Fakultas Hukum (FH) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor selenggarakan Webinar yang bertajuk “Peluang dan Tantangan ke Depan Profesi Hukum” yang digelar secara virtual menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meetings (27/7). Webinar ini diisi oleh Dosen Fakultas Hukum dan Magister Hukum UNIDA Bogor, Dr. H. A. Jaka Santos Adiwijaya, SH., LLM.dan Wakil Rektor III UNIDA Bogor, Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si serta dipandu oleh moderator, H. Inayatullah A. Hasyim, LLB., LLM. Selaku dosen FH UNIDA Bogor. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dekan FH UNIDA Bogor, Dr. Hj. Endeh Suhartini, SH., MH. Beserta jajaran dan diikuti oleh mahasiswa dan calon mahasiswa FH UNIDA Bogor.

Dekan FH UNIDA Bogor, Dr. Hj. Endeh Suhartini, SH., MH. Dalam sambutannya menyatakan webinar ini tentunya untuk memberikan informasi detail mengenai bagaimana peluang dan tantangan profesi hukum saat ini dan di masa depan dan menyampaikan MBKM yang nantinya akan menunjang mahasiswa khususnya mahasiswa FH UNIDA Bogor.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang ikut serta dalam kegiatan webinar ini. Mari kita sungguh-sungguh dalam mengikuti webinar kali ini sehingga banyak manfaat dan ilmu yang bisa kita dapat. Untuk mahasiswa FH UNIDA Bogor bersyukurlah dapat menimba ilmu di Fakultas Hukum dan kita sebagai orang hukum pasti akan sangat bermanfaat dan dibutuhkan karena Indonesia ini juga negara hukum dan hukum itu dibutuhkan oleh setiap manusia dimulai saat dilahirkan sampai dengan akhir hayat atau meninggal dunia,” ungkap Dr. Hj. Endeh Suhartini, SH., MH.

Wakil Rektor III UNIDA Bogor, Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si. dalam pemaparan materinya yang berjudul “Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk Kemandirian Mahasiswa” menyatakan bahwa mahasiswa kali ini beruntung karena ada program MBKM yang telah dibuat dan ditetapkan oleh Kementrian Penendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan mahasiswa yang akan masuk tentu lebih dapat banyak mengikuti program MBKM yang luar biasa ini sehingga diharapkan mahasiswa memanfaatkan secara maksimal program-program yang ada di MBKM sehingga dapat memberikan manfaat dan ilmu dan bekal untuk menghadapi tantangan dan peluang dalam profesi hukum di masa mendatang.

“Dalam MBKM ini mahasiswa mendapatkan hak untuk belajar di luar program studi selama 3 semester dimana mahasiswa memiliki kesempatan belajar program studi lain sehingga pengetahuan mahasiswa lebih terbuka sesuai dengan minat mahasiswa. Dan mahasiswa juga sangat dianjurkan untuk belajar di luar kampus dalam kegiatan-kegiatan MBKM yang diantaranya magang, proyek kemanusiaan, pertukaran pelajar, membangun desa, kegiatan wirausaha, penelitian, kampus mengajar dan proyek independen. Kegiatan-kegiatan berikut dapat diikuti oleh mahasiswa dan menjadi hak mahasiswa sehingga ilmu yang di dapat lebih luas dan lebih dapat membekali mahasiswa menhadapi masa depan setelah lulus nanti,” ungkap Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si.

Dosen Fakultas Hukum dan Magister Hukum UNIDA Bogor, Dr. H. A. Ahmad Jaka Santos, LLB., LLM. Dalam pemaparan materinya menyatakan bahwa nantinya dengan MBKM mahasiswa menjadi lebih mandiri dan tentunya lebih tanggung jawab pada diri sendiri. Sarjana Hukum yang baik memiliki prasyarat yang harus dipenuhi diantaranya harus update terutama perihal hokum yang berlaku dan hokum yang sudah tidak berlaku sehingga dalam permasalahan hokum, mahasiswa dapat menyelesaikannya dengan  tepat. Prasyarat kedua yaitu komprehensif atau pengetahuan yang luas dan ini sangat dibutuhkan oleh sarjana hokum terutama pengetahuan segala perihal hokum. Prasyarat ketiga yaitu objektif dan berintegritas yang dimana sarjana hokum diharuskan objektif, tidak boleh subjektif dan tentunya harus berintegritas. Prasyarat keempat yaitu bahasa dan kemampuan komunikasi yang baik baik dari bahasa Indonesia maupun bahasa inggris serta prasyarat kelima yaitu harus ramah teknologi yang harus update dan memahami perkembangan teknologi.

“Sarjana hokum khususnya FH UNIDA Bogor tentunya harus dapat memanajemen waktu dan harus tepat waktu, disipllin waktu, membagi prioritas yang lebih penting dan lainnya. Sarjana hokum juga harus teliti dalam segala hal khususnya dalam hokum harus teliti karena sedikit saja salah seperti salah penulisan maka akan berdampak besar dan juga harus memiliki potensi akademik yang dimana harus pandai baik dalam nilai akademik maupun non akademik. Mahasiswa hokum harus kuat dalam riset dan kuat menganalisis sehingga tidak akan puas dengan satu jawaban serta harus percaya diri karena percaya diri sangat penting untuk sarjana hokum yang kompetensinya dalam hukum itu semua prasyarat untuk menjadi seorang ahli hukum dan menghadapi tantatangan dan juga peluang di dalam profesi hukum,” tutur Dr. H. A. Jaka Santos Adiwijaya, LLB., LLM.