Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor bekerjasama dengan Liputan6 selenggarakan Webinar yang bertemakan “Bijak Menelan Informasi di Era Digital” (07/05). Webinar ini diisi oleh Redaktur Pelaksana Liputan6.com, Edu Krisnadefa, Koordinator Pegiat Cek Fakta Liputan6.com, Karmin Winarta dan Dosen Penulisan Berita FISIP UNIDA Bogor, Maria Fitriah, S.Sos., M.Si. dan dihadiri oleh Dekan FISIP UNIDA Bogor, Drs. Denny Hernawan, MA. beserta jajaran. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom Cloud Meetings dan live streaming via Youtube.

Dekan FISIP UNIDA Bogor, Drs. Denny Hernawan, MA. dalam sambutannya menyatakan bahwa kerjasama antara UNIDA Bogor dan Liputan6.com ini diimplementasikan dengan acara yang kongkrit berbentuk webinar. Kegiatan ini didasari oleh keprihatinan pada saat kondoisi seperti ini terutama di era digitalyang sebagai masyarakat bisa mengakses hal-hal positif sampai hal-hal yang dramatis secara bebas, itu tidak bisa bisa dipungkiri memberikan manfaat untuk memperoleh sesuatu seperti pengetahuan, namun ada juga kekhawatiran perkembangan era digital termasuk dalam ranah hukum menunjukan adanya gejala yang mengkhawatirkan tentang pelanggaran informasi dan hamper setiap orang bebas akses informasi terutama melalui media sosial.

“Pada saat ini pihak orang tua merasa khawatir dengan penggunaan media sosial yang melampaui batas atau kecanduan dan itu termasuk gangguan kejiwaan. Harapannya siapapun yang memanfaatkan media sosial baiknya digunakan secara bijaksana karena jika kita menggunakan media sosial secara bijaksana maka tidak akan ada masalah terhadap penggunaan media sosial tersebut,” tutur Drs. Denny Hernawan.

Redaktur Pelaksana Liputan6.com, Edu Krisnadefa dalam penyampaian materinya yang berjudul “Tangkal Hoaks dengan Melek Literasi Digital” menyatakan bahwa literasi saat ini bukan hanya menulis dan membaca tetapi literasi saat ini adalah kemampuan dan keterampilan individu dalam pembahasa yang meliputi membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian terntenu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari termasuk juga literasi digital yang saat ini tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Ada pun yang dimaksud dengan literasi digital adalah kemampuan untuk memahami dan menggunakan informasi dalam berbagai bentuk dari berbagai sumber yang sangat luas yang diakses memalui piranti computer.

“Manfaat dari literasi adalah agar kita mampu membentengi diri dari kemajuan teknologi, dan bisa memilih informasi yang tepat, tak berpengaruh hoaks dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial. Dan hoaks adalah berita bohong atau berita tidak bersumber, hoaks adalah informasinya yang sesungguhnya tidak benar tetapi seolah-olah dibuat benar, tentu dalam masa pandemi seperti ini masyarakat sering kegiatan di rumah dan banyak menerima infomasi hoaks yang beredar khususnya mengenai COVID-19 yang tercatat berjumlah 1.538 berita hoaks dan berita hoaks yang tersebar lewat konten di media sosial berjumlah 3.165 berita, maka dari itu perlunya literasi digital untuk membentengi diri dari berita hoaks,” ungkap Edu Krisnadefa.

Dosen Penulisan Berita FISIP UNIDA Bogor, Maria Fitriah, S.Sos., M.Si. dalam sesi pemaparan yang berjudul “Cerdas dalam Informasi Digital Dinamika Hoaks” menyatakan bahwa mahasiswa saat ini harus cerdas dalam memahami informasi karena saat ini merupakan era digital yang dimana informasi bisa diakses oleh siapa pun. Cerdas dalam informasi disini maksudnya bukan dalam akademik saja tetapi harus dalam informasi juga yang dimana kita bisa memilih dan memilah berita. Memilih informasi adalah memilih informasi dari media yang tepat, sedangkan memilah informasi yaitu pilih berita yang sesuai kebutuhan, baca berita dengan lengkap dan jangan judulnya saja, mengambil informasi dari sumber terpercaya, memilih lebih dari satu sumber informasi serta berpikir kritis.

“Dalam hal media sosial, masyarakat paling banyak menggunakan Youtube dan yang kedua WhatsApp dan yang ketiga yaitu Instagram. Media sosial dianggap sebagai salah satu teknologi yang penggunaannya mengikat sebagai sumber informasi, media sosial merupakan bagian internet yang memberikan kekuasaan setiap orang untuk menginformasikan gagasannya kepada orang lain baik secara interpersonal maupun kebanyak orang namun terdapat masalah yaitu diantaranya bagaimana menyaring indormasi sehingga berguna bagi pembaca, ketidakjelasan sumber informasi dan keberagaman informasi yang mengarah pada hoaks tersebut cenderung menjadi terror, oleh karena itu mari kita cerdas memilih dan memilih infomasi dan menggunakan media sosial dengan bijak.,” tutunya Maria Fitriah, S.Sos., M.Si.

Koordinator Pegiat Cek Fakta Liputan6.com, Karmin Winarta menyatakan bahwa Liptan6.com sama seperti portal berita lainnya dan yang menjadi kelebihan yaitu Liputan6.com memiliki kanal Cek Fakta yang dimulai sudah 3 tahun yang lalu karena pada saat ini informasi yang menghampiri masyarakat bukan masyarakat yang menghampiri informasi. Dikarenakan pada saat ini tiap individu adalah media, jumlah hoaks yang semakin meresahkan, membahayakan sendi-sendi kehidupan, literasi digital yang rendah dan post truth oleh karena itu komunitas pegiat cek fakta dibutuhkan.

“Banyak manfaat jika kita jadi pegiat cek fakta yang diantaranya yaitu personal branding, meluaskan jaringan, belajar dari member lainnya, lebih cepat mengetahui fakta terbaru, memberantas hoaks, kelas-kelas virtual cek fakta, menulis, moja, video, kesempatan magang serta dilibatkan dalam kegiatan fack checking," ungkap Karmin Winarta.