Unida Optimis Swasembada Pangan Indonesia Terwujud

Unida Optimis Swasembada Pangan Indonesia Terwujud

Bogor – Pemerintah Indonesia tengah mencanangkan swasembada pangan, khususnya daging sapi dan kerbau di tahun 2014 ini. Namun, realita menunjukkan import daging ternak Negara Indonesia mencapai angka 30% dari keseluruhan permintaan domestik. Data BPS tahun 2012 memperlihatkan jumlah populasi warga Indonesia yang terkonsentrasi di area perkotaan kian bertambah. Pertumbuhan penduduk ini juga berbanding lurus dengan pendapatan per kapita, yang akan berdampak pada kebutuhan dan konsumsi masyarakat kalangan urban. Salah satu dampaknya yakni peningkatan permintaan masyarakat terhadap konsumsi pangan hasil peternakan, yang mempunyai peran strategis terkait penyediaan sumber protein hewani. Kebutuhan pokok yang bersifat terus menerus ini turut serta dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan cerdas.

“Kondisi dan situasi yang berbanding terbalik ini mengharuskan Indonesia berdaulat dalam produksi pangan, khususnya hasil peternakan”, Yanyan Setiawan, SPt., MSi. menegaskan hal tersebut dalam kesempatannya sebagai pembicara Seminar Peternakan yang dilangsungkan Universitas Djuanda. Narasumber Balai Embrio Ternak ini member pencerahan kepada para mahasiswa UNIDA untuk terlibat memanfaatkan unsur-unsur rekayasa genetika. Ia menyatakan, pendekatan bioteknologi akan sangat berperan dalam proses reproduksi hewan ternak. Pembinaan system genetika juga akan berdampak efektif dalam menghasilkan sapi-sapi berkualitas unggul, sehingga kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap hasil peternakan dapat terpenuhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *