Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG) Universitas Djuanda Bogor selenggarakan Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat bertemakan Peningkatan Daya Saing Desa Melalui Penerapan Pendidikan Karakter Tauhid dan Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Syariah. (06/09/2022)

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Aal Lukamanul Hakim, M.H., Dekan FAIPG UNIDA Dr. (Cand) Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I sebagai Keynote Speakers, turut hadir sebagai narasumber diantaranya Dr. Zainal Arifin, M.Si. Ketua Prodi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Dr. Sufyati HS., S.E., MM. Dosen Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Dr. H. Agung Muttaqien, M.Pd. Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab FAIPG UNIDA, Sobrul Laeli, M.Pd. Sekretaris Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FAIPG UNIDA, Imam Abdul Aziz, S.E.I., M.Si. Ketua Prodi Perbankan Syariah FAIPG UNIDA, Muhammad Amin, S.H.I., M.Si. Sekretaris Prodi Ekonomi Syariah, Dosen, dan Mahasiswa Semester 7.

Dalam sambutannya Wakil Rektor I Bidang Akademik menyatakan ada 2 Persfektif dalam kegiatan Seminar Nasional Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat.

“Dalam seminar kali ada 2 hal yang bisa kita lihat persfektnya, yang pertama bahwa pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat ini mejadi penggenap kita sebagai Dosen diperguruan tinggi karena bagaimanapun tridharma perguruan tinggi itu digenapi oleh dharma ketiga yaitu pengabdian tentu dharma ketiga itu menjadi pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu item yang sangat penting dilakukan  sehingga memang dharma kita selaku  yang berkecimung di dunia penddidikan  tinggi menjadi utuh dengan adanya pengabdian kepada masyarakat, dan yang kedua dengan dilaksanakannya seminar nasional hasil pengabdian kepada masyarakat,   tentu ini menjadi bentuk akuntabilitas publik, dari semua yang stakeholder terkait  di FAIPG  setelah melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat  dalam sekian waktu tertentu di tempat / desa tentunya. Seminar hari ini menjadi bentuk akuntabilitas publik, pertanggung jawaban publik  dari hasil pelaksanaan tridharma  perguruan tinggi. Tetapi tentu tidak hanya sebatas seminar saja , kita harapkan implementasi dan  aplikasi di masyarakat itu yang  juga sangat penting tidak hanya sekedar pelaksanaan  dilapangan  terus kita seminarkan maka selesai hanya didokumentasi saja , tentu kedepan ini berkelanjutan.” Tutur beliau

Dalam Sesi panel 1 Dr. (Cand) Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I. selaku Keynote Speakers memaparkan  mengenai Membangun Desa Melalui Pendidikan Karakter Tauhid di Era Digital.

“Berbicara tentang pengabdian kepada masyarakat atau kegiatan yang telah kita laksanakan oleh para teman-teman pengabdi kepada masyarakat khususnya Mahasiswa, kita kembali lagi apa fungsi mahasiswa bagi kehidupan masyarakat  ada 4 Fungsi Mahasiswa bagi kehidupan bermasyarakat yaitu diantaranya Mahasiswa harus berdiri di barisan paling depan untuk menggerakan perubahan ke arah lebih baik, melakukan control kepada hal-hal yang bertentangan dengan nilai keadilan di Masyarakat, Mahasiswa harus mampu mencerminkan nilai karakter terbaik sesuai dengan  tingkatan intelektualnya, Menjaga nilai-nilai luhur seperti kejujuran, empati, keadilan, gotong royong dan lain-lain ” tutur belau dalam pemaparannya

Dr. Zainal Arifin, M.Si. Selaku Narasumber pertama yang memaparkan beberapa hal mengenai peningkatan kapasitas pengelolaan Lembaga pendidikan dasar dan menengah

“Ada beberapa pilar pembangunan Indonesia 2045 yaitu diantaranya pengembangan manusia dan penguasaan IPTEK, pembanguna ekonomi yang berkelanjutan, pemerataan pembangunan, dan pemanpaatan ketahanan nasional dan tata Kelola kepemerintahan. Saya kira peran Mahsiswa dan perguruan tinggi ikut terlibat dalam proses pembangunan manusia dan iptek itu melalui jalur pendidikan. Sistem pembangunan pendidikan itu ada kualitas dan layanan pendidikan merata, peran masyarakat dalam pembangunan pendidikan, profesionalisme Guru dan perubahan Metode pembelajaran, Budaya sekolah dan Baca, dan Pendidikan VOkasi  Enterpreneurship dan karakter. Untuk literasi kita melakukan pengabdian kepada Masyarakat di bidang Lembaga pendidikan, maka otomatis literasi ini perlu ditingkatkan di sekolah-sekolah ada literasi data, literasi teknologi dan literasi manusia ” tutur beliau

Dr. H. Agung Muttaqien, M.Pd selaku Narasumber kedua yang memaparkan mengenai pemanfaatan potensi Desa dengan kompetensi Mahasiswa pecinta Bahasa Arab

“Motivasi pengabdi Desa diantaranya Desa merupakan sumber ekonomi riil dan penghidupan Sebagian besar penduduk Indonesia, kemajuan Desa bernilai strategis, baik dari aspek pendidikan, ideologi, politik, ekonomi serta pertahanan dan keamanan, UU No 5 tahun 2014 tentang Desa merupakan manifestasi pentingnya pembangunan Kawasan pedesaan, potensi Desa yang belum dioptimalkan pemanfaatannyasecara berkelanjutan, perguruan tinggi berkewajiban membantu percepatan program-program pembangunan dengan sentuhan sains dan teknologi unggulannya. Adapun tujuan khususnya yaitu memberikan solusi permasalahan Masyarakat Desa  dengan pendekatan holistic riset multi disiplin, mengaplikasikan hasil riset unggulan perguruan tinggi sesuai dengan urgensi masyarakat Desa,  memberikan penguatan potensi Masyarakat Desa melalui aplikasi hasil riset (Sistering Desa), Membentuk Desa binaan sebagai salah satu model kampung Arab (Arabic Village) yang komunikatif, dan Memfasilitasi dan memonitoring proses pembelajaran Bahasa Arab dan Arabic Village secara berkala/perdua pekan” tutur beliau

Sobrul LAeli, M.Pd.I selaku narasumber dalam sesi panel 1 memaparkan materi mengenai peningkatan mutu luaran KKN di Bidang Pendidikan

“Kegiatan selama KKN diantaranya Pemanfaatan teknologi, pendampingan belajar, penyelenggaraan Workshop, dan keaksaraan fungsional. Adapun tujuan luaran dan makna luaran KKN bagi Mahasiswa yakni meninkatkan empati dan kepedulian Mahasiswa, menerapkan IPTEKS secara team work dan interdispiner, menanamkan nilai kepribadian meliputi keuletan, etos kerja dan tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan dan kewirausahaan.” Tutur beliau

Dalam Sesi panel 2, hadir sebagai Narasumber pertama  Dr. Sufyati HS., S.E., MM, memaparkan materi mengenai sinergi ketahanan ekonomi dalam meningkatkan kesejahteraan ummat

“Kita harus melakukan sinergi dan kolaborasi, jadi melakukan pengabdian kepada masyarakat maka kita perlu melakukan secara sinergi dan kolaborasi. Saya mengambil ketahanan ekonomi, karena lagi-lagi pada saat pandemi banyak sekali dari lingkungan yang terdekat ketahan ekonomi warga. Ketahanan tidak hanya ekonomi sandang pangan dan sebagaianya jadi disini pendekatan ketahanan ekonomi. Jadi dari lingkungan kita sendiri, keluarga, sekitar misalnya tetangga kita harus lihat kebutuhan mereka apa, dampak dari pandemi apa, jadi Ketika kita akan melakukan pengabdian kepada masyarakat  tentu saja kita harus riset mengetahui kebutuhan masyarakat apa saja” tutur beliau

Imam Abdul Aziz, S.E.I., M.Si menjadi narasumber kedua dalam sesi panel 2, memaparkan peningkatan aksesibilitas nelayan di Pelabuhan Ratu pada Lembaga keuangan Syariah melalui pelatihan pengelolaan keuangan.

“Latarbelakang kami dalam pengabdian ini adalah adanya pendapatan nelayan tidak tetap,  perilaku konsumtif, rendahnya aksebilitas nelayan pada Lembaga keuangan Syariah. Metode yang digunakan metode pendekatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan Participatory Action Research(PAR), Peserta terdiri dari 16 Nelayan yang kategori nelayan kecil yang berdomisili di wilayah Pelabuhan ratu, dan metode pelaksanaan dilakukan dengan pelatihan dan pendampingan. Tahap pelakasanaan persiapan, survey dan pra pelaksanaan” tutur beliau

Muhammad Amin, S.H.I., M.Si. selaku narasumber ketiga dalam sesi panel 2 menyapaikan materi Peningkatan kompetensi kemitraan UMKM dengan Lembaga keuangan mikro Syariah di kota bogor

“sektor usaha yang dilakukan oleh UMKM kota Bogor beraneka ragam dan Sebagian besar adalah produk makanan dimana bahan bakunya merupakan hasil bumi yang berasal dari daerah tersebut. Produk yang dihasilkan oleh UMKM Kota Bogor bukan merupakan produk yang biasa-biasa saja, produk-produk tersebut memiliki nilai dan ciri khas tersendiri dan ini merupakan nilai tambah untuk dapat bersaing di pasar loka maupun mancanegara. Akan tetapi permasalahannya tidak hanya pada seberapa mampu UMKM tersebut menghasilkan dan mengolah bahan baku yang tersedia, permasalahannya yang sering kali muncul ke permukaan bukan hanya produk dan turunannya tetapi ada hal lain salah satunya adalah keterbatasan modal dan lain sebagaianya.” Tutur beliau

Sebagai informasi kegiatan ini kurang lebih dihadiri 220 Peserta.