Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor menggelar kegiatan Kuliah Perdana bagi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2022/2023 yang dilaksanakan secara hybrid, yakni daring melalui platform Zoom Cloud Meeting dan live streaming YouTube kanal UNIDA TV, serta luring di Aula Gedung E & F Kampus UNIDA pada Rabu (21/9/2022). Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan penyambutan bagi mahasiswa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Angkatan 2 Tahun 2022.  

Kegiatan yang mengangkat tema Implementasi Teknologi Informasi dalam Dunia Pendidikan dan Kehidupan Sosial dari Perspektif Hukum” ini diisi oleh Ketua Umum Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI) Dr. H. Bambang Widjojanto, S.H., M.Sc sebagai narasumber, serta Wakil Dekan Bidang Non Akademik Fakultas Hukum (FH) UNIDA Dr. Ani Yumarni, S.H.I., M.H sebagai moderator.

Wakil Rektor I Aal Lukmanul Hakim, S.H., M.H selaku Penanggungjawab Kegiatan dalam laporannya menuturkan, kuliah perdana ini merupakan rangkaian dari kegiatan dalam rangka menyambut tahun akademik baru. Sebelumnya, telah dilaksanakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada tanggal 12-14 September 2022 yang diikuti oleh seluruh fakultas jenjang Strata-1 (S1), kemudian dilanjutkan dengan PKKMB jenjang Strata-2 (S2) pada tanggal 19 September 2022.

“Pada hari ini, melanjutkan rangkaian memasuki tahun akademik 2022/2023, kita melaksanakan kuliah perdana bagi mahasiswa baru yang sebagian bergabung secara daring. Ini adalah awal pembuka tahun ajaran semester baru yang nantinya akan dijalani oleh seluruh mahasiswa. Pada tahun ini, selain diikuti oleh seluruh mahasiswa baru, kegiatan kuliah perdana juga diikuti oleh para mahasiswa peserta program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia,” tuturnya.

Rektor UNIDA Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H dalam sambutannya mengatakan, UNIDA merupakan perguruan tinggi swasta yang memiliki visi, misi dan ciri khas tersendiri dibanding dengan perguruan tinggi lainnya. Lulusan di UNIDA, diharapkan tidak hanya dapat meraih keberhasilan dan kebahagiaan di dunia, tetapi juga bertujuan untuk dapat meraih kebahagiaan di akhirat kelak. Prof. Dr. Suhaidi, S.H., M.H menegaskan bahwasanya UNIDA sebagai kampus bertauhid, memiliki visi dan misi yang bertujuan untuk menjadikan insan rahmatan lil’alamin.

“Visi UNIDA yaitu menjadi universitas riset yang menyatu dalam tauhid dan diakui dunia, sementara misinya yakni menyelenggarakan pancadarma pendidikan tinggi berkualitas dan modern yang meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, profesionalitas dan ketauhidan untuk mendorong terwujudnya lulusan yang cerdas intelektual, spiritual, emosional, sosial, berkompeten, berjiwa wirausaha yang bermanfaat bagi masyarakat dan bangsa, serta menjadi rahmatan lil‘alamin. Jadi di UNIDA ini tidak hanya tridarma, akan tetapi memiliki dan mengimplementasikan pancadarma, dengan tambahan yaitu profesionalitas dan ketauhidan,” ungkapnya.

Turut hadir memberikan arahan, Chancellor UNIDA Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H menyampaikan selamat datang kepada para mahasiswa baru dan mahasiswa program PMM. Sesuai dengan amanat dalam hymne UNIDA, Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H berpesan agar para mahasiswa dapat mengikuti kegiatan perkuliahan dengan baik agar dapat menjadi khalifah, penerus pemimpin bangsa.

“Kampus bertauhid ini tegas, tapi lembut hatinya. Disini menyebutnya dengan bageur, jadi bageur-bageur lah. Saya harapkan kita semua dapat mengikuti kegiatan perkuliahan dengan baik, agar kita dapat menjadi calon pemimpin yang baik. Seperti apa yang ada dalam hymne, ada dua amanat, menuntut ilmu di dalam ibadah, mengemban amanah jadi khalifah. Menjadi khalifah ini fikiran harus baik, berprilaku baik, tertib. Pasang niat baik, bahwa masa depan indonesia itu ada di tangan kita, di tangan para mahasiswa,” ujar Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H.

Sementara itu pada sesi pemaparan materi, Dr. H. Bambang Widjojanto, S.H., M.Sc mengemukakan mengenai kehidupan dan hukum dalam serbuan teknologi informasi. Di awal pembahasan, Dr. H. Bambang Widjojanto, S.H., M.Sc memutarkan video berkenaan dengan pemanfaatan teknologi informasi dan dampak penggunaan dari teknologi informasi tersebut.

“Teknologi informasi telah berkembang luar biasa sekali, dalam satu-dua minggu terakhir, heboh skandal bjorka yang menjadi sesuatu, viral, karena masuk ruang-ruang paling private dari sistem kekuasaan negara,” ujarnya.

“Dunia nyata dan dunia maya sekarang bergabung menjadi dunia ‘nyama’. Sebagian besar kita kalau mau menggunakan aplikasi apa saja, kita menyerahkan sebagian informasi pribadi data kita kepada aplikasi, itu yang terjadi saat ini,” lanjutnya.

Lebih jauh Dr. H. Bambang Widjojanto, S.H., M.Sc menyebutkan, teknologi informasi telah menjadi king of disruption, diantaranya ialah perdagangan yang sudah bergeser menjadi e-commerce, perbankan terdisrupsi dengan fintech dan e-payment, selain itu dunia kedokteran dan farmasi terdisrupsi dengan health tech.

“Di dalam teknologi informasi ini akses menjadi tidak terbatas, ada alternatif efisiensi waktu atau pemecah kesibukan, sentuhan satu jari yang mengubah dunia, bagian dari tren gaya hidup. Sementara sebagian dari kita tidak siap untuk itu. Bahkan ada beberapa profesi yang akan terkena dampak disrupsi ini,” paparnya.

Setelah sesi pemaparan materi, sesi berikutnya dilanjutkan dengan sosialisasi dan simulasi penggunaan LMS (Learning Management System) UNIDA COOL (Center of Online Learning) oleh Kepala Biro Pendidikan dan Pembelajaran (Dikjar) UNIDA Dr. La Ode Amril, M.Pd, serta Kepala Program Studi Sains Komunikasi UNIDA yang merupakan pengembang sistem LMS UNIDA COOL. Sosialisasi dan simulasi ini bertujuan untuk memudahkan para mahasiswa maupun dosen pengampu mata kuliah agar dapat mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh yang diselenggarakan secara tersistem.