Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMA PGSD) Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru Universitas Djuanda Bogor, menyelenggarakan kegiatan kajian keagamaan dengan tema "Fenomena Citayem Fashion Week Dalam Kacamata Islam. Kegiatan ini berlangsung secara online melalui zoom meeting (25/08/2022)

Tujuan diselenggarakannya kajian keagamaan ini, yakni untuk mengetahui bagaimana cara berpakaian dan cara berjalan yang benar dalam islam terutama untuk para laki-laki yang semakin hari semakin banyak yang berperilaku dan berpakaian menyerupai perempuan

Kajian keagamaan ini lebih ditujukan kepada anak muda yang suka mengikuti trend yang sedang viral di berbagai media sosial. Adanya Citayem Fashion Week ini membantu para anak muda untuk mengekspresikan suatu kreativitasnya dan ekspresi percaya diri mereka untuk tampil berbeda di citayem fashion week tersebut. Dalam kacamata publik trend tersebut menuai pro karena trend ini mendukung brand lokal dan membuat pedagang umkm yang berjualan disana ramai pembeli, selain itu banyak sekali public figure yang mendukung trend tersebut.  Di sisi lain trend ini menuai kontra dari sudut pandang islam terkait semua orang bebas berekspresi termasuk para pria atau laki-laki yang mengenakan pakaian wanita bahkan high heels dan make up layaknya seperti perempuan mereka juga turut berlenggak-lenggok di catwalk zebra cross.

Pemerintah seharusnya jangan membiarkan perilaku seperti itu di biarkan tampil di ranah publik karena  sangat bertentangan dengan falsafah bangsa dan ajaran Islam. Tentunya dalam ajaran islam berbusana diwajibkan menutup aurat tidak membentuk lekuk tubuh tidak transparan dan tidak menyerupai pakaian laki-laki maupun perempuan. Mengikuti sebuah trend adalah bentuk kreativitas yang di perbolehkan dengan catatan trend tersebut dilakukan secara baik dan benar terkait kebebasan berekspresi tentunya tidak dilarang namun dengan catatan tetap menghormati nilai-nilai agama dan budaya bangsa yang di idiologikan Pancasila.

Kita semua tentu mengharapkan agar para generasi muda saat ini beretika sesuai keyakinannya berperilaku dengan norma.  Silahkan terus mengembangkan suatu kreativitas fashion dengan tetap dalam identitas gendernya laki-laki sebagai laki-laki perempuan sebagai perempuan. Kita harus selalu menghindari perilaku yang bisa berdampak atau mengarah ke hal negatif seperti pamer, perilaku LGBT dan pergaulan bebas. Kita harus menjadi generasi bangsa yang bisa tampil positif yang senantiasa menjunjung tinggi dan berekspresi sesuai dengan nilai agama budaya dan falsafah Bangsa Indonesia.

Acara ini berlangsung selama 1 jam 45 menit yang di awali dengan menyanyikan lagu  Indonesia Raya dan Hymne Universitas Djuanda Bogor, selnjutnya sambutan dari ketua panitia kajian keagmaaan, sambutan dari Ketua Hima PGSD Universitas Djuanda Bogor, dan kepala Prodi PGSD Dr. Helmia Tasti Adri M.Pd, Si. Kemudian di lanjutkan sesi materi yang dibawakan oleh Dr.Hj. Lilis Fauziah Balqis SH,I, MA,Ek dengan tema "Fenomena Citayem Fashion Week Dalam Kacamata Islam", setelah penyampaian materi di lanjut dengan sesi diskusi atau tanya jawab yang di pandu oleh moderator,  Setelah itu di lanjut dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri ibu Dr.Hj. Lilis Fauziah Balqis SH,I, MA,Ek, dilanjut engan sesi dokumentasi dan di tutup dengan doa.

Feedback yang di dapatkan dari acara Kajian keagamaan yaitu : Menambah relasai dan menambah wawasan, Mengetahui cara berpakaian yang benar dan cara berjalan yang benar secara islam, Peserta kajian mengetahui bahwa berpakaian tidak dalam gendernya seperti laki-laki menyerupai perempuan dan perempuan menyerupai laki-laki itu tidak boleh dalam sudut pandang islam dan Peserta dapat menerapkan materi yang telah di sampaikan di kehidupan sehari-hari .