Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mahasiswa Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor selenggarakan Sosialisasi Pelaksanaan Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA) UNIDA Bogor 2022 yang dilaksanakan secara virtual menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meetings (01/07). Sosialisasi ini diisi oleh KPU UNIDA Bogor dan dihadiri perwakilan dari Direktorat Kemahasiswaan (DITMAWA) UNIDA Bogor, Asep Ubaedillah, S.Sos. dan diikuti oleh anggota organisasi mahasiswa dan mahasiswa UNIDA Bogor.

Perwakilan dari DITMAWA UNIDA Bogor, Asep Ubaedillah, S.Sos. dalam sambutannya menyatakan bahwa dengan sistem kali ini semoga PEMIRA berjalan dengan dengan lancar sesuai dengan teknis yang sudah ditentukan dan PEMIRA kali ini menghasilkan pemimpin yang berkualitas.

“Semoga PEMIRA kali ini berjalan dengan lancar dan tidak ada halangan apapun, dan dilaksanakan secara daring ini tidak mengurangi nilai dari PEMIRA ini, ada pun pemilihan untuk calon selanjutnya agar bisa lebih selektif dan memiliki kualitas baik dari segi akademik maupun non akademik.” ungkap Asep Ubaedillah, S.Sos.

Wakil Ketua Majelis Permuwasyarakatan Mahasiswa (MPM) - UNIDA Bogor, Ravie Raflyzal menyatakan bahwa dalam tahapan PEMIRA ini mengalami sedikit kendala teknis khususnya dalam pembentukan kepanitiaannya karena kondisi pandemi. Diharapakan seluruh anggota ORMAWA di UNIDA Bogor dapat mendukung lancarnya PEMIRA karena ini merupakan kali pertama PEMIRA dilaksanakan secara daring.

“PEMIRA yang tahun lalu menjadi pembelajaran bagi kami untuk lebih menyukseskan PEMIRA kali ini terutama saat ini akan diadakan untuk pertama kalinya secara online karena situasi yang masih pandemi COVID-19,” tuturnya.

Ketua KPU UNIDA Bogor, Eriska dalam pemaparan sambutannya menyatakan tujuan kegiatan PEMIRA ini untuk menciptakan wadah bagi mahasiswa untuk mempraktikkan dekokrasi dan untuk memilih pemimpin baru yang mempunyai semangat, visi dan misi yang sesuai dengan harapan mereka dan kampus UNIDA Bogor dan PEMIRA merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh KPU UNIDA Bogor dan dikarenakan kali ini diselenggarakan secara daring maka butuh sosialisasi kepada mahasiswa UNIDA Bogor.

“Terima kasih kepada semua pihak yang terkait dengan kegiatan sosialisasi PEMIRA ini dan saya harap kegiatan PEMIRA ini dari awal hingga akhir kegiatan nanti akan berjalan dengan baik dan benar serta mahasiswa dapat menggunakan hak suara dalam memilih calon presiden mahasiswa dan wakilnya yang dianggap dapat menjalankan kepemimpinan di kampus UNIDA Bogor,” ungkap Eriska.

Divisi Humas KPU UNIDA Bogor, Rika menyatakan dala pemaparan sosialisasinya bahwa timeline terdiri dari 9 tahap yang pertama sosialisasi, open recruitment calon ketua dan wakil ketua BEM-KM, pengumuman dan penetapan calon ketua dan wakil ketua BEM-KM, kampanye, dialog terbuka, hari tenang, PEMIRA, penetapan hasil PEMIRA dan kongres mahasiswa. Pemilih tetep dalam PEMIRA ini adalah seluruh mahasiswa aktif sebagai mahasiswa di UNIDA Bogor dan sebagai pemilih tetep tentu memiliki hak untuk mengikuti PEMIRA ini.

“Ada pun persyaratan untuk menjadi bakal calon dalam PEMIRA tersebut harus ber-IPK minimal 2,75, siap melaksanakan AD/ART KM UNIDA Bogor dan program kerja, membuat essay dengan tema “Peran Mahasiswa Sebagai Agent Of Change Di Masa Pandemi COVID-19”, tidak sedang memimpin organisasi baik internal kampus maupun eksternal kampus, tidak menjadi fungsionaris partai politik, melampirkan foto diri, kartu tanda mahasiswa, dan surat keterangan aktif sebagai mahasiswa UNIDA dari fakultas, minimal tingkat 3 bagi calon presiden mahasiswa dan tingkat 2 bagi calon wakil presiden mahasiswa, pernah menduduki jabatan di Lembaga mahasiswa baik tingkat fakultas (DPM fakultas, BEM fakultas dan HIMJUR), mempunyai kemampuan memimpin dan kapasitas intelektual yang dapat dipertanggungjawabkan yang dibuktikan dengan piagam dan sertifikat organisasi, memiliki visi dan misi yang tidak bertolak belakang dengan AD/ART KM UNIDA dan proker KM UNIDA, tidak pernah melakukan tindakan dan aktivitas yang mencemarkan nama baik KMUNIDA dan kampus bertauhid serta mendapatkan dukungan minimal 2 lembaga kemahasiswaan KM UNIDA,” ungkap Rika.