Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor melalui Biro Kemahasiswaan dan Alumni (BKA) selenggarakan Sosialisasi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) tahun 2022 yang digelar secara daring menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meetings pada Rabu, 11 Mei 2022. Kegiatan sosialisasi ini diisi oleh Dosen Fakultas Pertanian (FAPERTA) UNIDA Bogor, Ir. Nur Rochman, MP. dan diikuti oleh mahasiswa UNIDA Bogor khususnya yang memiliki usaha dan berminat dalam program tersebut. Kegiatan ini merupakan sarana sosialisasi bagi mahasiswa yang memiliki produk usaha untuk mengetahui apa saja yang diperlukan dalam P2MW dan ingin mendaftarkan produknya di P2MW dari Kemendikbudristek.

Wakil Rektor I UNIDA Bogor, Aal Lukmanul Hakim, SH., MH. dalam paparan sambutannya menyampaikan bahwa program tersebut merupakan program yang diluncurkan untuk mendukung Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan mendorong jiwa kewirausahaan mahasiswa. Program ini sejalan dengan visi UNIDA Bogor yang mencanangkan visi  UNIDA Bogor yang nantinya UNIDA Bogor akan menjadi Entrepreneur University yang tentu harus  didukung oleh mahasiswa itu sendiri. Program ini menjadi sangat penting untuk mendukung program universitas.

“Ada perubahan dalam program yang tahun lalu disebut dengan Kegiatan Berwirausaha Mahasiswa Indonesia (KBMI) dan saat ini menjadi P2MW yang nantinya ada perubahan-perubahan. Oleh karena itu kegiatan ini dilaksanakan untuk menginformasikan perubahan tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat mengoptimalkan penyusunan proposal yang akan dikirimkan. Selain itu, ada seleksi internal. Program ini diharapkan juga tidak berhenti di sini dan ke depan dapat membentuk Perhimpunan Mahasiswa Wirausaha (Perwira) UNIDA Bogor yang akan mendukung mahasiswa yang memiliki usaha serta mahasiswa bisa tergabung dengan ikatan mahasiswa wirausaha dengan formal dan didukung penuh oleh universitas. Kedepannya diharapkan akan membentuk wirausaha-wirausaha muda yang hebat dari UNIDA Bogor,” tutur Aal Lukmanul Hakim, SH., MH.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BKA UNIDA Bogor, M. Rendi Ramdhani, M.Pd. dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini untuk mensosialisasikan program P2MW baik dari segi sistematika maupun unsur lainnya. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan pengetahuan bagi mahasiswa mengenai program P2MW serta diharapkan sosialisasi dapat berjalan dengan lancar sampai akhir dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Selanjutnya Staf Ahli BKA UNIDA Bogor, Ir. Nur Rochman, MP. dalam pemaparan materinya menyatakan bahwa Ini merupakan program yang dapat dikatakan tidak baru atau program modifikasi dari tahun-tahun sebeumnya yaitu KBMI. Perubahan atau modifikasi yang ada adalah proses seleksi harus dilaksanakan telebih dahulu oleh perguruan tinggi atau sudah melaksanakan seleksi internal. Perguruan tinggi maksimal mengajukan enam proposal dan pengiriman bantuan nantinya melalui universitas dan pembiayaan maksimal 20 juta. Laporan nanti akan disampaikan oleh mahasiswa ke perguruan tinggi kemudian perguruan tinggi melapor ke Belmawadikti. Persyaratan perguruan tinggi yang dapat mengirim proposal tersebut yaitu perguruan tinggi akademik yang berada di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudrsitek, sudah melaksanakan seleksi internal, membuat surat pernyataan, dan setiap kelompok pengusul wajib dibimbing oleh dosen sebagai mentor. Sedangkan persyaratan untuk mahasiswa yaitu harus mahasiswa aktif maksimal semester tujuh, kelompok usaha sudah memiliki produk, setiap kelompok terdiri ketua dan anggota minimal tiga dan maksimal lima, dan tidak sedang menerima bantuan dari program lainnya yang sumbernya dari APBN.

“Ada beberapa kategori yang harus dicermati diantaranya yaitu kategori makanan dan minuman, produksi atau budidaya, ketegori industri kreatif, seni, budaya dan pariwisata, kategori jasa dan perdagangan serta kategori teknologi terapan. Persyaratan pengajuan proposal harus benar-benar dipahami oleh mahasiswa. Adapun alur pelaksanaan program P2MW tersebut adalah sosialisasi program, penerimaan proposal di perguruan tinggi, seleksi internal di perguruan tinggi, pengusulan perguruan tinggi ke Direktorat Belmawa, seleksi di Direktorat Belmawa, pengumuman perguruan tinggi pelaksana mengenai peserta yang diterima, dilanjutkan dengan pelaksanaan program oleh Direktorat Belmawa, pelaksanaan program oleh perguruan tinggi, laporan akhir perguruan tinggi ke Direktorat Belmawa dan terakhir penyelenggaraan Festival Inovasi Mahasiswa Indonesia (FIMI),” tuturnya.

“Untuk proposal yang memenuhi persyaratan administrasi sesuai dengan persyaratan pengusul akan dievaluasi berdasarkan kriteria 10% dari tujuan mulia dari didirikannya usaha tersebut, 30% dari konsumen potensial, 30% dari nilai produk, dan 30% dari sumber daya,” tambah Ir. Nur Rochman, MP.