Rupanya Shirah Vollmer, profesor psikiatri dari University of California juga setuju dengan dugaan saya. Menurutnya, anak sangat menyukai permainan Petak-umpet karena tiga hal. Pertama anak ingin bersembunyi mendorong anak untuk lebih otonom, mereka ingin mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya dan ingin membuktikan bahwa mereka bisa melakukannya sendiri. Kedua ketika sudah bersembunyi mereka ingin dicari, ingin ditemukan. Ada perasaan menegangkan, menguji adrenalin ketika lawan bermain mulai mencari-cari dimana dirinya sembunyi. Perasaan senang kemudian muncul ketika ditemukan. Ketiga anak kemudian belajar bahwa interaksi sosial bisa terputus, ketika salah satu orang yang disayangi hilang atau terpisah. Namun situasi itu hanya sementara, karena pada akhirnya yang dicari dan yang mencari bisa bertemu kembali. Sumber berita : https://edukasi.kompas.com/read/2018/09/17/09173101/petak-umpet-dan-perkembangan-kemandirian-anak.