Mahasiswa Baru UNIDA Ikuti Kuliah Perdana

Mahasiswa Baru UNIDA Ikuti Kuliah Perdana

Sekitar 1067 mahasiswa baru tahun akademik 2015/2016 telah melalui proses masa orientasi mahasiswa atau biasa dikenal Ta’aruf, selama empat hari. Akhirnya ribuan mahasiswa baru tersebut pun telah resmi menjadi mahasiswa UNIDA. Hari pertama mereka menjadi mahasiswa diawali dengan kuliah perdana yang dilaksanakan serentak pada hari Sabtu, 19 September di Masjid Amaliah. Pukul 08:00 kuliah perdana diawali pembacaan tilawah Al-Quran oleh salah satu mahasiswa program pendidikan kader dakwah.

“Tema lingkungan kuliah perdana kali ini diangkat sebagai protes kita terhadap pemerintah, karena lingkungan yang mulai darurat, seperti asap dari kebakaran hutan yang berakibat 7 provinsi menjadi korban asap” ucap Rektor UNIDA Martin Roestamy pada sambutannya. Beliau prihatin atas musibah asap kebakaran yang terjadi di Riau yang disebabkan pembakaran dengan sengaja oleh perusahaan-perusahaan asing, dan kecewa karena pemerintah terkesan santai dalam menangggapi hal ini.

 

Materi kuliah perdana disampaikan oleh  Dr. Hj. Rita Rahmawati, Dra., M.Si  dengan tema Manusia dan Lingkungan “Menakar Kebutuhan Manusia, Pembangunan dan Kelestarian Lingkungan” beliau menyampaikan bahwa Smsepanjang sejarah kehidupan manusia, selalu dihadapkan pada ambisi manusia untuk mencapai kehidupan lebih baik. Ukuran menjadi lebih baik secara global senantiasa didasarkan pada indikator materi. Setelah ditemukan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia mulai memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut untuk kepentingan manusia mencapai kehidupan yang lebih baik. Manusia mulai melakukan apa yang dimaknai sebagai pembangunan. Ukuran kehidupan yang lebih baik di era globalisasi dan kapitalisme saat ini telah bergeser menjadi bersifat materi dan mengacu pada apa yang telah dicapai oleh negara-negara maju, yaitu kesejahteraan manusia. Untuk mencapai kesejahteraan tersebut, salah satu tindakannya adalah memanfaatkan sumber daya alam, yang tentunya apabila tidak diimbangi dengan tindakan pemulihan, sumber daya alam akan habis dan lingkungan menjadi rusak.

 

Pemanfaatan lingkungan untuk pembangunan harus dapat menjamin keberlanjutan dengan kata lain pembangunan berkelanjutan. Islam mengajarkan hidup selaras dengan alam. Konsepsi Islam tentang pentingnya lingkungan dan kewajiban manusia memelihara lingkungan, hidup selaras dengan lingkungan dapat diketahui dari tiga dasar hukum dalam Islam yaitu Alquran, Hadist dan Fiqih. Keberpihakan Islam terhadap kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan sangat seimbang. Bagaimana lingkungan dapat mendukung kehidupan manusia dan bagaimana peran manusia dapat memelihara kelestarian lingkungan. Dalam konsep umum dikenal adanya konsep pembangunan berkelanjutan. Pembangunan yang ditujukan pada kesejahteraan manusia dan kelestarian lingkungan. Pembangunan yang mampu mewujudkan keberlanjutan. Jadi orientasi pertama yang harus dilakukan oleh manusia selaku khalifah di muka bumi adalah dengan memenuhi kebutuhan manusia secara arif, memanfaatkan keberadaan sumber daya dengan tetap menjaga kelestariannya. Namun di sisi lain perlu ada organisasi lingkungan yang berfungsi sebagai konrtrol atas kebijakan pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta agar senantiasa ada kendali untuk tetap memperhatikan lingkungan.

 

Pelaksanaan kuliah perdana sebagai penutup dari rangkaian masa orientasi ditanggapi antusias para mahasiswa. “Selama mengikuti Ta’aruf saya merasa senang, walaupun lumayan lelah, tapi banyak kegiatan yang bermanfaat dan saya juga mendapatkan teman baru. Lalu tema lingkungan yang disampaikan pada kuliah perdana juga sangat bagus” tutur Intannia Maiza sari, mahasiswa yang mengambil Fakultas Ekonomi. Wakil Rektor bidang kemahasiswaan, Himmatul Miftah, berharap dengan adanya kuliah perdana yang bertema lingkungan dan diselenggarakan di mesjid, menjadi awal yang baik bagi mahasiswa dalam menapaki masa mencari ilmu di Universitas Djuanda. “temanya kan lingkungan, sehingga diharapkan mahasiswa kelak menjadi sarjana yang berkiprah di masyarakat tanpa mengesampingkan lingkungan, bahkan menjunjung tinggi kelestarian alam sesuai dengan fitrahnya sebagai manusia ciptaan Allah SWT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *