Universitas Djuanda - Kampus Bertauhid
Sambutan Chancellor - Universitas Djuanda

Sambutan Chancellor

26/01/2019

Saat memberikan sambutan sebagai pembuka Pelatihan Motivasi Man Jadda Wajada bagi Mahasiswa UNIVERSITAS DJUANDA (UNIDA) Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, SH, memberikan oleh-oleh cerita yang sangat menarik. Sebuah dongeng tentang bagaimana kesungguhan disertai tawakkal akan memberikan hasil yang terkadang di luar nalar manusia.

Al-Kisah, pada suatu hari, seorang raja di negeri entah berantah akan menikahkan anaknya yang tersohor kecantikannya di seluruh negeri. Seperti biasa, raja biasanya membuat sayembara bagi untuk menentukan pilihan bagi calon menantunya. Kali ini sayembaranya adalah bagi siapa saja yang bisa mengumpulkan mutiara sebanyak satu ember dalam waktu paling cepat, ia akan diangkat menjadi menantu.

Banyak pangeran dari berbagai kerajaan di sekitar dengan segera mengikuti sayembara itu. Mereka berlomba-lomba menyewa kapal terbaik dan para penyelam terbaik untuk mengumpulkan mutiara itu dengan cepat. Mereka sangat bersemangat untuk segera mengumpulkan mutiara itu sebanyak-banyaknya. Syahdan, ada seorang pemuda, sebut saja namanya Nabil. Nabil adalah pemuda miskin, yang tidak bisa menyewa kapal dan juga tidak bisa menyewa penyelam. Karena itu, ia berpikir ia akan menguras laut dengan embernya dari tepi pantai agar ia bisa mengumpulkan mutiara itu kalau laut sudah kering. Ia tahu bahwa laut itu luas sekali, karena itu ia berangkat habis subuh untuk mulai menguras pantai dengan ember. Mulailah ia bekerja keras menguras laut itu, siang hari ia mendapati bahwa laut mulai surut, ia sangat bergembira, tetapi lautpun kemudian pasang lagi di malam hari. Begitu seterusnya, tetapi ia tidak pernah berputus asa untuk terus menguras laut.

Hingga suatu hari, tiba-tiba di embernya masuklah seekor ikan. Ternyata ikan itu adalah anak raja ikan di laut. Ikan itu berteriak: "Keluarkan aku, aku adalah anak raja laut, aku akan memberimu apa saja yang kau inginkan kalau kau lepaskan aku kembali ke lautan". Nabilpun melepaskan ikan itu ke laut sambil meminta agar ia dibawakan mutiara yang banyak dari dalam laut. Akhirnya, anak raja ikan itu memberitahu ayahnya kalau ia baru saja ditolong oleh Nabil. Karena mau menolong anaknya, raja ikan memeintahkan anak buahnya untuk mencari mutiara sebanyak-banyaknya. Dalam waktu sekejap, mutiara-mutiara itupun terkumpul dan dilempar oleh ikan-ikan tersebut ke pantai di mana Nabil berada. Dengan senang hati, Nabilpun mulai mengumpulkan mutiara tersebut hingga lebih dari satu ember. Dengan penuh suka cita, Nabilpun menyerahkan mutiara itu kepada Raja. Raja kaget bukan kepalang karena Nabil bukanlah pangeran yang mempunyai uang untuk menyewa kapal dan penyelam untuk menangkap mutiara.

Tetapi sesuai janjinya, Nabil akhirnya dinikahkan dengan puterinya yang cantik. Mereka akhirnya berbahagia selamanya. Moral of the story: yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan adalah kerja keras, bukan hanya uang dan kecerdasan kita.