Jakarta – Pengamat politik internasional dan domestik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ditunjuk Presiden Jokowi menjadi dubes. Ikrar menerima tawaran tersebut.

“Sebagai seorang warga negara yang baik apalagi PNS ya saya terima. Ini tidak ada hubungannya dengan partai loh,” ujar Ikrar dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (26/11/2016).

Menurut Ikrar, dia dipanggil terkait tawaran tersebut oleh Menlu Retno LP Marsudi. Pertemuan itu digelar akhir Oktober 2016 lalu di Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

Ikrar tidak mau menyebutkan di negara mana dia akan di tempatkan menjadi dubes karena dinilai tidak etis dan bertentangan dengan etika internasional. Namun informasi yang detikcom terima, Ikrar ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Dubes di Tunisia.

Pimpinan DPR juga sudah menerima surat dari Presiden Jokowi mengenai penunjukan calon duta besar di sejumlah negara. Komisi I akan melakukan fit and proper test terhadap para calon setelah surat Jokowi dibacakan di paripurna.

Salah satu nama calon dubes adalah Yuddy Chrisnandi, mantan MenPAN/RB. Yuddy yang kini menjadi anggota tim ahli Wapres Jusuf Kalla, ditunjuk menjadi calon Dubes untuk Ukraina.

“Iya calon Dubes Kiev-Ukraina, dalam waktu dekat fit and proper test,” ujar Yuddy ketika dikonfirmasi detikcom.

Informasi soal penunjukan dirinya sebagai calon Dubes di Ukraina diterima Yuddy hari Jumat (25/11) kemarin. “Saya diberi tahu Menlu dicalonkan jadi Dubes Ukraina. Presiden yang memilihkan tempatnya,” terangnya.
(nwy/try)

sumber berita universitas djuanda : https://news.detik.com/berita/3355317/ditunjuk-jadi-dubes-ikrar-nusa-bakti-sebagai-warga-yang-baik-saya-terima

Summary
Review Date
Reviewed Item
Ditunjuk Jadi Dubes, Ikrar Nusa Bakti: Sebagai Warga yang Baik Saya Terima
Author Rating
51star1star1star1star1star