panggung bersama Imam Besar FPI Rizieq Shihab. Di hadapan lautan massa, Jenderal Tito bicara soal proses hukum Ahok yang kini sudah berstatus tersangka dan berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.

 

“Kita fasilitasi kegiatan di Monas ini sehingga semua terakomodir dengan baik, kita merasakan bertapa indahnya Islam. Kita merasakan bahagianya suasana hari ini,” ucap Tito.

Saat itu, Monas dikelilingi lautan massa putih. Bahkan, Tito merasakannya bagai momen haji di Padang Arafah.

 

Aksi super damai itu pun dilanjutkan dengan mengaji, zikir, dan tausyiah bersama. Ustaz Isrofiel membacakan Al Maidah 45-56, Ustaz Arifin Ilham memimpin zikir, dan peserta massa terus khusyuk berdoa. Massa yang hadir melebihi kapasitas area lapangan Monas. Mereka pun luber hingga ke jalan sekitarnya. Sajadah dibentangkan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Merdeka Timur, hingga Bundaran Patung Kuda dan Jalan MH Thamrin. Semua putih.

Sumber berita universitas djuanda : https://news.detik.com/berita/d-3361389/cerita-212-aksi-damai-payung-jokowi-dan-penangkapan-tersangka-makar