Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor  selenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Alumni dalam Penyusunan Kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) yang dilaksanakan secara daring via Zoom Meeting (3/11).  Kegiatan ini merupakan Bantuan Program Studi Menerapkan Kerjasama Kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka. FGD ini diisi oleh Dekan FISIP UNIDA Bogor, Denny Hernawan, Drs., MA, Wakil Dekan I FISIP UNIDA Bogor, Irma Purnamasari, S.Sos., M.Si, dan Wakil Dekan III FISIP UNIDA Bogor, G. Goris Seran, Drs., M.Si. dan diikuti oleh alumni dari FISIP UNIDA Bogor.

Dekan FISIP UNIDA Bogor, Denny Hernawan, Drs., MA. dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini memiliki focus dalam bentuk diskusi penyusunan kurikum sekaligus kegiatan treasure study dimana pihak fakultas menelusuri para alumni dan sebarannya terdapat di mana saja. Kegiatan ini diselenggarakan karena FISIP UNIDA Bogor khususnya program studi Administrasi Publik mendapatkan hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang berkewajiban menyusun kurikulum berbasis kampus merdeka.

“Untuk mendapatkan postur atau isi dari MBKM ini kita mengadakan FGD ini dengan berbagai pihak salah satunya dengan para alumni karena pendapat para alumni dibutuhkan sebab nantinya kurikulum tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan pihak yang berkepentingan atau stake holder. Jika misalkan ada mata kuliah yang sudah tidak relavan lagi maka dapat digantikan dengan mata kuliah yang lebih relavan untuk saat ini. Diharapkan masukan-masukan dari alumni bisa menjadikan kami mengumpulkan data untuk penyusunan MBKM ini dan selain penyusunan MBKM ini juga kegiatan ini dapat kita jadikan untuk sarana silaturahmi dan sharing antara fakultas dan alumni,” ungkap Denny Hernawan, Drs., MA.

MBKM ini menjadikan mahasiswa belajar di luar kampus selama 3 semester untuk mahasiswa Admininstrasi Publik khususnya magang ditempat instansi pemenrintahan atau kementerian. Seperti yang disampaikan oleh Wakil Dekan I FISIP UNIDA Bogor, Irma Purnamasari, S.Sos., M.Si.

“Terima kasih kepada para alumni yang telah ikut serta dalam acara FGD ini dalam rangka menyusun kurikulum MBKM ini. Untuk kurikulum MBKM ini ada poin-poin yang diganti seperti dalam kuliah mahasiswa diperbolehkan untuk belajar di luar prodi selama 3 semester yang dimana satu atau sampai dua semester itu merupakan kegiatan magang ditempat instansi pemerintahan atau kementerian yang ditempatkan disemester 4 dengan jumlah 18 SKS untuk mata kuliah magang,” tutur Irma Purnamasari, S.Sos., M.Si.

Sandra selaku alumni yang bekerja di Pemerintah Kota Sukabumi menyatakan bahwa program dan lingkungan terbaik untuk memupuk mental para mahasiswa yaitu dengan proses pembelajara magang.

“Mahasiswa akan merasakan dunia kerja sebenarnya tentu dengan magang. Dan saya menyarankan mata kuliah yang menyangkut perencanaan dan akuntansi pemerintahan itu diperbanyak porsinya karena itu sangat dibutuhkan di instansi pemerintahan,” pungkas Sandra.