Program Studi Ilmu Adminitrasi Publik (ADP) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Univeritas Djuanda Bogor menggelar Pelatihan Pengembangan Desa Wisata, di Kampung Sukagalih, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (16/10/21).

Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan desa wisata sebagai alternatif mata pencaharian baru bagi masyarakat sekitar wilayah TNGHS.

Informasi yang dihimpun jurnalsukabumi.com, kegiatan pelatihan dan FGD ini diawali dengan perkenalan dan pembukaan yang dihadiri oleh perwakilan tokoh pemuda sebanyak 10 orang.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan manajemen organisasi dan juga FGD dengan metode analisis SWOT. Tujuannya, menghasilkan alternatif-alternatif strategi untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki masyarakat Sukagalih baik mengenai sumber daya alamnya seperti hasil pertanian, perikanan dan peternakan serta potensi keindahan alamnya.

Selain itu, potensi sumberdaya manusianya dimana masyarakat Sukagalih memiliki kekompakan, solidaritas, dan gotong-royong yang kuat.

Koordinator Pemuda Organisasi Selaras Sukagalih yaitu Indra memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada narasumber.

“Teman-teman dari Unida sudah berkenan untuk berbagi ilmu mengenai manajemen organisasi karena memang itu dibutuhkan agar organisasi pemudanya bisa terorganisir lebih baik,” katanya.

Ketua Pelaksana, dosen sekaligus narasumber dalam kegiatan ini adalah Berry Sastrawan. Dia memaparkan terkait pentingnya aturan main dalam berorganisasi.

“Dalam suatu kelompok masyarakat yang terorganisir dibutuhkan aturan main dalam organisasi yang jelas, tugas fungsi yang terbagi ke semua anggota organisasi, membuka diri untuk terus belajar dan menerima perubahan lebih baik, memiliki visi misi yang terukur dan realistis,” tuturnya.

Ia pun mengingatkan dalam membuat keputusan ataupun sebuah program kerja, organisasi harus berdasarkan data fakta yang akurat dan objektif serta bisa melihat permasalahan dari akarnya. Sehingga dalam mengambil keputusan dan juga membuat program kerja tidak salah sasaran.

Reporter: Inda Sri Mulya | Redaktur: Mohammad Noor

Sumber : Jurnalsukabumi.com