Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIDA Bogor lolos seleksi program Kampus Mengajar Angkatan 1 Tahun 2021 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD) Republik Indonesia (16/3). Adapun mahasiswa FKIP yang lolos seleksi diantaranya Rahmad Syah Dewa dari Program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Siti Rodiah dari Prodi MPI, Siti Hafazillah Astiasari dari Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Lala Zulfa dari Prodi PGSD, Ega Aprilimuti dari Prodi PGSD, Avivah Nur Afiant dari Prodi PGSD dan Mega Milenia Vebriyanti dari Prodi MPI.

Kampus Mengajar adalah bagian dari program Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memberikan  kesempatan kepada mahasiswa belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan. Di program kampus mengajar, mahasiswa akan ditempatkan di Sekolah Dasar (SD) di seluruh Indonesia dan membantu proses belajar mengajar di sekolah tersebut, khususnya sekolah di daerah terpencil. Penempatan sekolah tempat mengajar disesuaikan dengan domisili masing-masing peserta. Mahasiswa dapat mendaftarkan diri pada program ini secara online dengan terlebih dahulu registrasi akun di laman Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) dan dilanjutkan Login Akun. Setelah itu, mahasiswa melengkapi syarat pendaftaran dan mengikuti 2 tahap seleksi. Mahasiswa yang mengikuti program ini diutamakan mahasiswa yang memiliki pengalaman organisasi ataupun pengalaman mengajar.

Sekretaris Program Studi PGSD, Resti Yektyastuti, M.Pd. dalam sesi wawancara menyatakan bahwa program ini bertujuan untuk membantu Bapak dan Ibu Guru serta adik-adik Sekolah Dasar untuk mendapat kesempatan belajar optimal di kondisi terbatas dan kritis selama pandemi. Melalui program ini pula diharapkan mahasiswa dapat mengembangkan diri, khususnya kreativitas, kepemimpinan, dan kemampuan interpersonal lainnya.

“Jalannya program tersebut nantinya mahasiswa yang lulus seleksi selanjutnya mengikuti kegiatan pembekalan sebelum ditugaskan ke sekolah tujuan. Selanjutnya mereka akan mengajar di sekolah tempat penugasan selama 12 pekan dari 22 maret hingga 25 juni 2021. Melalui program ini, mereka akan mendapatkan uang saku senilai Rp.700 ribu per bulan, Potongan UKT (Uang Kuliah Tunggal) maksimal Rp2,4 juta satu kali, Konversi sks untuk memenuhi syarat gelar sarjana sebesar 12 sks, dan sertifikat peserta program Kampus Mengajar. FKIP Unida menerapkan dispensasi perkuliahan kepada seluruh mahasiswa yang lolos program ini agar dapat mengikuti kegiatan secara penuh,” ungkapnya.

“FKIP sangat berbangga dan mengaprisasi kepada para mahasiswa yang lolos seleksi dan dapat mengikuti kegiatan ini. Kami menaruh harapan besar kepada mereka untuk dapat memberikan kontribusi terbaik dengan niat dan hati tulus ikhlas selama menjalankan tugas. Niatan yang baik insyaAllah juga akan memberikan hasil terbaik untuk semua pihak. Keikutsertaan mahasiswa pada program ini tidak hanya menjadi kesempatan menimba ilmu dan pengalaman bagi mahasiswa, tapi juga menjadi ajang promosi kepada masyarakat bahwa Universitas Djuanda memiliki mahasiswa yang berkualitas dan dapat berkontribusi nyata di masyarakat,” tambah Resti Yektyastuti, M.Pd.

Perwakilan mahasiswi FKIP yang lolos Seleksi Kampus Mengajar, Siti Rodiah dalam sesi wawancara menyatakan manfaat dari program ini sangat banyak, salah satunya sebagai mahasiswa terutama mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan dapat terjun langsung dan mempraktikan teori-teori yang telah diajarkan. Dan yang paling penting adalah mengabdi pada bangsa.

“Harapan kedepanya dari program ini yang pastinya semoga ditahun berikutnya ada lagi program Kampus Mengajar Angkatan 2. Dan untuk mahasiswa yang terpilih di kampus mengajar saya mengucapkan selamat dan terus semangat mengabdi pada negara. Dan untuk mahasiswa yang belum terpilih ayoo lebih semangat lagi, mencoba lagi untuk mengikuti program-program lainnya. Mahasiswa harus menjadi bagian dari solusi seluruh permasalahan bangsa. Kalau bukan kita, siapa lagi?,” pungkas Siti Rodiah.