Dalam rangka menyambut hari Tani Nasional pada 24 September mendatang, Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGROTEK) Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Djuanda (UNIDA) selenggarakan Seminar Hari Tani Nasional pada Kamis (22/09/2022) di Aula Gedung B UNIDA. Mengusung tema Peran Petani Milenial dalam Membangun Ketahanan Pangan Nasional seminar ini menghadirkan narasumber Muhammad Casroni, S.ST Koordinator A BPP Wilayah VII Ciawi, Kusmiadi Petani Milenial Hortikultura, dan Dasinto Petani Milenial Pelaku Usaha Kopi, peserta seminar dihadiri oleh berbagai mahasiswa antar fakultas serta dari STIE  Pasim Sukabumi.

Dekan FAPERTA UNIDA Dr. Yudi Wahyudin, S.Pi.,M.Si dalam sambutannya mengatakan sesuai dengan QS. Al Kahfi ayat 32 yang dibacakan tadi, diceritakan tentang bagaimana Allah SWT menyediakan lahan untuk berkebun anggur dan kurma serta menempatkan sungai yang mengalir diantara kedua kebun tersebut untuk dapat dimanfaatkan manusia.  Maka, bagi kita dalam rangka membangun ketahanan pangan harus menyediakan keberlanjutan dan ketersediaan sumberdaya lahan dan air.  Selain juga diperlukan pengetahuan dan pengembangan teknologi agar mampu menghadirkan produksi yang optimal dan berkelanjutan.

“Hari ini kita hadir di ruangan ini untuk memenuhi tugas kita sebagai hamba yang menjalankan kewajiban ibadah menuntut ilmu.  Terimakasih disampaikan kepada para pemateri hebat yang akan sharing pengetahuan dan keterampilannya dalam rangka membangun pemuda milenial untuk dapat berperan dalam menjaga ketahanan pangan, dan yang lebih penting lagi adalah menjaga jiwa dan karakter kuat sebagai petani pejuang yang berakhlakul karimah sebagai ultimate goal dari 21 nilai karakter tauhid yang diajarkan dan diimplementasikan oleh Universitas Djuanda sebagai Kampus Bertauhid,” jelas Dekan FAPERTA.

Selain itu Dekan Faperta UNIDA berharap berharap bahwa proses pembelajaran yang dilakukan dapat mensinergikan dan mengharmonisasi sharing pengetahuan, pengembangan kompetensi dan pembinaan karakter sehingga mahasiswa FAPERTA UNIDA dapat bertumbuh dan berperan menjadi petani milenial yang punya dedikasi dan integritas yang nasionalis dan berakhlakul karimah.

“Semoga 21 Nilai Karakter Tauhid Universitas Djuanda dan nilai UNGGUL (Universality, Novelty, Good-practise, Ghirah, Uswah, Legacy) yang menjadi nilai korporasi dalam tata kelola Fakultas Pertanian Unida dapat dikristalisasi oleh hati, dapat digagas dalam pikiran serta dapat dituangkan,  dinarasikan, dan diaktualisasi dalam tutur, sikap dan perilaku. Saya berharap bahwa mahasiswa AGT khususnya dan FAPERTA serta UNIDA pada umumnya dapat terus melaksanakan berbagai aktivitas yang bermanfaat bagi semua. Selamat berseminar dan semoga Allah SWT memberkahi, merahmati, memudahkan dan melancarkan kegiatan ini,” pungkasnya.

Pada sesi materi Muhammad Casroni, S.ST menyampaikan materi tentang Membentuk rasa Tanggung jawab dalam membangun Ketahan Pangan Nasional. Ia menyatakan ketahanan pangan yaitu terpenuhinya bagi negara sampai dengan perseorangan. Maka tingkat ketahanan pangan suatu wilayah beserta faktor pendukungnya  diukur melalui indeks ketahanan pangan (IKP).

"Kita tidak bisa makan makanan yang tidak hanya enak, tetapi harus ada kandungan gizinya, hal ini berkaitan dengan status pangan dan gizi rumah tangga dan nasional, dengan ketahanan pangan yang baik harapannya kita bisa mendapatkan sumber daya manusia yang sehat, aktif dan produktif. Indonesia sebagai negara agraria hingga saat ini masih mengimpor sejumlah komoditas pangan guna memenuhi kebutuhan domestikserta mendukung kebijakan stabilisasi harga dalam negeri,” paparnya.

Selain itu pada kesempatan yang sama Kusmiadi petani Milenial Hortikultura memaparkan materi tentang Definisi Pertanian didalam Pandangan Petani Milenial dan Dasinto Petani Milenial Pelaku Kopi memberikan materi tentang Manfaat Sektor Pertanian. Ketua pelaksana Galih Satria Gumilang pada sesi wawancara menjelaskan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut hari tani bekerjasama dengan Forum Komunikasi dan Kerjasama Himpunan Mahasiswa Agronomi Indonesia (FKKHIMAGRI).

“Tema ini diusung berangkat dari kebingungan kita terhadap peran kita pada ketahanan pangan, maka dari itu kita mendatangkan pemateri dari BPP Ciawi dan Petani milenial kopi, ini untuk memantik teman-teman bagaimana peran mahasiswa selaku petani milenial terhadap ketahanan pangan tersebut. “Harapannya dengan adanya kegiatan ini bisa menjadi semangat, selaku mahasiswa terhadap ketahanan pangan, seorang petani milenial 5.0 dibuktikan dengan pemahaman tentang petani milenial dan dapat mengekspresikannya dengan baik,” pungkas ketua pelakasana.