Mar’atus Sholihah Unida Serukan Wanita Peduli Politik

Jelang pemilu tanggal 9 April 2014, Universitas Djuanda menyelenggarakan debat politik Mar’atus Sholihah dengan isu “Politik di Mata Muslimah.”  Acara yang dilaksanakan tanggal 5 April 2014 ini diikuti oleh mahasiswi Pendidikan Kader Dakwah yang disebut Mar’atus Sholihah.

Wanita di Indonesia terkadang masih dipandang sebelah mata di dunia politik, baik peran serta aktif di dunia politik maupun partisipasi saat pemilihan umum, padahal secara kuantitatif wanita adalah bagian terbesar dari jumlah calon pemilih potensial yang ada di Indonesia. “Debat ini mengajak wanita untuk melek politik” ujar Syaima, mahasiswi Agribisnis peserta beasiswa Bidik Misi, “dengan adanya acara ini, saya jadi belajar untuk melihat berbagai permasalahan yang ada di dunia politik dari berbagai perspektif” tambahnya.

 

Lomba debat yang merupakan bagian dari rangkaian acara Milad Universitas Djuanda ini juga adalah kelanjutan lomba debat politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang sebelumnya dilaksanakan antar siswa/i SMA se-Bogor dan dimenangkan oleh SMAN 1 Bogor. Ketua panitia, Roisyatin, menyatakan bahwa lomba debat ini menunjukkan bahwa wanita juga mampu berpikir tajam dan logis seputar dunia politik. Diantara isu yang paling megundang perhatian adalah isu mengenai Golput dan mengenai pemimpin wanita. “Golput  yang marak diperbincangkan ini memang tengah menjadi fenomena akibat adanya ketidakpercayaan masyarakat atas kinerja wakil rakyat yang seakan identik dengan korupsi dan ketidakmampuan dalam memimpin atau bekerja, padahal tidak semua wakil rakyat memiliki kinerja buruk, bahkan sebaliknya, banyak yang berprestasi namun kurang mendapat perhatian dari masyarakat maupun media massa” ungkap Sumi, salah seorang peserta.” Lagipula, jika golput menjadi pilihan masyarakat Indonesia, akan terjadi banyak hal yang tidak diinginkan, misalnya kondisi chaos karena tidak ada pemimpin, penyalahgunaan kertas suara, ketidakmampuan mengambil keputusan, dan  ketidakpedulian akan nasib bangsa ke depan. Toh golput tidak akan menjadi solusi dalam menyelesaikan masalah korupsi atau ketidakmampuan kinerja pemerintah”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *