Fakultas Hukum (FH) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor selenggarakan Pembekalan Sesi-6 Tim Debat Hukum Program Studi Hukum FH UNIDA Bogor dengan tema “Urgensi Pokok-Pokok Haluan Negara” yang digelar secara daring menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meetings (22/11). Kegiatan pembekalan ini diisi oleh Deputi Direktur Bidang Organisasi Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Universitas Andalas, Charles Simabura, SH., MH. dan diikuti oleh Dekan FH UNIDA Bogor, Dr. Hj. Endeh Suhartini, SH., MH, Wakil Dekan II sekaligus Ketua Tim Task Force Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) FH UNIDA Bogor, Ani Yumarni, S.H.I., MH. beserta jajaran dan Wakil Dekan III FH UNIDA Bogor, Mulyadi, SH., MH.. Kegiatan Pembekalan Sesi-6 Tim Debat Hukum tersebut merupakan bagian dari kegiatan PKKM FH UNIDA Bogor.

Dekan FH UNIDA Bogor, Dr. Hj. Endeh Suhartini, SH., MH. dalam pemaparan sambutannya menyampaikan terima kasih kepada narasumber yang pada kesempatan ini dapat memberikan ilmu mengenai debat hukum. Diharapkan dengan pembekalan ini peserta menjadi mandiri dan meningkat pengetahuan mengenai debatnya. Dengan program MBKM ini diharapkan juga mahasiswa dapat benar-benar belajar mandiri dan ilmu yang didapatkan dari kegiatan ini dapat bermanfaat bagi peserta yang dimana merupakan Tim Debat Hukum FH UNIDA Bogor.

Wakil Dekan II sekaligus Ketua Tim Task Force PKKM FH UNIDA Bogor, Ani Yumarni, S.H.I., MH. dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari hibah PKKM dan ini merupakan program untuk peningkatan prestasi mahasiswa dalam kegaitan-kegiatan di luar kampus sehingga dibentuklah tim debat hukum FH UNIDA Bogor.

“peserta dan tim Debat Hukum FH UNIDA Bogor merupakan mahasiswa semester 3 dan semester 5 yang diharapkan dalam waktu yang panjang ini dapat terus dilatih dan dapat diorbitkan ke luar kampus. Kegiatan ini diharapkan juga dapat mempersiapkan Tim Debat Hukum FH UNIDA Bogor untuk dikirim ke luar kampus. Dengan pembekalan ini mahasiswa yang menjadi peserta diharapkan dapat menyimak dengan seksama kegiatan pembekalan ini dan dapat memanfaatkan pembekalan sehingga dapat meningkatkan pengetahuan mengenai debat baik segi skill atau materi,” tutur Ani Yumarni, S.H.I., MH.

Deputi Direktur Bidang Organisasi Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Universitas Andalas, Charles Simabura, SH., MH dalam pemaparan materinya menyatakan bahwa penjelasan nanti dibagi menjadi dua sesi yang pertama pemaparan skill atau kemampuan yang kedua tata cara membangun argumentasi dalam debat. Pertama yang dibutuhkan mahasiswa itu adalah pelatih khusus debat itu sendiri dan pelatih yang benar-benar melatih mahasiswa untuk berdebat dengan kurun waktu yang panjang dan itu cukup sulit ditemukan kemudian diharapkan kampus dapat membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Debat Hukum Konstitusi sehingga mahasiswa dapat berlatih rutin di dalamnya dan mahasiswa diharapkan memperbanyak latihan dan mengikuti lomba sehingga dapat diketahui dimana kekurangannya dan mahasiswa dapat pengalaman karena dalam debat hukum pengalaman itu sangat penting selanjutnya modal berdebat diantaranya mahasiswa harus dapat membangun kepercayaan diri terlebih dahulu dan setelah percaya diri modal yang kedua yaitu menguasai materi yang didebatkan tentunya.

“Latar belakang topik kita dalam pembekalan ini yaitu Urgensi Pokok-Pokok Haluan Negara yang dimana saat ini ada gagasan untuk kembali melakukan Amandemen UUD Negara Republik Indonesia  Tahun 1945 yang dituangkan pada Keputusan MPR Nomor 4 Tahun 2014, oleh karena itu peserta harus dapat menyusun argumentasi mengenai hal tersebut. Adapun tata cara mempersiapkan argumentasi diantaranya argumentasi harus disusun secara runtut mulai dari pembukaan, perdebatan dan kesimpulan serta rekomendasi. Argumentasi juga disusun berdasarkan aspek filosofs, teoritis, yuridis konstitusional, sosiologis, historis dan komparatif. Dan Rujukan dapat berasal dari perdebatan penyusunan (memorie van toelichting atau risalah) konstitusi atau UU serta merujuk pada pendapat ahli yang mempuni baik dari buku maupun jurnal ilmiah,” ungkap Charles Simabura, SH., MH.