Rektor Baru Kampus Bertauhid

Rektor Baru Kampus Bertauhid

Rektor Baru Kampus Bertauhid

Seluruh civitas Insan Unida menyambut baik pergantian Rektor Universitas Djuanda pada (10/3/2017), Dr.Ir.Dede Kardaya M.Si resmi di lantik oleh Ketua Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliah Indonesia (YPSPIAI).

Di hadapan Pembina, Pengawa, Dosen, Karyawan serta tamu Undangan, Dr.H.Martin Roestamy resmi melepas jabatan rektor yang sudah dijabatnya selama 3 periode.  Acara yang berlangsung dengan khidmat di Aula gedung C Unida tersebut, berlangsung sejak pukul 08:00 WIB, dengan mengundang sebanyak 110 Undangan dari perwakilan instansi Pemerintah maupun Swasta.

Momentum pelantikan Rektor Universitas Djuanda ini bertepatan dengan Masuknya Milad Universitas yang ke-30, yang sudah menghasilkan lulusan-lulusan sukses di dunia kerja dan banyak melalui perjalanan. Dimana status Unida saat ini sudah menjadi cluster utama, dan pada rangking ke 49 dalam bidang research, dari 3.600 Universitas seluruh Indonesia.  Sebagaimana Visi Universitas Djuanda yakni Menjadi universitas riset yang menyatu dalam tauhid dan diakui dunia.

Martin Roestamy dalam sambutannya menyatakan “Universitas Djuanda telah bertekad dan berbuat banyak sesuai kapasitas di dunia pendidikan untuk mewujudkan Visi Universitas. Hal ini Untuk menjawab harapan masyarakat akan peran perguruan tinggi yang semula sebagai agent of education menjadi agent of research and development, agent of knowledge and technology transfer, dan saat memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), masyarakat dunia berharap perguruan tinggi dapat berperan sebagai agent of economic development.”.

Jalan untuk mencapai Visi Unida yang berkaitan dengan Konsistensi Ketauhidan yaitu Kegiatan Majlis tasbih,dilaksanakan rutin setiap hari Jumat, Majlis Dhuha yang diisi dengan kajian ketauhidan dan shalat dhuha bersama yang rutin dilakukan satu bulan sekali. Juga ada kegiatan khatmil Quran yang rutin dilakukan setiap hari kamis sore. Juga ada kajian rutin bagi mahasiswa dan warga kampus bertauhid setiap senin-kamis yang dilakukan ba’da dzuhur. Juga ada pembinaan tahfiz dan tahsin Al Quran. Selain membaca mahasiswa perlu meningkatkan pemahaman Al Quran dan menghafalkan ayat-ayatnya. Kegiatan tahfiz dan tahsin untuk mahasiswa pum digelar setiap hari Senin-Jumat ba’da shalat Subuh dan Magrib.

“Banyak hasil penelitian kita yang sebagian siap dipatenkan dan dihilirkan langsung ke dunia industri, dihilirkan untuk dapat memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat melalui program-program kegiatan pengabdian kepada masyarakat.” Ungkap Martin Roestamy..

Atas dasar hilirisasi hasil riset ini pula Universitas Djuanda mencanangkan tahun 2017 sebagai Tahun Teknologi Informasi (IT) dan Publikasi.

Diungkapnya Kerja Keras seluruh civitas akademika Unida yang sudah dijalankan berupa Sistem tatakelola yang dijalankan dengan mengimplementasikan prinsip Good University Governance (Fairness, Accountability, Responsibility, dan Transparancy) yang berkarakter Shidiq, Amanah, Fathonah, dan Tabligh sehingga secara bertahap dan konsisten membentuk budaya organisasi berakhlak karimah dan menjunjung tinggi nilai-nilai Bersih, Transparan dan Profesional. Dalam mengemban tanggungjawab sosial (University Social Responsibility, USR), yang sudah Unida laksanakan dalam berbagai kegiatan.

Praktik manajemen ini berbuah pada peningkatan kepercayaan masyarakat kepada UNIDA, yang indikatornya yaitu Semakin banyak institusi, dunia usaha dan industri dalam dan luar negeri yang sudah bekerja sama dengan UNIDA. Hal ini tentu semakin banyak pula Beasiswa yang diberikan bagi mahasiswa. Setiap tahun, UNIDA memenangi Hibah kompetitif dari Dikti dan KKN Tematik dari Pemprov Jabar juga Semakin banyak jumlah dosen yang memenangi hibah penelitian dan hibah pengabdian kepada masyarakat.

Kedepan Martin Roestamy berharap Rektor baru Universitas Djuanda dapat mengemban amanah sesuai dengan visi serta cita-cita Kampus bertauhid.***(Team)