Pelepasan Kuliah Kerja Nyata 2014

Di pertengahan Agustus 2014, mahasiswa Universitas Djuanda melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Kecamatan Ciawi dan megamendung, Bogor.  Saat pelepasan sekaligs pembekalan KKN, Rektor Universitas Djuanda, Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH, menyatakan dukungan penuh pada kegiatan yang juga merupakan kerjasama dengan Pemerintah Propinsi Jawa Barat. “KKN merupakan salah satu bentuk tanggungjawab Sosial Universitas kepada masyarakat, baik yang berada di lingkungan universitas maupun masyarakat” Ujarnya. Beberapa USR UNIDA adalah Pemberantasan Buta Aksara di Kabupaten Bogor 2007-2012, Peningkatan kualitas produk melalui UKM Kerajinan Bambu di Kecamatan Ciawi, Penanggulangan HIV dan  AIDS pada anak  jalanan di Kota dan Kabupaten Bogor, Pengembangan Agribisnis peternakan Budidaya Kambing, Budidaya Ternak Kelinci dan Pembinaan Kelompok Tani Usaha Pembenihan Ikan Pati.

 

Martin menyampaikan bahwa dalam KKN, mahasiswa belajar untuk mengaplikasikan ilmu yang dimiliki di masyarakat, sehingga ilmu yang diperoleh berguna di masyarakat. Namun untuk membangun di masyarakat, mahasiswa harus mampu menempatkan diri di masyarakat, sehingga dapat menjadi rekan dalam menyelesaikan masalah dan mencapai tujuan.

 

Kepala Biro Yansos Setda Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Dady Iskandar MM mengharapkan KKN menjadi laboratorium bermasyarakat. “KKN juga tidak hanya memberikan suatu yang dapat dimengerti, tetapi juga harus dapat dirasakan oleh masyarakat” ujarnya. Dampak KKN Tematik Jabar kemiskinan berkurang, buta huruf menurun/berkurang, rata-rata lama sekolah meningkat, kesetaraan gender membaik dan kematian anak menurun.

 

Adiastuti, SE.,MM sebagai perwakilan dari Kabupaten Bogor menjelaskan masalah yang terjadi  di Kabupaten Bogor diantaranya masih rendahnya kualitas sumberdaya manusia, kondisi ekonomi masyarakat, kuantitas dan kualitas infrastruktur serta pengelolaan lingkungan hidup, tatakelola pemerintah yang baik dan  bersih, serta kurangnya kesolehan sosial masyarakat dan pembangunan sosial keagamaan. Melalui tema Keaksaraan Fungsional,  KKN Adiastuti berharap dapat mengentaskan buta aksara yang masih tinggi.  Adiastuti juga menambahkan bahwa dalam penuntasan buta aksara ini harus terjalin kerjasama dan koordinasi yang baik antara Dinas Pendidikan, BPS, Kecamatan, Desa/Kelurahan Perguruan Tinggi dan Masyarakat sehingga Kabupaten Bogor dapat mencapai misinya yaitu menjadi Kabupaten termaju di Indonesia.

 

Sembilan desa yang menjadi lokasi KKN tematik tahun ini merupakan desa dengan potensi berkembang yang tinggi namun tingkat pendidikan yang relatif rendah karena kemudahan dalam memperoleh sumber pendapatan, terutama di saat liburan. “Anak-anak saja dapat memperoleh uang Rp 75.000 – Rp 150.000 sehari hanya dengan membantu memarkir kendaraan. Kondisi ini memanjakan masyarakat sehingga banyak yang berpikir tidak perlu sekolah tinggi-tinggi untuk memperoleh pendapatan” Jelas Himmatul Miftah, Ketua KKN 2014. Semoga KKN membantu masyarakat dan juga mahasiswa untuk mengelola potensi diri dan mengembangkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *