Sebagai bagian dari implementasi pancadarma yakni Pengabdian kepada Masyarakat, Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi Islam Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor melaksanakan kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Masjid Bagi Pengurus dan Jamaah Masjid dengan mengangkat tema bertajuk “Peningkatan Kapasitas Pengurus dan Jamaah DKM Masjid Assakinah dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat” di Masjid Assakinah Caringin, Bogor, Rabu (20/10/2021).

Wildan Munawar, SEI., MA selaku Ketua Pengabdian kepada Masyarakat FEI UNIDA Bogor mengemukakan, Masjid Assakinah yang bertempat di Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin saat ini tengah mengelola dana Zakat, Infak, dan Shadaqah (ZIS). Proses pengumpulan ZIS ini dilakukan seminggu sekali dengan masing-masing kepala keluarga diberi celengan untuk pengumpulan infak shadaqah melalui program 1 hari seribu rupiah.

Dana ZIS yang dikumpulkan tersebut kemudian didistribusikan kepada masyarakat dalam beberapa program seperti program sosial dan kesehatan berupa bantuan biaya rumah sakit, biaya kematian, biaya peralatan pengurusan jenazah, dan biaya untuk Kesehatan lainnya. Selain itu, didistribusikan pula untuk program keagamaan seperti membayar guru ngaji, kegiatan PHBI, hari raya, dan kegiatan lainnya. Namun, program-program tersebut lebih bersifat konsumtif yang sekali digunakan langsung habis sehingga tidak ada pengembangan dan perputaran dari dana ZIS yang sudah ada.

Hal ini dikarenakan pengetahuan dan pemahaman para pengurus masjid dalam mengelola dana ZIS juga masih minim, khususnya dalam mengembangkan programnya ke bidang ekonomi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam upaya memberikan pengetahuan dan pemahaman dalam mengembangkan dan mengelola dana ZIS dalam program ekonomi seperti bantuan permodalan usaha, bantuan pembelian peralatan usaha, bantuan dana bergulir bagi masyarakat yang memiliki usaha dengan sistem pinjaman tanpa bunga dan persyaratan yang rumit,” tutur Dosen Program Studi Ekonomi Syariah tersebut.

Lebih jauh dalam kesempatan tersebut, Wildan Munawar, SEI., MA mengatakan para pengurus dan jamaah juga dikenalkan tentang Lembaga keuangan Syariah yang bersifat mikro berupa BMT (Baitul Mal Wa Tamwil) sebagai alternatif lain dalam mengembangkan dan memberdayakan ekonomi masyarakat.

“Peran dan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah dan pusat Pendidikan. Akan tetapi dapat pula difungsikan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW di masa lalu. Masjid dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan dana ZIS dengan fokus pendistribusian dalam bidang ekonomi seperti bantuan modal usaha, bantuan peralatan usaha, dan bantuan dana bergulir dengan konsep pinjaman tanpa bunga dan persyaratan yang berbelit. Akan tetapi, bantuan yang diberikan tersebut harus didukung dengan pendampingan usaha,” lanjutnya.

Wildan Munawar, SEI., MA berharap, dengan diselenggarakannya kegiatan pelatihan pemberdayaan ekonomi berbasis masjid bagi pengurus dan jamaah masjid ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya bagi jamaah Masjid Assakinah Caringin sehingga dapat mengelola dana ZIS dengan sebaik mungkin sesuai kebaikan dan tujuan kesejahteraan ummat bersama.

“Output dari kegiatan ini diharapkan para pengurus dan jamaah masjid dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam memberdayakan ekonomi masyarakat khususnya melalui pengelolaan dana ZIS dengan program pendistribusian tidak hanya yang bersifat konsumtif, akan tetapi dapat dikembangkan dengan berbagai program yang bersifat produktif,” tukasnya.