Article of Binatauhid

Doa Akhir dan Awal Tahun

Tahun baru islam atau hijriah, tepatnya tahun 1441 Hijriyah jatuh pada tanggal 1 September 2019. Berkaitan dengan hal tersebut, Rasulullah Saw mengajarkan umatnya untuk memperbanyak doa saat memasuki bulan Muharram (tahun baru Hijriyyah). Diantara doa yang biasa di panjatkan Rasulullah Saw adalah doa yang kita kenal dengan doa akhir dan awal tahun.

Do'a akhir tahun dibaca setelah sholat ashar sampai tiba waktu maghrib. adapun doa awal tahun dibaca setelah sholat maghrib, mengingat perganti hari pada penanggalan islam dimulai sejak terbenamnya matahari. berikut ini doa akhir dan awal tahun.

Berikut Doa Akhir Tahun

?????? ????? ??????????? ???????????
???????? ????? ????? ?????????? ????????? ??????? ?????? ?????????? ????????? ??????????? ??? ???????? ??? ?????? ????????? ?????? ??????????? ?????? ?????? ?????? ?????? ?????? ???????? ?????????? ??????? ?????? ?????????? ????? ??????????? ????????????? ????? ??????????? ?????? ????? ????? ????? ???????????? ???????? ?????????????? ??????????? ????? ???????? ??????? ?????? ????????? ????????????? ???????? ?????????? ???????????? ??????????? ??????????? ????? ?????????? ?????????????? ???? ????????????? ?????? ????? ???????? ???????? ?????? ??????????? ??????? ????? ????? ?????????? ????????? ??????? ?????? ?????????? ?????????

 

Berikut doa awal tahun:

?????? ????? ??????????? ???????????
???????? ????? ????? ?????????? ????????? ??????? ?????? ?????????? ????????? ??????????? ?????? ????? ??????? ??????????? ?????????? ??????? ???????? ??????????? ???????? ???????? ???????????? ??????? ????? ???????? ???? ???????? ?????????? ??????????? ?????? ???? ???????????? ??
????????????? ??????????? ????? ?????? ????????? ????????????? ??????????? ???????????????? ????? ???????????? ???????? ??????? ??????????????? ?????????????? ??????? ????? ????? ?????????? ????????? ??????? ?????? ?????????? ?????????

READ MORE
Peringati 10 Muharram, Unida Santuni Yatim

Peringati 10 Muharram, Unida Santuni Yatim

Bogor(09/09)-  Universitas Djuanda Bogor (UNIDA)  bersama Yayasan PSPIAI mengundang 100 anak yatim piatu untuk memperingati 10 Muharram 1441 Hijriyah yang bertemakan "Semangat Berbagi dan Menyantuni untuk Meraih Cinta Ilahi" di Gedung C Universitas Djuanda Bogor.

Acara diawali dengan sambutan dari Rektor Universitas Djuanda Bogor, Dr. Ir. Dede Kardaya, M,Si dan Dr. H. Martin Roestamy, S.H., M.H selaku Ketua Pembina Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliah Indonesia. 
 
"Anak Yatim itu merupakan tanggungan Bapak dan tanggungan Unida juga tetapi yang hanya dititipkan oleh orangtua nya, jika anak yatim tersebut tidak berpendidikan atau tidak bersekolah maka bisa di sekolahkan di perguruan Unida ini, Baik itu di SD, SMP, dan SMK Amaliah maupun di Universitas nya dengan syarat mereka harus mau menghafal Quran dan sudah mempunyai hafalan Alquran"  ujar Dr. H. Martin Roestamy S.H., M.H dalam sambutannya. 

Siti Alfiah, salah satu Santri Mahasiswa Bina Tauhid yakin Bulan Muharram penuh dengan manfaat. "Selain dari kita bisa memperingati hari asyuro, disini kita dapat menyantuni anak yatim dan tentu nya mendapatkan ilmu baru juga.Sedikit yang dapat diambil dari penceramah bahwa Bulan muharram ini adalah bulan Allah. Dimana pada bulan ini hendaknya kita memperbanyak amal sholeh, baik dengan berpuasa, menyantuni anak yatim dan lain-lain. Dibulan ini kita sebisa mungkin dapat menjadikan diri kita lebih baik lagi. Karena setiap amalan di bulan ini akan Allah lipat gandakan ganjarannya dibandingkan hari-hari biasa di bulan lainnya." tutup Siti. 
(Lathifah Nur Salsabila)

READ MORE
Santri Mahasiswa Raih Prestasi Lagi

Kabar gembira datang dari  dua orang Santri Mahasiswa Pondok Pesantren Mahasiswa Bina Tauhid Universitas Djuanda Bogor bernama Muhammad Sulaiman Jazuli Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan muhammad Hilman maulana Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan yang masing masing meraih Juara 2 dan Juara Harapan 2 pada Cabang Lomba Musabaqoh Tilawatil Quran Tingkat Nasional Mahasiswa dalam Gebyar Agria Religi 2019 yang diselenggarakan oleh  Institut Pertaninan Bogor pada tanggal 14-15 September 2019.

Prestasi ini sekaliguas menjadi berita gembira pembuka tahun ajaran baru 2019/2020. Dalam wawancaranya, sulaiman mengatakan bahwa untuk lomba ini, persiapan dilakukan dengan berlatih secara rutin.

“Persiapan dalam mempersiapkan perlombaan adalah dengan latihan rutin dipondok pesantren yang sudah dijadwalkan satu kali dalam sepekan dan latihan mandiri.” Kata sulaiman

Hilman mengatakan dirinya sangat bersyukur  meskipun dirinya meraih juara harapan dua tapi dirinya akan terus berjuang berdakwah melalui alqur’an.

“Alhamdulillah bersyukur banget meskipun juara harapan dua, saya insyallah akan terus berjuang berdakwah lewat alqur’an.” Kata hilman.

“Tipsnya adalah berlatih, berlatih dan berlatih.” Tambah Hilman.

Sulaiman juga menambahkan, Tips agar kita berprestasi diantaranya adalah dengan meniatkan semuanya karena Allah, jangan berharap juara tapi tampilkan potensi yang kita miliki dan jangan luypa berdoa kepada Allah SWT.

“ Niatkan semuanya karena Allah, jagan berharap juara tapi tampilkan yang terbaik dari potensi yang kita miliki dan jangan berdoa kepada Allah SWT.” tutur sulaiman.

READ MORE
...sebab cinta terlalu agung untuk diungkap dengan kata-kata.

...sebab cinta terlalu agung untuk diungkap dengan kata-kata.
Oleh: Inayatullah Hasyim
Dosen Universitas Djuanda Bogor. 

Ketika Khadijah wafat, Rasulallah ? sangat berduka. Bahkan saat sudah menikah dengan Aisyah sekalipun, Rasulallah ? masih sering ingat almarhumah Khadijah.

Sesungguhnya, sekuat apapun seorang pria, dia akan terpukul ketika "setengah jiwanya pergi". Itulah juga yang kita lihat pada Prof. Dr. Ir. B.J. Habibie, Presiden Republik Indonesia ke-3. 

Sejak Ainun Habibie meninggal, Habibie telah kehilangan separuh jiwanya. Dia tak lagi jadi elang yang berbicara dengan bola mata berbinar, menjelaskan mimpi dan ambisinya menjadikan Indonesia negara dirgantara yang maju. Dia telah jadi eyang yang menangis saat menyebut Ainun, mengais sisa-sisa tenaga untuk membuktikan cintanya. Kepada Ainun, kata Habibie suatu hari, cintanya bukan lagi cinta sejati, tetapi cinta ilahi.

Bagi sebagian orang, Habibie barangkali sangat naif. Dia begitu mencintai Aiunun, tetapi itulah cinta, sesuatu yang -- kata Imam Ibnu Hazm Al-Andalusi -- hanya bisa difahami oleh orang yang merasakannya. Habibie dan Ainun bagaikan sepasang merpati yang telah mematut janji di depan Ilahi. Melihat wajah keduanya saja, kita sudah bisa merasakan kesamaan sifat yang saling melengkapi itu.  Demikianlah pula Ibn Hazm al-Andalusi menulis: 

 

"Dan di antara tanda-tanda cinta adalah bahwa engkau tak akan mendapati sepasang suami-istri kecuali bahwa keduanya memiliki kemiripan, kesamaan pada beberapa sifat pembawaannya; hal demikian mestilah selalu ada, meskipun sedikit. Maka, semakin banyak sisi kemiripan, semakin banyak pula keserasian dan ketenteraman. Kalian dapat buktikan hal ini secara kasat mata. Demikianlah Rasulalah ? menyampaikan hal itu, "ruh bagaikan tentara yang saling satu-padu; bila saling mengenal niscaya selalu terikat; bila saling berseberangan, niscaya selalu bertentangan..."

Selamat jalan Pak Habibie. Semoga teladanmu menjadi inspriasi kami semua.

READ MORE