Universitas Djuanda (UNIDA)Bogor berikan pelatihan pembuatan media pembelajaran elektronik di SMA Terbuka Ar-Rahmah (08/07). Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara Universitas Djuanda dengan Kemenristekdikti dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat , tema pelatihan yang bertajuk  “Peningkatan Kualitas dan Kompetensi Guru Ikhtiar Mencetak Generasi Bangsa Berkualitas” terlaksana di Yayasan Ar-Rahmah yang merupakan SMA terbuka yang menginduk ke SMAN 1 Jonggol, kegiatan ini terlaksana guna memfasilitasi peserta didik yang mengalami hambatan dalam proses pembelajaran,  pada dasarnya konsep pelaksanaan sekolah terbuka berbeda dengan pembelajaran di Sekolah pada umumnya,  Prinsip pembelajaran di Sekolah Terbuka dijalankan secara mandiri, terbuka, tidak terbatas waktu dan tempat, menggunakan pendidikan jarak jauh, dan menggunakan berbagai jenis bahan ajar. Sekolah terbuka seyogyanya melaksanakan pembelajaran dengan berbasis digital dan dilakukan secara online, namun  SMA Ar-Rahmah sebagai SMA terbuka belum terdapat fasilitas sistem pembelajaran online.

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini difokuskan pada perbaikan kualitas sekolah terbuka yang meliputi peningkatan kualitas guru, pengembangan media pembelajaran elektronik, dan perbaikan website pembelajaran

Kami ingin memberikan pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan media pembelajaran elektronik bagi guru-guru sekolah terbuka di Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor. Target yang diharapkan dari kegiatan ini adalah dapat meningkatkan keterampilan guru-guru dalam mengoperasikan aplikasi pembuat media pembelajaran elektronik”. Ujar  Ratna Wahyu Wulandari, Dosen FKIP Universitas Djuanda dalam pemaparan.

Tahapan kegiatan dimulai dengan pendaftaran peserta, dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang media pembelajaran elektronik, proses install aplikasi, dilanjutkan dengan penyampaian materi utama tentang Sparkol Video Scribe, Power Point, atau Camtasia Studio 8. Pelatihan dilakukan sebanyak tiga kali tatap muka dengan materi utama yang berbeda-beda. Tahap selanjutnya adalah memberikan tugas mandiri membuat media pembelajaran kepada peserta sesuai dengan bidang ajar yang bersangkutan. Sebagai bagian dari tahap penyempurnaan, peserta diberi pendampingan mulai dari perancangan, pembuatan, dan tahap finishing selama 2 minggu. Setiap peserta diwajibkan menghasilkan 2 media yang berbeda.

“Pembelajaran asinkronus (pembelajaran tanpa tatap muka) dilakukan dengan bantuan media online berupa website. Website ini diisi dengan media pembelajaran multimedia yang dibuat oleh guru, sehingga sesuai dengan materi pembelajaran yang sedang dipelajari”.tambah Ratna Wahyu Wulandari

Ada beberapa tools yang dapat digunakan dalam mengembangkan konten media pembelajaran elektronik, antara lain: 1) Powerpoint; 2) Sparkol Video Scribe; dan 4) Flipbook.

Agen Suganda selaku kepala SMA Terbuka Ar-Rahmah Jonggol berharap “perwujudan website sekolah ini dapat memfasilitasi pembelajaran online bagi guru dan siswa sehingga keterlaksanaan pembelajaran di sekolah terbuka dapat terlaksana dengan semestinya”.

Pelaksanaan pelatihan di sekolah terbuka ini, peserta didik dapat mendapatkan kemudahan dalam penyelenggaraan pembelajaran, karena dilaksanakan secara sinkronus (tatap muka) dan asinkronus (tanpa tatap muka), sehingga bisa disesuaikan dengan pekerjaan siswa apabila siswa bersekolah sambil bekerja. Selain itu, ijasah yang diperoleh siswa menggunakan nama sekolah induk yang sudah pasti bagus kualitasnya, tanpa mencantumkan nama sekolah terbuka. Dengan demikian, pengembangan sekolah terbuka melalui pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis elektronik dan perbaikan website, diharapkan dapat menarik calon siswa khususnya lulusan SMP, untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMA.