Bertepatan dengan agenda kegiatan rutin ketauhidan Majelis Tasbih, Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor melalui Lembaga Penerapan dan Pengkajian Tauhid (LP2T) menggelar do'a bersama dan santunan anak yatim dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 hijriyah.

Acara yang digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ini dilaksanakan secara luring di Masjid Baitul Hamdi, serta daring melalui zoom cloud meeting pada Jum'at (6/11/20).

Mengangkat tema bertajuk "Toleransi dalam Hidup Bermasyarakat Berbasis Uswah Rasulullah SAW", acara diawali oleh pembacaan Maulid Barjanji, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Hilman Maulana, santri Pondok Pesantren Mahasiswa Bina Tauhid UNIDA Bogor, serta tausyiah yang diisi oleh Dr. Ir. Ali Fullazaky, CES., DEA, Ketua UNIDA Writing Center.

Rektor UNIDA Bogor, Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada peringatan Maulid ini diharapnya dapat menjadi momentum untuk lebih mencintai Rasulullah SAW. Sifat dan karakter Rasulullah SAW yang harus dijadikan suri tauladan tersebut telah tertuang dalam 21 Karakter Bertauhid insan UNIDA Bogor.

"Alhamdulillah, pada hari ini kita bisa berkumpul di majelis yang mulia, hari Jum'at InshaAllah berkah. Kita bersama-sama memperingati milad Rasulullah, mudah-mudahan dengan memperingati milad ini menambah kecintaan kita kepada Nabi. Sebagaimana kita ketahui, dalam diri Rasulullah ada suri tauladan yang harus kita teladani. Kita sebagai ummat Rasul di akhir zaman ini maka yang paling baik ialah dengan meneladani karakter Rasulullah. Di UNIDA sudah tertuang dalam 21 Karakter tauhid, yakni ada pada religius wisdom," ungkap Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si.

Pada kesempatan yang sama, Dr. H. Martin Roestamy, SH. MH mangatakan sebagai seorang mukmin, sudah sepatutnya mencintai diri Rasulullah SAW. Tidak hanya mencintai, namun harus dibuktikan dengan apa yang menjadi perbuatan dalam kehidupan sehari-hari.

"Bukan hanya sekadar cinta, tapi kepribadiannya pun serta mental Rasulullah harus kita teladani. Bukan sekadar marhaba, tapi memiliki komitmen untuk meneladani sifat Rasulullah tersebut," tuturnya pada saat memberikan sambutan sekaligus arahan.

Sementara itu dalam paparan tausyiah yang disampaikan Dr. Ir. Ali Fullazaky, CES., DEA, menyebutkan bahwa toleransi dalam kehidupan umat manusia merupakan hal yang wajib dimiliki. Toleransi dapat menghindari diskriminasi dalam keberagaman karena Allah SWT menciptakan makhluknya dalam perbedaan dan kesempurnaan.

"Kita sebagai umat islam berpedoman kepada junjungan nabi kita yang sudah memberi contoh kepada kita. Dalam Al-Qur'an, toleransi sudah dijelaskan, salah satunya terdapat pada surat Al-Kafirun ayat 1 sampai 6. Dalam surat Al-Kafirun dijelaskan juga bahwa tidak ada toleransi dalam akidah tetapi ada toleransi dalam muamalah," paparnya menyampaikan.

Di akhir acara, dilaksanakan santunan kepada anak yatim yang berada di wilayah Ciawi dan sekitarnya. Santunan anak yatim ini merupakan implementasi dari rumaha bainahum, yaitu sebagai salah satu ciri dan karakteristik ummat Rasulullah SAW.