Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor selenggarakan Bakti Sosial dan Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan di Yatim Mandiri Bogor pada Jumat, 29 April 2022. Kegiatan Bakti Sosial dan Santunan ini digelar terkait program kerja Menwa dalam mengamalkan Panca Dharma Satya Resimen Mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sense of social dan mengimplementasikan semboyan Menwa “Widya Castrena Dharma Siddha” yang berarti “Penyempurnaan, Pengabdian dengan ilmu Pengetahuan dan Ilmu KePrajuritan.” Kegiatan bakti sosial dan santunan anak yatim tersebut dilaksanakan untuk memberikan bantuan dan memberi motivasi terhadap anak-anak yatim khususnya daerah Bogor.

Komandan Menwa UNIDA Bogor, Ripal Gustamam dalam paparan sambutannya menyatakan bahwa rekan-rekan di organisasi Menwa UNIDA Bogor diharapkan untuk terus bersemangat dalam mengabdi kepada NKRI dan selalu memberikan motivasi terhadap anak-anak yatim serta terus bergerak dalam kegiatan kemanusiaan.

“Harapan dari kegiatan ini yaitu menjadi salah satu wujud dari implementasi semboyan Menwa dan Panca Dharma Satya serta bentuk pengabdian terhadap Negara dan masyarakat untuk memberikan kebahagiaan dan senyuman terkhusus kepada anak-anak yatim yang bertempat di Yatim Mandiri Bogor. Harapan Menwa UNIDA Bogor semoga program ini bisa memotivasi masyarakat dan pemuda yang lainnya untuk bersama-sama memperhatikan kehidupan yatim di lingkungan Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor. Menwa UNIDA Bogor diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam hal bakti sosial dan yang terpenting tetap memegang teguh Panca Dharma Satya serta mengabdi kepada negara dan Bangsa,” tutur Ripal Gustamam.

Selanjutnya Ketua Pengurus Yatim Mandiri Bogor, Wawan berharap kepada anak-anak yatim yang  berada di Yatim Mandiri Bogor ini terus selalu memiliki motivasi untuk selalu maju. Untuk mahasiswa khususnya kepada Menwa UNIDA Bogor diharapkan dapat terus berbagi dan terus menebar kebaikan serta membina anak-anak yatim khususnya di Bogor.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Bakti Sosial dan Santunan Anak Yatim Menwa UNIDA Bogor, Deva Tauhida Febriani dalam tausiyahnya menyampaikan mengenai sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan merupakan hari yang istimewa karena salah satunya di dalamnya terdapat peristiwa malam Lailatul Qadar. Bahkan malam Lailatul Qadar juga disebut sebagai malam seribu bulan atau malam kemuliaan.

“Lailatul Qadar disebut malam seribu bulan tak lain karena keistimewaan yang dikerjakan di malam itu, maka nilainya lebih baik dari mengerjakan kebaikan selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun sampai 84 tahun. Oleh karena itu kita sebagai umat Islam hendaknya selalu melaksanakan kebaikan terutama di 10 hari terakhir Ramadan ini,” ungkap Deva Tauhida Febriani.