Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor melalui Direktorat Pengembangan Usaha Inkubator Bisnis (DPUIB) selenggarakan Webinar Motivasi Kewirausahaan yang bertajuk “Membangun Membangun Berwirausaha dan Tata Cara Pendirian Badan Usaha” (1/04). Webinar ini diisi oleh Pengusaha Sukses Alumni UNIDA Bogor, Muhammad Said, Dosen Fakultas Hukum (FH) UNIDA Bogor, Sudiman Sihotang, SH., MH, Kepala Bidang DPUIB UNIDA Bogor, Danu Suryani, S.Sos., MH. dan turut memberikan sambutan, Rektor UNIDA Bogor, Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si. yang diwakili oleh Wakil Rektor III UNIDA Bogor, Ir. Himmatul Miftah, M.Si.

Wakil Rektor III, Ir. Himmatul Miftah, M.Si. dalam pemaparan sambutannya menyatakan kegiatan ini merupakan implementasi dari Entrepreneurial University yang ditargetkan UNIDA Bogor pada tahun 2035. UNIDA Bogor terus berupaya agar setiap alumni bisa mendatangkan aktivitas yang dimana dapat merekrut tenaga kerja dan menciptakan lapangan pekerjaan. Secara tujuannya Entrepreneurial University yaitu alumni dapat membuat usaha dan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat dan UNIDA Bogor akan mencetak pengusaha-pengusaha muda yang dimana UNIDA Bogor dalam segala kegiatannya akan berdasarkan pada bidang wirausaha.

“Kami selalu mengupayakan kegiatan-kegiatan kewirausahaan dan di UNIDA Bogor memiliki Sentra Kekayaan Intelektual untuk karya cipta dari mahasiswa sehingga produk dari mahasiswa memiliki hak cipta. UNIDA Bogor kedepannya akan bertemu dengan Dinas Kesehatan perihal izin agar produk mahasiswa UNIDA bogor dapat dipasarkan di masyarakat luas secara legal. Kedepannya UNIDA Bogor akan terus meningkatkan dan membangun semangat para pengusaha-pengusaha muda UNIDA Bogor,” tutur Ir. Himmatul Miftah, M.Si.

Kepala Bagian DPUIB, Danu Suryani, S.Sos., MH. dalam pemaparan materinya menyatakan bahwa inkubator bisnis adalah suatu lembaga intermediasi yang melakukan proses inkubasi terhadap peserta inkubasi (tenant) yang dimana di UNIDA Bogor banyak mahasiswa yang menjadu tenant. Peserta inkubasi atau tenant akan memperoleh pembinaan, pendampingan dan pengembangan yang diberikan oleh inkubator wirausaha atau inkubator bisnis. Keberadaan DPUIB sudah banyak mitra yang kerjasama baik mitra dalam bidang pertanian dan bidang lainnya sehingga keberadaan DPUIB UNIDA Bogor dapat memberikan manfaat kepada mitra dan masyarakat.

“Banyak mitra DPUIB UNIDA Bogor seperti dalam bidang peternakan, perikanan, pertanian dan produksi produk yang diantaranya UMKM wilayah Bogor, Sukabumi dan Cianjur, pemerintah daerah, Pemerintah Pusat, dunia usaha serta mitra lain dari UNIDA Bogor. Para mitra atau tenant DPUIB UNIDA Bogor selalu kami dampingi dan bina serta dibantu dalam hal pemasarannya sehingga mitra dapat menyalurkan produknya kepada masyarakat. Adapun program kerja dari DPUIB UNIDA Bogor diantaranya membentuk kelompok wirausaha muda UNIDA Bogor, bimbingan dan layanan konsultasi teknis UKM, magang UKM tenant dan temu bisnis UKM tenant atau forum bisnis,” ungkap Danu Suryani, S.Sos., MH.

Dosen FH UNIDA Bogor, Sudiman Sihotang, SH., MH. dalam penyampaian materinya menyatakan perusahaan adalah setiap bentuk usaha menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus-menerus dan yang didirikan, bekerja serta berkedudukan dalam wilayah negera Republik Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan atau laba.

“Adapun jenis-jenis perusahaan diantaranya perusahaan berbadan hukum dan perusahaan tidak berbadan hukum. Perusahaan berbadan hukum dimana perusahaan yang dikatakan secara hukum sudah memenuhi syarat-syarat hukum sehingga terjadinya pemisahan harta kekayaan terpisah dengan pendiri atau pemegang saham. Perusahaan harus dibentuk sesuai akta pendirian atau anggaran dasar yang disahkan secara hukum. Perusahaan berbadan hukum ini yang termasuk di dalamanya adalah Perseroan Terbatas (PT), Perseroan Terbatas, Terbuka (PT. Tbk.), Perusahaan Perseroan (Persero), Koperasi dan perusahaan umum,” ungkap Sudiman Sihotang, SH., MH.

Pengusaha sukses alumni UNIDA Bogor, Muhammad Said dalam materinya menyatakan para pengusaha terpukul dikarenakan COVID-19 banyak perusahaan yang jatuh dan turun dikarenakan dampak dari COVID-19. Dimana pendemi menjadikan semua orang kreatif dan dalam pandemi ini para pengusaha banyak yang beralih juga kepada usaha yang berdasarkan pada hobi seperti usaha dalam bidang hewan peliharaan seperti kucing dan cupang serta hobi lainnya. Dalam pandemi ini masyarakat diharuskan berpikir cerdas dalam wirausaha dan sebaiknya dalam membuka usaha terlebih dahulu melakukan riset sehingga target dan tujuan dapat tercapai.

“Banyak cara untuk tetap bertahan di dalam dunia usaha terutama di masa sulit seperti pandemi ini dan memang tidak mudah, tetapi dalam kondisi sulit kita harus tetap mencari jalan untuk tetap maju seperti membuka usaha yang sedang meningkat dalam masa pendemi dan kami membuka usaha di bidang hewan peliharaan yaitu kucing yang dimana masyarakat Indonesia merupakan muslim terbesar di Indoneia dan memelihara kucing merupakan sunah serta di masa pandemi ini permintaan adopsi kucing meningkat sehingga kami memutuskan membuka usaha di bidang hewan peliharaan yaitu kucing. Akan tetapi tidak hanya kucing saja yang dapat menjadi peluang dalam pandemi ada juga ikan cupang yang melesat naik di masa pandemi seperti saat ini. Hendaknya kita jangan pernah menyarah dalam kondisi apapun dan apapun kondisinya kita diharapkan berpikir kreatif, cerdas, terus berdoa dan berusaha serta apapun hasilnya kita serahkan pada Allah,” pungkas Muhammad Said.