Mahasiswa Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATIP) Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) melaksanakan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) di Desa Harkatjaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor.

PHP2D merupakan suatu kegiatan pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia guna menyasar mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Badan Eksekutif Mahasiswa untuk ikut aktif berpartisipasi dengan tujuan menumbuhkan rasa peduli dan memberikan kontribusi kepada masyarakat desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera.

Adapun kelompok PHP2D HIMATIP FIPHAL UNIDA Bogor mengusung program “Penanggulangan Kemiskinan Terdampak COVID-19 dan Bencana Alam di Desa Harkatjaya Bogor Melalui Penerapan Teknologi Yumina, Teknologi Bio Proses Budidaya Tanaman Herbal dan olahannya secara Terpadu dan Ramah Lingkungan.”

Ir. Nur Rochman, MP selaku dosen pembimbing kelompok PHP2D HIMATIP UNIDA Bogor mengatakan, program holistik pembinaan dan pemberdayaan desa yang dicanangkan pemerintah selaras dengan misi yang dimiliki oleh UNIDA Bogor. Hal ini merupakan bentuk implementasi dan pengamalan Pancadarma (Pendidikan, Penelitian, Pengabdian pada Masyarakat, Profesionalisme dan Ketauhidan).

Ir. Nur Rochman, MP menjelaskan, program yang dimulai sejak tanggal 5 Agustus ini berhasil memberikan semangat kerja produktif bagi masyarakat desa. Ada 3 program utama yang menjadi prioritas, yaitu diantaranya budidaya lele dan sayuran dalam ember (Yumina), budidaya tanaman herbal untuk meningkatkan ketahanan tubuh masyarakat desa, serta pengolahan hasil ikan lele menjadi abon ikan dan juga pengolahan tanaman herbal menjadi gula kristal jahe.

“Kegiatan dalam program ini sangat memberikan manfaat bagi mahasiswa, LPPM UNIDA dan khususnya masyarakat Desa Harkatjaya yang terdampak bencana alam dan pandemi COVID-19. Selain mendapatkan pelatihan dan bimbingan, masyarakat mendapatkan pengetahuan mengenai pemasaran digital marketing dan implementasinya. Lalu untuk keberlanjutan program, maka telah dibentuk kelompok pemuda tani dengan nama Tajurkarya,” tutur Ir. Nur Rochman, MP yang juga merupakan dosen Fakultas Pertanian tersebut.

Terakhir, Ir. Nur Rochman, MP mengharapkan agar nantinya ada peningkatan partisipasi aktif warga desa untuk tetap melanjutkan program terlebih setelah dibentuknya kelompok tani Tajurkarya tersebut.

“Semoga dapat terjadi peningkatan partisipasi aktif dari warga desa melalui kader-kader yang telah dilatih oleh kelompok PHP2D HIMATIP UNIDA Bogor untuk melanjutkan program sehingga masyarakat Desa Harkatjaya menjadi lebih produktif, ekonomi desa meningkat, masyarakat desa sehat dan sejahtera,” harapnya.

Sementara itu, salah satu anggota kelompok PHP2D HIMATIP UNIDA Bogor, Siti Patimah Indriyani menyampaikan terkait dengan Desa Harkatjaya yang dipilih dalam program yang mereka usung. Adanya bencana alam longsor yang menimpa warga Desa Harkatjaya serta disusul oleh adanya pandemi COVID-19 membuat kelompok PHP2D HIMATIP UNIDA Bogor terdorong dan tergerak untuk ikut berkontribusi membangun kembali Desa Harkatjaya.

Kami memilih Desa Harkatjaya karena pada tahun 2019 lalu telah terjadi longsor di sana kemudian adanya pandemi COVID-19, itu yang mendorong kami untuk memilih Desa Harkatjaya dalam program kami untuk membangun kembali desa, terutama membangun kembali ekonomi. Tujuannya adalah untuk pengentasan kemiskinan. Namun tidak hanya perkenomian tentunya, kesehatan masyarakat dari segi gizi pun bagaimana caranya agar dapat terpenuhi. Jadi dari hasil pertanian tersebut tidak hanya dijual namun juga dikonsumsi sendiri oleh masyarakat,” tuturnya.