Mahasiswa Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Djuanda (UNIDA) yang tergabung dalam kelompok 11 sasar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)  di Desa Jambuluwuk dalam rangka melaksanakan kegiatan  Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 1 (satu) bulan pada 22 Juli s.d. 23 Agustus 2022 pada UMKM Sepatu Divanca dan UMKM Rengginang Simanalagi. Mahasiswa menyampaikan garis besar program kerja yang akan dicapai pada kegiatan KKN tersebut, diantaranya ranah pemasaran, ranah keuangan dan ranah administrasi.

Pembangunan Nasional dewasa ini semakin gencar dilakukan, sebagai mahasiswa yang menjalankan Pancadarma Universitas Djuanda, maka mahasiswa memiliki kewajiban untuk mengambil peran dengan ikut menyukseskan rencana perbaikan dan pengembangan bangsa. Dalam ranah ini kami selaku mahasiswa diarahkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang mengusung tema “UMKM Unggul Melalui Optimalisasi Inovasi dan Transformasi Digital”. Kegiatan ini dilakukan sebagai media belajar langsung dilapangan sekaligus mempraktekkan ilmu yang sudah didapat selama belajar dikelas. Diharapkan setelah KKN mahasiswa bisa menjadi administrator yang dinamis, memberikan inovasi yang kreatif dengan penyampaian yang komunikatif, dan mengembangkan kemampuan digitalisasi kepada masyarakat dengan inspirasi konstruktif dan dinamis untuk meneruskan akselerasi Pembangunan Nasional, Pembangunan manusia seutuhnya yang berdasarkan Tauhid.

Kegiatan diawali dengan menyerahkan Surat Permohonan Izin KKN kepada kepala desa jambuluwuk dan pemilik UMKM, untuk selanjutnya menggali dan mencari informasi yang diperlukan untuk mengetahui masalah atau kendala yang dihadapi UMKM dalam menjalankan usahanya, sehingga masalah ini  yang kemudian dicoba untuk dicarikan solusinya.

Mulyana Kepala Desa Jambuluwuk sambut baik kegiatan KKN ini ia memberikan arahan dan saran tentang kondisi desa dan potensinya .

“Desa Jambuluwuk memiliki beberapa UMKM diantaranya, saya mengharapkan dari kegiatan KKN ini dapat memberikan solusi atau masukkan terkait dengan pengelolaan UMKM. Kami terbuka membuka layanan kantor desa ataupun konsultasi langsung dengan kepala desa jika diperlukan untuk menunjang kegiatan KKN ini,” ungkapnya.

Pemilik UMKM makanan ringan Rengginang Simanalagi Masum Mamun, memberikan pemaparan singkat terkait dengan sejarah singkat, kegiatan produksi, dan pemasaran yang telah dilakukan pada kegiatan usaha penjualan rengginang ketan tersebut. usaha ini merupakan usaha yang telah berjalan sejak tahun 1980 dan merupakan usaha turun temurun yang diwariskan oleh orang tua kepada anggota keluarga, kegiatan produksi dilakukan dengan sistem stok barang dengan kapasitas terbatas dikarenakan kendala modal pada setiap kali produksi biasanya memerlukan bahan baku berupa beras ketan, pada proses pemasaran produk rengginang ini masih menggunakan pemasaran konvesional yaitu pemasaran dari mulut ke mulut sehingga sama sekali belum menggunakan pemasaran digital. Sehingga dengan adanya kegiatan KKN ini Masum sangat berharap peserta KKN dapat memberikan solusi dan inovasi terhadap permasalahan yang dihadapi agar dapat meningkatkan penjualan rengginang.

Pada kesempatan yang sama Oji pemilik usaha produksi Sepatu Divanca sangat terbuka menerima kegiatan KKN di tempat usahanya. Kegiatan produksi saat ini dilakukan dengan sistem borongan, produk yang diproduksi merupakan pesanan dari berbagai toko atau merek dengan jangkauan pasar di daerah Jakarta khusunya Jatinegara.

Diharapkan dari kegiatan KKN ini mahasiswa dapat melakukan pemberdayaan UMKM sesuai dengan program kerja yang telah dirancang sehingga dapat merasakan kebermanfaatan bagi UMKM tersebut secara berkepanjangan.