Mahasiswi Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor, Siti Patimah Indriyani dan Fitria Selsi Indriani mahasiswi dari Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) serta Nurvi Selvi Arviani mahasiswi dari Fakultas Pertanian (FAPERTA) meraih prestasi juara 2 di ajang Business Idea Presentation International Contest 2021 yang diadakan oleh Konsorsium Perguruan Tinggi Provider (KOPERTIP) JARDIKNAS Indonesia yang diumumkan pada tanggal 30 April 2021 memalui Zoom Cloud Meetings. Acara ini berbasis internasional yang diikuti oleh 3 negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Filipina. Tim UNIDA Bogor ikut serta dalam presentasi ide bisnis ini memaparkan ide mengenai produk mie instant yang baik untuk kesehatan dan tanpa gluten yang disebut Sweet Potato Mie (Sweetpotamie) yang terbuat dari ubi.

Presenter UNIDA Bogor dalam Business Idea Presentation International Contest 2021, Siti Patimah Indriyani memaparkan juga bahwa saat ini banyak orang yang beranggapan bisa mengganti konsumsi nasi dengan mie instan untuk kebutuhan energi. Mie instan adalah makanan yang terbuat dari campuran tepung terigu, minyak sayur, garam, dan beberapa bahan tambahan. Mi instan tidak hanya disukai masyarakat Indonesia, tapi juga di luar negeri. Di berbagai negara di kawasan Eropa, Timur Tengah, Amerika, bahkan di Afrika, kita bisa dengan mudah menemukan penjual mie instan. Total konsumsi mi instan di Indonesia mencapai 14,8 miliar bungkus pada 2016. Angka ini meningkat dari konsumsi tahun sebelumnya sebesar 13,2 miliar bungkus. Pada 2017, total konsumsi meningkat menjadi 16 miliar bungkus. Berdasarkan data Asosiasi Mi Instan Dunia (WINA), permintaan global terhadap produk mi instan tahun lalu mencapai 97,46 miliar bungkus. Negara yang paling banyak mengonsumsi mi instan adalah China dengan permintaan 38,52 miliar bungkus. Indonesia adalah konsumen mi instan terbesar kedua di dunia dengan angka konsumsi tahunan melebihi 13 miliar bungkus mi instan.

“Namun yang menjadi perhatian dalam industri mie instan adalah penggunaan bahan baku yang mengandung gluten. Gluten merupakan protein lengket dan elastis yang terdapat pada beberapa jenis sereal, terutama gandum, yang merupakan bahan utama tepung terigu yang menjadi bahan baku pembuatan mie. Menurut Food Drug Association pada tahun 2016 gluten dapat menjadi penyebab penyakit celiac, sehingga jika dikonsumsi secara teratur dan berlebihan akan membahayakan kesehatan kita. masalah kesehatan yang serius mungkin termasuk diabetes, penyakit tiroid autoimun dan kanker usus besar. Dengan kata lain, kondisi ini bisa disebut sebagai "intoleransi gluten". tutur Siti Patimah Indriyani.

“Untuk itu kami hadir memberikan solusi kepada masyarakat dengan membuat Sweetpotamie yang sehat dan bergizi dengan menggunakan bahan baku yang aman seperti ubi jalar, centella atau daun pegagan, talas, kayu sappan atau kayu secang, dan chlorella sebagai kebutuhan energi, ketahanan tubuh, dan aman dikonsumsi,” tambah Siti Patimah Indriyani.

Siti Patimah Indriyani dalam sesi wawancara menyatakan bahwa tujuan dari mengikuti perlombaan ini yaitu untuk menambah wawasan dan pengalaman khususnya di ajang internasional terutama untuk dapat membanggakan kedua orang tua.

“Harapan kedepannya ide bisnis Sweetpotamie ini dapat terealisasikan. Dan pesan kepada mahasiswa lainnya tetap kita berkreatifitas dan berkreasi serta harus membuka pikiran kita seluas mungkin karena kita sebagai mahasiswa adalah agen perubahan,” pungkas Siti Patimah Indriyani.