Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang dipimpin oleh Dr. H. Mardani Ali Sera, M.Eng, bersama dengan Dr. H. Jazuli Juwaini, Lc., MA, dan Ir. Moch. Ichsan Firdaus mengunjungi Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor, Selasa (18/1/2022).

Kunjungan tersebut dalam rangka kegiatan bertajuk BKSAP SDG’s Day yang dilaksanakan di Aula Gedung C Kampus UNIDA Bogor dengan mengangkat tema “Diplomasi Soft Power Parlemen Indonesia melalui Dunia Pendidikan”. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor UNIDA Bogor, Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si beserta para Wakil Rektor, para Dekan dan Wakil Dekan, para Direktur lembaga, serta para mahasiswa.

Rektor UNIDA Bogor Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si dalam sambutannya menuturkan, saat ini dunia pendidikan masuk dalam era model Merdeka Belajar Kampus Merdeka atau MBKM. Hal ini menuntut institusi pendidikan, khususnya pendidikan tinggi untuk selalu bergerak secara dinamis.  Selain itu, perlu adanya peningkatan kerja sama sehingga kolaborasi dengan setiap institusi dan lembaga merupakan hal yang menjadi sebuah keharusan.

“Tentunya ini kita harus lebih adaktif dan proaktif, karena ketika kita stagnan, maka kita akan tertinggal. Oleh karena itu, sesuai dengan misi BKSAP DPR RI, kita mengharapkan untuk dapat saling bekerja sama berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si menyampaikan secara singkat profil UNIDA Bogor yang didirikan pada tahun 1987 atas prakarsa alm. Letjen (Purn) H. Ratu Alamsyah Perwiranegara. Dalam perjalanannya, pada tahun 2006 UNIDA Bogor mengalami perubahan visi menyesuaikan dengan perkembangan, yakni menjadi universitas riset yang menyatu dalam tauhid dan diakui dunia. Dalam rangka penagkuan dunia inilah UNIDA Bogor terus meningkatkan kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi baik di dalam maupun di luar negeri.

“UNIDA Bogor saat ini memiliki 7 fakultas dengan 17 program studi, serta 1 sekolah pascasarjana dengan 3 program studi. Secara nasional, UNIDA Bogor selalu menempati ranking 100 besar. Pada tahun terakhir, di tahun 2021 UNIDA Bogor menempati peringkat ke-71. Kemudian di bidang riset, berada di peringkat ke-49 nasional,” tutur Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si.

Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Hukum (FH) UNIDA Bogor Dr. Hj. Endeh Suhartini, SH., MH yang mewakili pimpinan para Dekan menyampaikan, sesuai dengan tata tertib DPR no. 1 Tahun 2020 menyebutkan bahwa BKSAP termasuk salah satu alat kelengkapan DPR RI yang sangat penting.

BKSAP memiliki peran sebagai penjuru (focal point) atau ujung tombak (spearhead) diplomasi parlemen, maka Dr. Hj. Endeh Suhartini, SH., MH berharap kehadiran BKSAP dapat membuka wawasan dan meningkatkan pengetahuan para mahasiswa mengenai peran serta fungsi BKSAP tersebut.

“Terima kasih kepada para anggota dewan delegasi dari BKSAP yang pada hari ini akan memberikan banyak pengetahuan kepada kita tentang apa dan bagaimana itu diplomasi soft power parlemen Indonesia melalui dunia pendidikan. InshaAllah ini akan sangat bermanfaat untuk kita semua. Semoga ini membawa kebaikan dan keberkahan, juga terjalinnya kerja sama yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. H. Mardani Ali Sera, M.Eng pada sesi paparan materi menjelaskan, diplomasi parlemen merupakan bagian dari multi-track diplomacy yang secara prinsip untuk menguatkan diplomasi negara yang secara resmi diwakili oleh Pemerintah. Diplomasi merupakan soft power penting yang bersifat tanpa memaksa terhadap negara lain melalui diplomasi dengan cara mempengaruhi, mengajak kerja sama, negosiasi, dan lain sebagainya.

BKSAP bertugas untuk membina, mengembangkan dan meningkatkan hubungan persahabatan dan kerja sama antara DPR dan parlemen negara lain, baik secara bilateral maupun multilateral. BKSAP DPR RI menggandeng kampus untuk dapat mendorong gagasan dan menghasilkan ide guna mencapai mencapai 17 poin yang ada di dalam SDGs.

“BKSAP SDG’s Day adalah wadah bagi mitra BKSAP dengan teman-teman di luar parlemen, khususnya kampus. Kita fokuskan ke kampus karena kita berharap ide besar kita, gagasan kita, bisa disemai di kampus, sekalian mengajak kampus untuk dekat dan berinteraksi bersama dengan DPR,” terang Wakil Ketua BKSAP DPR RI tersebut.

Dr. H. Mardani Ali Sera, M.Eng menyebutkan, BKSAP aktif dalam menyuarakan kepentingan nasional Indonesia terkait berbagai isu global yang tengah mengemuka, diantaranya yakni terkait dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Peran strategis parlemen dalam mendukung realisasi SDGs khususnya terkait pendidikan, dilakukan melalui kebijakan dan dukungan regulasi, alokasi anggaran dan pengawasan, serta monitoring pelaksanaan untuk mencapai pendidikan berkualitas yang menjamin kualitas pendidikan inklusif, merata dan meningkatkan kesempatan belajar sepanjang hayat untuk semua.

Diplomasi parlemen dapat mendukung realisasi pendidikan berkualitas salah satunya ialah dengan mendorong terciptanya peluang kerja sama dalam bidang penelitian atau mempromosikan hasil penelitian ke dunia Internasional sebagai sebuah inovasi bagi berbagai persoalan global.

Dalam hal ini, Dr. H. Mardani Ali Sera, M.Eng mengapresiasi UNIDA Bogor karena sejalan dengan tujuan BKSAP dengan telah memiliki visi menjadi universitas riset yang menyatu dalam tauhid dan diakui dunia sejak tahun 2006. 

 “Alhamdulillah, bahagia sekali hadir di Kampus Bertauhid. Tadi di awal dinyanyikan hymne Universitas Djuanda, masyaAllah bergetar hati saya. Mudah-mudahan ini bukan pertemuan pertama dan terakhir, tapi akan kita lanjutkan kerja sama ini dalam rangka membangun Indonesia baldatun thayyibatun warrobun ghafur,” ungkapnya dalam closing statement