Fakultas Ekonomi Islam (FEI) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor menggelar bedah buku dan talkshow pasar modal syariah dengan mengangkat tema "Berkah dengan Investasi Syariah". Kegiatan yang bekerja sama dengan Pasar Modal Syariah (IDX Islamic), Bursa Efek Indonesia, IPOT Syariah dan Gramedia Padjadjaran ini digelar di Aula FEI, pada Sabtu (14/12/2019).

Dalam kegiatan tersebut mengundang 2 narasumber, diantaranya Irwan Abdallah, Kepala Divisi Pasar Modal Syariah Indonesia Stock Exchange yang juga merupakan penulis buku Pasar Modal Syariah, serta mengundang dari Representatif IPOT Syariah, Indah Nurhabibah.

Hadir membuka kegiatan, Wakil Dekan III FEI Ali Pangestu, S.EI., ME. mengatakan, lembaga keuangan islam baik bank maupun bank harus mendapat perhatian lebih. Perlu adanya dukungan para pelaku ekonomi dalam hal ini masyarakat untuk memanfaatkan sistem syariah yang bertujuan menyejahterakan ummat.

Ali Pangestu S.EI., ME. juga menuturkan, ekonomi syariah harus sudah terlepas dari eksklusifisme, karena jika bertindak secara eksklusif maka pasarnya pun tidak akan dapat berkembang.

"Adanya dukungan dari pemerintah melalui lembaga-lembaga yang didirikan juga tentunya seiring dengan dunia akademisi yang mana harus mendukung bagaimana perkembangan lembaga keuangan syariah saat ini. Mudah-mudahan acara hari ini dapat membuka wawasan dan keinginan kita untuk bahu-membahu mendukung keuangan syariah," tuturnya pada saat memberikan sambutan.

Pada sesi pertama bedah buku yang ditulis oleh Irwan Abdallah, menyampaikan bahwa buku referensi tentang pasar modal syariah yang menggabungkan pendekatan fikih dan praktek sangat jarang. Maka, buku yang dibuatnya tersebut bertujuan untuk menjembatani gap antara akademisi dan praktisi yang sesuai dengan kondisi saat ini.

"Untuk memahami pasar modal syariah, harus memahami pasar modal dan prinsip-prinsip syariah. Ada gap antara pemahaman praktisi dengan akademisi tentang pasar modal syariah. Buku ini dibuat untuk siapa saja yang ingin mempelajari dan memahami pasar modal syariah secara terstruktur dengan bahasa yang ringan," ujarnya.

Sementara itu pada sesi kedua, Indah Nurhabibah memaparkan mengenai teknis dan mekanisme investasi syariah. Dalam pemaparannya tersebut, Indah Nurhabibah menyebutkan investor syariah di indonesia relatif cukup sedikit.

"Saya harap, terlaksananya kegiatan ini para peserta khususnya para mahasiswa disini dapat lebih mengingluence orang disekitar mengenai investasi syariah dan memberikan wawasan kepada masyarakat, karena dapat dibilang saat ini masyarakat masih skeptis mengenai investasi," paparnya.

Diakhir kegiatan, para peserta yang berjumlah sekitar 80 orang mahasiswa diajak untuk ikut menjadi investor syariah dengan membuka saham di IPOT Syariah. (amr)