Setelah dilaksanakan selama 2 bulan, rangkaian kegiatan dalam pelaksanaan program Kredensial Mikro Mahasiswa Indonesia (KMMI) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor secara resmi ditutup. Kegiatan penutupan diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Cloud Meeting dan live streaming YouTube melalui kanal UNIDA TV, Selasa (30/11/2021).

Turut hadir dalam kegiatan penutupan, diantaranya Wakil Rektor I UNIDA Bogor Dr. Ir. Ristika Handarini, MP., Direktur Direktorat Pendidikan dan Pembelajaran (DIKJAR) UNIDA Bogor Dr. La Ode Amril, M.Pd, Direktur PT. Amris Andalas Putra Ir. Iskandar Zulkarnain, Direktur CV. Generasi Digital Indonesia (DGI) Aiza Nabila Hasan, S.Pd, para Tim Teaching Course Technopreneur Hidroponik (TH), para Tim Teaching Course Educational Content Creator (ECC), serta para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang mengikuti program KMMI UNIDA Bogor.

Dr. La Ode Amril, M.Pd dalam laporannya menuturkan, program KMMI yang terlaksana merupakan langkah nyata yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi era revolusi industri 4.0 yang saat ini sudah berkembang ke era society 5.0. Dalam hal ini, UNIDA Bogor ikut serta berupaya untuk melahirkan mahasiswa maupun lulusan yang siap masuk ke dalam Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. 

“Program KMMI memiliki peran untuk mendukung pembelajaran berbasis MBKM guna menjawab tantangan yang dibutuhkan. UNIDA Bogor, memiliki posisi strategis yang mana selalu ikut andil bersinergi dengan kementerian melalui pelaksanaan program-program sebagai bentuk implementasi MBKM. Melalui program KMMI ini UNIDA Bogor diberikan kepercayaan untuk melakasanakan dua course, yaitu Technopreneur Hidroponik (TH) dan Educational Content Creator (ECC),” tutur Dr. La Ode Amril, M.Pd yang juga merupakan Ketua Pelaksana KMMI UNIDA Bogor.

Dr. La Ode Amril, M.Pd menambahkan, antusiasme mahasiswa sangat tinggi mengingat banyak mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang mendaftar, namun karena keterbatasan kuota penerimaan maka diharuskan adanya proses seleksi peserta. Pelaksanaan course ini meliputi proses yang cukup panjang dari mulai pendaftaran, seleksi dan penetapan peserta terpilih, hingga ujian akhir atau tes akhir mahasiswa.  Dalam prosesnya tersebut UNIDA Bogor juga bekerja sama dengan PT. Amris Andalas Putra untuk pelaksanaan course TH dan CV. Generasi Digital Indonesia untuk pelaksanaan course ECC.

“Tak lupa juga kami mengucapkan terima kasih kepada para pimpinan UNIDA Bogor dan Yayasan PSPIAI atas dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan yang dilangsungkan, serta kepada Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemendikbudristek, para mitra PT. Amris Andalas Putra dan CV. Generasi Digital Indonesia, para tim teaching course, dan seluruh pihak yang terlibat lainnya dalam menyukseskan program KMMI UNIDA Bogor,” ungkapnya.

Wakil Rektor I UNIDA Bogor Dr. Ir. Ristika Handarini, MP yang hadir mewakili Rektor dalam sambutannya mengatakan, program KMMI sangat terbuka sehingga informasinya dapat diakses oleh semua mahasiswa dengan memiliki tagline yang cukup menarik, yakni tidak ada batasan bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar kapanpun dan dimanapun.

“Tadi sudah disampaikan secara garis besar bahwa proses pelaksanaan KMMI yang dikomandoi oleh Direktur DIKJAR, jika kita tarik ke belakang ini merupakan terobosan dari Kemdikbudristek untuk mendukung program MBKM. Melalui program ini mahasiswa diberikan keluasan untuk berkreasi dan berinovasi mengembangkan kemampuan diri sehingga dapat meningkatkan keterampilan dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 dan era society 5.0,” ujar Dr. Ir. Ristika Handarini, MP sekaligus menutup kegiatan program KMMI UNIDA Bogor secara resmi.

Sementara itu, Dr. Ir. Arifah Rahayu, M.Si selaku Koordinator KMMI Course TH mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah mengikuti kegiatan program KMMI hingga tahap akhir. Dr. Ir. Arifah Rahayu, M.Si mengatakan bahwasanya terkait dengan penilaian dilakukan secara objektif sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Pada prosesnya semua penilaian terbuka melalui LMS, mohon maaf jika tidak sesuai, kami melakukan penilaian secara objektif berdasarkan kehadiran, penugasan praktikum maupun evaluasi. Yang terpenting mudah-mudahan para peserta course ini bisa menyerap ilmu yang kami berikan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator KMMI Course ECC Resti Yektiastuti, M.Pd menyebutkan, proses pelaksaan kegiatan course setiap satu pekan ada sekitar 4 pertemuan dengan didampingi oleh 7 orang pengajar. Diharapkan, apa yang sudah diberikan dapat diserap dan diterima dengan baik oleh para peserta sehingga dapat memenuhi target capaian lulusan.

“Selama pelaksanaan, mahasiswa kami latih untuk bisa membuat penyajian konten digital. Tidak hanya itu, tetapi juga bagaimana konten tersebut dapat menjangkau dan mencapai tujuan. Harapannya ini bisa menjadi bekal yang mana ini merupakan titik awal dalam mengimplementasikan apa yang sudah didapatkan. Mengingat manfaatnya, kami sangat berharap program ini dapat kembali diteruskan, baik course yang sama ataupun course yang lainnya,” tuturnya.

Di akhir acara, diumumkan 3 peserta terbaik dari masing-masing course. Peringkat pertama peserta terbaik course TH ialah Ismi Muftahdina dari UNIDA Bogor, peringkat kedua Ummu Azziizah Halimah dari Universitas Padjajaran, dan peringkat ketiga Fadilla Eka Rohcahyani dari UPN Veteran Jatim. Sementara itu, peringkat pertama course ECC diraih oleh Dynda Az Zahra dari Universitas Indonesia, peringkat kedua Futeri Maharani Suradi dari UNIDA Bogor, lalu peringkat ketiga Grace Elizabeth Blenzelwise dari Universitas Kristen Indonesia.