Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Bogor selenggarakan webinar yang bertajuk “Penguatan Peran Perempuan dan Anak dalam Penanggulangan Covid-19” (6/7). Webinar ini  diisi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yane Ardian Rachman, SE., M.Si. dan Direktur Sekolah Pascasarjana UNIDA Bogor, Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si. serta dihadiri oleh Dekan FISIP UNIDA Bogor, Denny Hernawan, Drs., MA. dan Kepala Dinas PMPPA Kota Bogor, Iceu Pujiati, SH., MH.

Webinar ini dilatar belakangi oleh situasi pandemi Covid-19 dan diharapkan dapat memberikan wawasan tentang pertahanan Covid-19 khususnya pada peran perempuan dan anak. Seperti yang disampaikan oleh Denny Hernawan, Drs., MA. dalam pengantarnya.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut berperan dalam pelaksanaan webinar ini. Webinar ini dilatar belakangi oleh pandemic Covid-19 yang saat ini sedang berlangsung baik di Indonesia maupun di seluruh dunia secara global. Dimana dampaknya menyeluruh dari dampak psikologi, sosial, maupun ekonomi. Oleh karena itu semua elemen bangsa khususnya elemen keluarga hendaknya memiliki ilmu dalam pertahanan dalam pandemi Covid-19 ini, dimana keluarga menjadi ujung tombak pertahanan,” ungkap Denny Hernawan, Drs., M.Si.

Dalan rangka penanganan Covid-19 untuk perempuan dan anak, DPMPPA Kota Bogor selalu melaksanakan sosialisasi penanganan Covid-19 secara rutin karena keluarga adalah hal utama dalam penanggulangan Covid-19. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Dinas PMPPA Kota Bogor, Iceu Pujiati, SH., MH. dalam sambutannya.

“Covid-19 ini masih berlangsung sehingga memberikan dampak pada seluruh aspek kehidupan. Terutama dampak kepada kelompok rentan yaitu perempuan dan anak. DPMPPA memiliki fungsi sebagai pelindung perempuan dan anak terutama di masa pandemi Covid-19 ini. Sejalan dengan data pada pandemi ini, tindakan kekerasan anak dan perempuan mengalami peningkatan walau tidak signifikan. Masih dalam penelitian apakah kasus-kasus kekerasan ini berkaitan dengan dampak pandemi covid-19. Dalam rangka mendukung penanggulangan covid 19, DPMPPA selalu melaksanakan sosialisasi rutin pencegahan Covid-19, pendataan perempuan yang terkena dampak Pemutusan Hubungan Kerja, dan selalu evaluasi kegiatan penanggulangan Covid-19 ini. Karena yang utama itu adalah keluarga dalam rangka penanggulangan covid-19 ini,” tutur Iceu Pujiati, SH., MH.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yane Ardian Rachman, SE., M.Si. dalam penyampaian materinya menyampaikan bahwa hak perempuan diantaranya yaitu hak dalam ketenagakerjaan, hak dalam bidang pendidikan, hak dalam bidang kesehatan terutama di masa pandemi Covid-19 ini, hak dalam perkawinan dan keluarga dan hak dalam kehidupan publik dan politik.

“Hak perempuan di dalamnya ada hak dalam bidang kesehatan yang dimana sangat diperlukan di dalam masa Covid-19 ini. Adapun peran perempuan dan anak di masa pendemi ini khususnya yang diataranya pencegahan kekerasan, menggali potensi diri, beribadah dan terutama sosialisasi protokol kesehatan yang saat ini sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Yane Ardian Rachman, SE., M.Si.

Direktur Pascasarjana UNIDA Bogor, Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si. dalam penyampaian materinya menyatakan pandemi Covid-19 ini melipatgandakan kerentanan dan ketidakadilan yang sudah ada.

“Pandemi Covid-19 ini meningkatkan resiko kekerasan bagi perempuan. Pada masa-masa krisis seperti outbreak, anak-anak dan perempuan berada dalam resiko yang lebih besar mendapatkan kekerasan akibat ketegangan yang meningkat di dalam rumah tangga, tentu untuk menanggulangi hal tersebut dibutuhkan penguatan peran perempuan dan anak dalam penanggulangan Covid-19 yang saat ini sedang terjadi di dunia termasuk di Indonesia,” pungkas Dr. Hj. Rita Rahmawati, M.Si.