Universitas Djuanda (UNIDA) dipercaya sebagai tuan rumah dalam kegiatan pembukaan Rapat Koordinasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan Banten. Kegiatan pembukaan diselenggarakan di Aula Gedung C, Kampus UNIDA, Bogor, pada Jum’at (12/8/2022) yang dibuka langsung oleh Walikota Bogor Dr. Bima Arya Sugiarto.

Turut hadir dalam kegiatan pembukaan diantaranya Drs. Ma’mur, M.Si (Staf Ahli Bupati Bogor Bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan Kesejahteraann Rakyat) yang mewakili Plt. Bupati Bogor, Kol Inf Dr. Sigit Purwanto S.I.P., M.Si., CHRP (Kasiops Korem 061/Sk) yang mewakili Komandan Korem 061/Sk, Prof. Dr. Suhaidi, S.H., MH (Rektor UNIDA), Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H (Wakil Rektor I UNIDA), serta Dr. Agustina Multi Purnomo, M.Si (Sekretaris UNIDA).

Walikota Bogor Dr. Bima Arya Sugiarto dalam sambutannya menyampaikan, ada 3 tantangan besar dari masa ke masa yang dihadapi oleh para mahasiswa. Terlebih, era saat ini yang mengharuskan mahasiswa harus dapat lebih jeli dalam menentukan arah dan langkah. Dr. Bima Arya Sugiarto mengungkapkan, 3 tantangan tersebut berpengaruh besar pada tingkat mahasiswa yang memiliki peran penting dalam membangun serta memajukan bangsa dan negara.

“Pertama, yaitu visi. Seorang mahasiswa, perlu memiliki visi yang jauh ke depan. Berfikir tentang bangsa dan negara, bukan hanya tentang diri maupun kelompoknya, bukan tentang kursi atau materi. Kedua, independensi. Ini adalah marwah aktifis, harga diri dan martabat. Jika memiliki independensi ini, siapapun hormat, baik kawan maupun lawan karena yang berbicara adalah nurani. Ini saya titip, jaga independensi itu. Namun, hari ini kita harus hati-hati dalam merumuskan independensi, kenapa? Ini berkaitan dengan poin yang ketiga, yaitu adaptasi. Hari ini zaman berubah, kita harus bisa beradaptasi, jika tidak maka akan tertinggal jauh. Hari ini yang bisa survive juga yang bisa berkolaborasi. Jangan hanya independensi itu ditafsirkan sendiri, kritis dan bersebrangan. Dalam arti lain ada waktunya kita harus berkolaborasi,” tuturnya.  

Pada kesempatan yang sama, Rektor UNIDA Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H dalam arahannya menuturkan bahwasanya tugas utama seorang mahasiswa itu adalah belajar. Walaupun mungkin pada perjalanannya, mahasiswa memiliki peran sebagai kontrol sosial dan pendamping masyarakat yang dalam hal ini bisa mengejawantahkan ilmunya untuk membawa masyarakat kepada kesejahteraan.

Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H juga berpesan kepada para mahasiswa, pada dasarnya dalam menyampaikan aspirasi perlu memperhatikan beberapa hal agar tidak menjadi kerugian. Hal ini sejalan dengan tujuan, visi maupun misi yang dimiliki oleh setiap perguruan tinggi untuk mencetak generasi unggul calon penerus pemimpin bangsa.

“Dalam kesempatan ini, saya ingin mengingatkan kepada adik-adik mahasiswa yang kami sayangi, bahwasanya tugas utama seorang mahasiswa itu adalah belajar. Silakan sampaikan aspirasi, saudara turun ke jalan karena itu diperbolehkan, kami mendukung itu. Namun perlu diingat bahwa di dalam mengimplementasikan tugas tersebut harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Kita punya hukum, punya ketentuan mengenai bagaimana aspirasi dari rakyat disampaikan kepada pemerintah atau perwakilan rakyat, jangan melawan hukum, kedepankan akhlakul karimah, akhlak yang mulia,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator BEM-SI Wilayah Jabodetabek-Banten, Ruben Bentiyan, mengatakan, sebanyak 16 perwakilan pengurus BEM perguruan tinggi hadir dalam rapat koodinasi yang dilaksanakan selama 2 hari ke depan. Adapun agenda pembahasan rapat koordinasi yakni mengenai pergerakan mahasiswa terkait dengan permasalahan dan kondisi negara saat ini.

“Pada hari ini, tanggal 12 sampai dengan 14 Agustus, kami akan melaksanakan rapat kordinasi wilayah, yang mana hasilnya akan kami bawa pada Raker Nasional di Bali nanti. Segala apapun yang dibahas, diharapkan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi umat, masyarakat, serta memperpanjang nafas perjuangan,” ujar mahasiswa FISIPKOM UNIDA tersebut pada saat memberikan sambutan.