FGD Universitas Djuanda Dalam Upaya Pengadaan Rumah Bagi MBR

FGD Universitas Djuanda Dalam Upaya Pengadaan Rumah Bagi MBR

FGD Universitas Djuanda Dalam Upaya Pengadaan Rumah Bagi MBR

universitas djuanda, unida bogor, fgd, berbagi, beasiswa, djuanda university universitas djuanda, unida bogor, fgd, berbagi, beasiswa, djuanda university, kampus, bertauhid

Senin, 19 September 2016

Negara kita perlu bercermin dari negara tetangga soal kontribusi mereka dalam upaya pengadaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Dengan bertambah pesatnya laju pertumbuhan penduduk, tanah yang ada saat ini semakin lama semakin berkurang mengakibatkan harga tanah melambung tinggi dari tahun ke tahun. Kondisi semacam ini jelas membuat MBR susah untuk membayar cicilan rumah. Hal tersebut menggugah hati para peneliti dari UNIVERSITAS DJUANDA untuk ikut mencari solusinya dengan mengadakan kegiatan FGD (Focus Group Discussion).

Acara FGD ini diadakan pada tanggal 19 September 2016 dan bertempat di ruang sidang senat Universitas Djuanda Bogor. Para pemangku kepentingan baik dari kalangan praktisi maupun akademisi turut diundang dalam acara ini, diantaranya adalah BAPPEDA Kabupaten Bogor, BAPPEDA Kota Bogor, Badan Pengawasan Bangunan dan Pemukiman Kota Bogor, Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman Kabupaten Bogor, Dinas Tata Ruang Kabupaten Bogor, Camat Kota dan Kabupaten Bogor, NGO lainnya, Lembaga Pendidikan, perwakilan masyarakat, dan mahasiswa.

FGD ini merupakan salah satu sarana bertukar pikiran dari Penelitian Setrategis Nasional tahun ketiga yang dilakukan oleh Bapak Martin Roestamy selaku Rektor UNIVERSITAS DJUANDA, bersama dengan Ibu Rita Rahmawati selaku Dekan FISIP UNIVERSITAS DJUANDA. Diskusi berlangsung seru, beberapa masukan dilontarkan oleh peserta secara bergantian.

Permasalahan pengadaan rumah bagi MBR ini menggunakan asas pemisahan tanah dengan bangunan, dan bangunannya dibangun secara vertikal. Asas ini sempat ditolak oleh masyarakat, karena mereka belum akrab dengan asas tersebut, dan belum mengetahui kebermanfaatannya secara nyata. “Kami (peneliti) ingin bekerjasama dengan Pemda, dimulai dari Pemda Bogor dahulu bagaimana memanfaatkan aset daerah untuk pembangunan rusun bagi MBR,” tandas Martin Roestamy.

Dukungan serupa juga diperlihatkan oleh Ajat Rochmat Jatnika, narasumber dari BAPPEDA Kabupaten Bogor, “Kita bangun perumahan dengan transportasi umum, kita dorong masyarakat untuk meninggalkan mobilnya.” Ajat pun berharap masyarakat tidak lagi sembarangan dalam membangun perumahan.

 

 

Summary
Review Date
Reviewed Item
Hal tersebut menggugah hati para peneliti dari UNIVERSITAS DJUANDA untuk ikut mencari solusinya dengan mengadakan kegiatan FGD (Focus Group Discussion).
Author Rating
51star1star1star1star1star