Kondisi pandemi Covid-19 yang belum reda saat ini mendesak pemerintah untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk Jawa-Bali dan diperluas hingga ke beberapa wilayah lain di Indonesia. Kondisi ini berdampak kepada masyarakat luas dalam berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan, agama, ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dalam keterbatasan, masyarakat harus terus beraktivitas dengan beradaptasi dalam kondisi kenormalan baru saat ini. Walau dirasa tidak mudah, banyak hal dapat diupayakan agar kondisi pandemi dapat segera teratasi.

Pemerintah terus melakukan upaya agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dalam konsep kenormalan baru (new normal) hingga pandemi dapat teratasi. Upaya ini perlu terus didukung oleh masyarakat di berbagai lapisan, tidak terkecuali bagi perguruan tinggi. Untuk mendukung program pemerintah dalam menyelesaikan masalah pandemi ini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor menyelenggarakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata dalam masa Adaptasi Kebiasaan Baru (KKN AKB). KKN merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa FKIP UNIDA Bogor. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang mana tahun 2021 ini bukan kali pertama FKIP UNIDA Bogor menyelenggarakan KKN AKB. Program serupa telah dilaksanakan sejak tahun 2020 di masa awal pandemi.

Dalam rangka persiapan KKN AKB tersebut, FKIP UNIDA Bogor menyelenggarakan pembekalan bagi 184 peserta KKN dari 3 program studi; Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui fasilitas Zoom Cloud Meeting, Selasa (13/7).

Abdul Kholik, M.Pd.I selaku Ketua Pelaksana KKN AKB menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal bagi peserta KKN dalam melaksanakan KKN AKB di masyarakat. Kondisi pandemi saat ini tidak menyurutkan langkah FKIP UNIDA Bogor untuk tetap memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, hanya saja format pelaksanaan disesuaikan dengan kondisi PPKM saat ini.

“KKN dilaksanakan secara individu di lokasi domisili masing-masing dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Adapun materi yang disajikan dalam pembekalan KKN AKB ini meliputi etika dan adab dalam pelaksanaan KKN AKB, perencanaan program KKN AKB, serta manajemen pelaksanaan dan penyusunan luaran KKN AKB,” tutur Abdul Kholik, M.Pd.I dalam sambutannya.

Materi pertama terkait etika dan adab pelaksanaan KKN AKB disampaikan oleh Dekan FKIP UNIDA Bogor, Zahra Khusnul Lathifah, M.Pd.I yang menekankan bagaimana peserta KKN dapat melaksanakan berbagai program di masyarakat dengan mengedepankan etika dan adab yang baik.

“Pelaksanaan KKN hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai penuntasan mata kuliah wajib, namun lebih dari itu, peserta KKN AKB dapat berdakwah dan membawa nilai-nilai baik keislaman di masyarakat,” ujarnya.

Materi kedua terkait perencanaan program KKN AKB disampaikan oleh Wakil Dekan II FKIP UNIDA Bogor, Mega Febriani Sya, M.Pd yang memaparkan bahwa dalam merencanakan program KKN, peserta KKN terlebih dahulu harus mampu mengidentifikasi masalah, kendala, dan potensi yang ada di masyarakat.

“Dari apa yang kita temukan di lapangan, selanjutnya masalah dan kendala perlu diupayakan penyelesaiannya dan potensi perlu diupayakan pengembangannya. Sehingga melalui KKN AKB ini, peserta KKN dapat hadir sebagai fasilitator dan problem solver di masyarkat,” ungkapnya.

Materi ketiga atau terakhir, terkait manajemen pelaksanaan program dan penyusunan luaran KKN AKB yang disampaikan oleh Wakil Dekan I FKIP UNIDA Bogor, Teguh Prasetyo, M.Pd. Dalam pemaparannya, menyampaikan strategi pelaksanaan program KKN dengan berorientasi kepada luaran yang dihasilkan.

“KKN AKB menargetkan luaran berupa laporan pengabdian masyarakat, artikel ilmiah, dan dokumentasi pelaksanaan melalui media sosial. Untuk memotivasi peserta KKN AKB agar dapat memberikan kontribusi terbaik, panitia penyelenggara juga mengadakan perlombaan untuk 3 kategori, yaitu program kerja terbaik, pengelolaan media sosial terbaik, dan video dokumenter terbaik,” paparnya.

Kegitan pembekalan KKN diakhiri dengan sesi diskusi, doa, dan foto bersama. Peserta KKN AKB terlihat antusias mengikuti rangakaian acara hingga akhir.