Universitas Djuanda Bogor (UNIDA) selenggarakan Seminar Nasional (SEMNAS UNIDA 2019) Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat 2019 dengan tema “Peranan Perguruan Tinggi dalam Pengembangan Keilmuan Abad 21”(27/8). Bertempat di Aula Gedung C UNIDA kegiatan SEMNAS UNIDA diikuti oleh 18 Perguruan Tinggi.

Perguruan Tinggi (PT) sebagai organisasi pendidikan dan pembelajaran diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam pengembangan keilmuan di abad 21 sehingga manfaat dari pengembangan ilmu tersebut dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. SEMNAS UNIDA 2019 menghadirkan 3 Keynote speaker, Prof. Dr. Ir. Mohammad Winugroho, M.Sc. yang berasal dari Universitas Djuanda Bogor, Prof. Dr. Netty Herawati, M.Si selaku Guru Besar Universitas Riau dan Dr. Devie Rahmawati, S.Sos., M.Hum selaku Peneliti Sosial Budaya Vokasi Universitas Indonesia. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Kemenristekdikti dengan Universitas Djuanda Bogor serta Universitas Surya Kencana dan Universitas Winaya Mukti.

Peran perguruan tinggi pada masa kini harus cepat karena pada era 4.0 selalu dituntut untuk instan oleh karena itu pada saat ini dunia pendidikan harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang semakin canggih. Seperti yang disampaikan Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si. selaku Rektor Universitas Djuanda Bogor dalam sambutannya.

“Sesuai dengan tema seminar kali ini yaitu Peranan Perguruan Tinggi dalam Pengembangan Keilmuan Abad 21 yang dimana dunia pendidikan saat ini dituntut untuk cepat dan pada saat ini semuanya serba instan maka dari itu dunia pendidikan harus menyesuaikan dengan perkembangan yang semakin canggih, seperti saat ini sudah diterapkan Blended Learning,” tutur Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si.

Riset adalah jantungnya universitas, dan hilirisasi adalah organnya. Universitas tidak boleh berhenti dalam melakukan riset. Dengan kegiatan ini mudah-mudahan setiap universitas dapat bekerjasama agar dapat maju secara bersama-sama. Seperti yang diutarakan Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH. selaku Chancellor Universitas Djuanda Bogor.

“UNIDA di tahun ini unggul dalam riset dan UNIDA naik ke peringkat 60 klasterisasi perguruan tinggi non-vokasi se-Indonesia. Riset merupakan jantung dari universitas. Maka dari itu setiap universitas tidak boleh berhenti dalam penelitian seperti yang UNIDA terapkan dan pada saat ini  memang kerja sama sangat dibutuhkan dibanding persaingan oleh karena itu sebagai universitas harus melakukan kerja sama agar berkembang dan maju secara bersama-sama,” ungkap Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH. dalam sambutannya.

Dalam penyampaian materinya, Prof. Dr. Ir. Mohammad Winugroho, M.Sc. menyampaikan bahwa pada era ini Indonesia terancam kehilangan kedaulatan dalam bidang-bidang tertentu.

“Indonesia pada saat ini terancam kehilangan beberapa kedaulatan dalam bidang-bidang tertentu seperti dalam bidang pangan, energi, bibit, teknologi, mesiu, obat/peracik dan industri perakit. Oleh karena itu dunia pendidikan harus melakukan diagnose SWOT untuk kemajuan bangsa dan negara dalam era 4.0 ini,” tutur Prof. Dr. Ir. Mohammad Winugroho, M.Sc.

Dalam sesi wawancara, Hilman selaku peserta dari Fakultas Hukum Universitas Suryakencana mengungkapkan bahwa acara seminar ini sangat bagus dan diharapkan dapat berkelanjutan.

“Kegiatan seminar nasional ini sangat bagus dan panitianya pun sangat ramah-ramah dan saya harap kegiatan ini bisa berkelanjutan dan kegiatan ini bagi saya banyak memberikan manfaat seperti menambah wawasan sebagai dosen dan menambah jejaring bagi saya pribadi,” ungkap Hilman.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan seminar nasional dan internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Djuanda Bogor.