Rektor Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor berbagi tips dan trik cara pembelajaran yang efektif dalam memanfaatkan kemajuan teknologi di masa pandemi dalam acara webinar yang berfokus pada pemanfaatan E-learning via zoom meeting (15/10). Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama KOMINFO melalui program bakti dengan Komisi I DPR RI ini mengangkat tema “E-Learning : Pemanfaatan Digitalisasi di Masa Pandemi” dan di ikuti sebanyak 200 peserta yang berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, guru, dosen, serta penggiat literasi.

Dalam kondisi pandemi saat ini tentunya seluruh aktivitas  menjadi terbatas, tak terkecuali dunia Pendidikan yang juga terkena dampaknya, sampai saat ini pembelajaran diberlakukan secara daring dan belum diperbolehkan secara tatap muka. Hal tersebut membuat beberapa kalangan akademisi seperti guru dan dosen harus memiliki keterampilan serta kreatifitas yang baik dalam memanfaatkan teknologi khususnya penggunaan E-learning sebagai media penunjang pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik.

Dalam webinar ini menghadirkan tiga narasumber yang berasal dari kalangan praktisi dan akademisi yaitu Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si selaku Rektor UNIDA Bogor, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc selaku Anggota Komisi I DPR RI, serta Yuliandre Darwis, Ph.D selaku Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc memberikan penjelasan seputar  pemanfaatan e-learning dan Digitalisasi sebagai tantangan bagi Perguruan Tinggi di era revolusi industri 4.0.

“Kita masuk kedalam generasi yang beruntung karena mengalami transisi serta lompatan besar dalam pemanfaatan penggunaan teknologi informasi, semua proses kemajuan teknologi tersebut merupakan sebuah fenomena transformasi sosial yang tidak dapat dihindari, di zaman ini semua serba cepat, jarak yang jauh bukan masalah untuk bisa bertemu walau dalam bentuk virtual, artinya dalam keadaan apapun kita tetap dapat beraktifitas, contohnya dalam pandemi sekarang kita di tuntut untuk berakselerasi dalam memanfaatkan teknologi, khususnya dunia pendidikan dapat memaksimalkan teknologi dalam pembelajaran, seperti penggunaan e-learning, tidak ada alasan untuk kita tidak bisa mengoperasikannya, karena kemajuan dan perkembangan yang terjadi saat ini tidak dapat kita hindari, namun harus kita kejar, pelajari, dan cepat beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang terjadi disekitar kita,” ujarnya.

Yuliandre darwis, PH.D ketua KPI menjelaskan tentang bagaimana seharusnya program e-learning efektif dan dapat di implementasikan dengan baik.

“Pemanfaatan teknologi dimasa pandemi saat ini sangatlah dibutuhkan, melalui teknologi kita dapat dengan mudah memperoleh data dan informasi. Saat ini Indonesia memasuki era digital lebih cepat dimana Basic human needs yang tadinya hanya self actualization, esteem, social needs, safety and security, physiocological needs bertambah dengan tambahan wifi dan battery. Karena saat ini manusia tidak bisa lepas dari gawai serta internet, siap tidak siap kita harus bisa memanfaatkam teknologi, dan beradaptasi dengan kebiasaan baru. Fungsi media diantaranya adalah edukasi, informasi dan hiburan/entertainment. Media televisi saat ini berlomba- lomba membuat tayangan edukasi seperti munculnya platform ruang guru, berbanding lurus dunia pendidikan formal pun saat ini harus ikut juga memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran seperti melakukan e-learning dengan memanfaatkan platform yang sudah tersedia seperti Zoom meeting, Google Meeting dan aplikasi virtual room lainnya,”.

Dalam kesempatan yang sama Rektor UNIDA Bogor menyampaikan topik tentang implementasi pembelajaran daring, dan peluang dalam pembelajaran e-Learning di masa pandemi.

“Kami di Universitas Djuanda Bogor sejak tahun 2010 sudah menggunakan e-learning sebagai media penunjang pembelajaran, tahun 2016 beberapa dosen kami mendapatkan hibah untuk pembelajaran daring, dan pada tahun 2018 setiap program studi di wajibkan sekurang-kurangnya dua mata kuliah dalam setiap semester memberlakukan pembelajaran secara daring dengan metode  blended learning. Melihat situasi pandemi yang saat ini terjadi, sejak jauh-jauh hari kami sudah siap untuk melakukan kuliah secara daring melalui Learning Management System Universitas Djuanda Center of Learning (UNIDA COOL) yang telah kami bangun guna menunjang pembelajaran.

Rektor UNIDA Bogor juga menyampaikan kendala dan apa saja persiapan yang harus dilakukan dalam menciptakan pembelajaran secara daring yang efektif di masa pandemi.

“Prinsip pembelajaran daring yang utama adalah dosen dan mahasiswa harus menguasai literasi digital serta memiliki keterampilan dalam memanfaatkan teknologi, karena dalam pelaksanaannya ada beberapa hal yang menjadi tantangan dalam pembelajaran daring diantaranya kapasitas literasi digital, keterbatasan fasilitas penunjang (PC, laptop, hp, dan kuota internet), signal internet yang dibeberapa lokasi buruk, dan memelihara interaksi sistem pembelajaran.  Hal yang harus di perhatikan dalam pembelajaran daring diantaranya untuk seorang dosen yaitu perencanaan yang baik, materi pembelajaran harus disiapkan secara baik, adanya adab atau aturan perkuliahan daring yang diberlakukan seperti mengaktifkan kamera selama perkuliahan berlangsung sehingga kita dapat terus memantau mahasiswa selama perkuliahan dan yang terpenting adalah media pembelajaran yang digunakan harus di kemas menarik dan interaktif agar tidak monoton serta mendapatkan umpan balik dari mahasiswa. Di masa pandemi ini kita harus tetap semangat, di tuntut untuk lebih inovatif, kreatif dan berakselerasi meningkatkan kemampuan kita dalam menguasai literasi digital,” tambahnya.