Forum Perempuan Mahasiswa Universitas Djuanda Bogor (UNIDA) dan sekolah Pascasarjana UNIDA adakan kajian ilmiah bersama pakar penggiat keluarga Indonesia dengan mengangkat pokok bahasan tentang “Ada Apa Dengan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (UU PKS)” (25/10). Dalam Undang-undang di jelaskan yang dimaksud dengan kekerasan seksual adalah setiap perbuatan merendahkan, menghina, menyerang, dan atau perbuatan lainnya terhadap tubuh, hasrat seksual seseorang dan atau fungsi reproduksi secara paksa bertentangan dengan kehendak seseorang, yang menyebabkan seseorang itu tidak mampu memberikan persetujuan dalam keadaan bebas, karen aketimpangan relasi kuasa atau relasi gender yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan secara fisik, psikis, seksual kerugian secara ekonomi, sosial, budaya, dan politik.

Silvia citra lestari selaku ketua forum perempuan mahasiswa UNIDA menjelaskan kajian ilmiah mengenai RUU PKS ini merupakan kajian yang dibentuk atas keprihatinan serta perhatian kita dalam rangka penyelamatan moral bangsa untuk kehidupan generasi Indonesia di masa yang akan datang.

"Kajian kali ini kita akan membahas masalah yang terdapat dalam point-point di RUU PKS sehingga kita dapat memberikan solusi terbaik bagi Indonesia. Kita akan berbicara soal moral sebagai bekal penerus bangsa kita, mari kita sama-sama selesaikan segala polemik dan hal-hal yang menyangkut kepentingan sosial demi kemajuan Indonesia,”. Ujar Silvia dalam sambutannya.

Di lansir dalam https://news.detik.com Ada banyak tanggapan maupun kritik serta interpretasi dari RUU PKS tersebut. Banyak orang yang menafsirkan RUU PKS sesuai dengan sudut pandangnya masing-masing dan hal itu tentu sah-sah saja. Banyak tersebar berita bahwa pengesahan RUU itu bisa sangat berbahaya dan bisa menimbulkan kekacauan sosial. Isi dari RUU tersebut dikatakan berisi pelegalan untuk membebaskan kaum-kaum LGBT, pelegalan aborsi, bahkan kebebasan berpakaian

Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas pascasarjana UNIDA diikuti oleh mahasiswa strata S1 dan mahasiswa pasca sarjana UNIDA dengan menghadirkan 2 narasumber pakar yaitu Dr. H. A. Jaka Santos Adiwijaya, SH., LLM selaku Direktur Sekolah Pascasarjana UNIDA sekaligus Dosen ilmu perundang – undangan dan Prof . Ir. Dr. Euis Sunarti, M.Si selaku ketua Penggiat Keluarga (GiGa) Indonesia yang juga Guru Besar Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia IPB.

Dr. H. A. Jaka Santos Adiwijaya, Sh., LLM selaku Direktur Sekolah Pascasarjana UNIDA sekaligus Dosen ilmu perundang - undangan memberikan penjelasan seputar pembentukan perundang - undangan yang memang bertujuan untuk dapat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.

"Hari ini kita akan mengkaji RUU PKS dari beberapa aspek baik dari konten kekerasan seksual yang menjadi polemik pada saat ini, serta kesesuaian substansi RUU dengan kehidupan moral bangsa Indonesia, serta kita akan menjawab kenapa RUU PKS ini menjadi polemik dimasyarakat? Kita jadikan forum kajian ilmiah ini sebagai pembelajaran serta memperluas wawasan kita akan pembentukan perundang-undangan dan tentunya dapat memberikan manfaat untuk kita semua. Tuturnya.

Dalam kajian forum perempuan ini juga menghadirkan narasumber Prof . Ir. Dr. Euis Sunarti, M.Si selaku ketua Penggiat Keluarga (GiGa) Indonesia yang membahas tentang Tolak RUU PKS atau Ganti RUU PKS serta mengkaji kembali pokok bahasan Naskah Akademik dalam proses perancangan RUU PKS, serta Struktur & isi RUU P-KS.

“Harus kita kawal hal-hal yang tidak sesuai khususnya berkenaan dengan pasal serta point yang rancu serta janggal tentang penghapusan kekerasan seksual, sehingga dikemudian hari tidak muncul permasalahan lain yang dapat merugikan generasi penerus bangsa. _FTR_