Mahasiswa Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor lakukan identifikasi kandungan DNA Babi pada produk kerupuk kulit tidak berlogo halal yang dijual oleh pedagang kaki lima di Kota Bogor dalam pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia. Kegiatan identifikasi ini dilaksanakan oleh Afrizal Araaf Majid dari Program Studi Teknologi Pangan, Muhamad Rizki Fauzi dari Program Studi Teknologi Pangan, Mediasti Rahmasari dari Program Studi Teknologi Pangan, Dwi Wulandari dari Program Studi Peternakan, dan Isma Kusmiati dari Program Studi Administrasi Publik serta dosen FIPHAL UNIDA Bogor, Rosy Hutami, S.TP., M.Si. selaku dosen pembimbing.

Kegiatan identifikasi ini berdasarkan pada kerupuk kulit yang merupakan salah satu makanan olahan dari hasil hewani yang cukup digemari di masyarakat saat ini.Beberapa industri pengolahan kerupuk kulit, masih dalam skala industri rumah tangga dan penjualan kerupuk ini, biasanya dilakukan secara kaki lima dipinggir jalan tanpa logo halal. Kendala utama dalam usaha kerupuk kulit adalah pemenuhan bahan baku utamanya, yaitu kulit. Karena bahan baku dari kulit hewan banyak memiliki kemiripin fisik. Sehingga kerupuk kulit sapi dan kerbau tersebut berpotensi dipalsukan yang sangat diragukan kehalannya.

Sampel yang mereka kaji adalah 18 kerupuk kulit tidak berlogo halal yang diambil secara purposive sampling, dari enam kecamatan di Kota Bogor.

Metode yang digunakan untuk penelitian ini yaitu metode Loop-Amplification Mediated Polymorphism (LAMP), yaitu suatu metode perbanyakan DNA secara invitro dengan menggunakan suatu mesin pemanas.

Perbedaan dengan metode PCR yang biasa dilakukan untuk mengidentifikasi DNA, adalah bahwa metode LAMP ini cukup menggunakan satu suhu pemanasan, untuk memperbanyak DNA target di dalam sampel.

Sehingga diharapkan dapat dikerjakan dengan menggunakan penangas air sederhana.

Penelitian ini bekerja sama dengan laboratorium halal LPPOM MUI, Bogor.

Sampai dengan berita ini dibuat, penelitian masih berjalan. Diharapkan hasil yang diperoleh dapat menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai keaslian kerupuk kulit yang dijual di pasaran.