Fakultas Hukum (FH) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor selenggarakan Refreshing Course bertajuk "Dinamika dan Perkembangan Hukum Kontrak di Era Digital” dengan mengundang Chancellor UNIDA Bogor Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH sebagai narasumber, dan Dosen FH UNIDA Bogor, Dr. (Cand) Sudiman Sihotang, SH., MH sebagai moderator. Kegiatan refreshing course yang digelar secara daring melalui platform Zoom Cloud Meetings pada Senin (25/10/2021) ini juga merupakan bagian dari kegiatan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang diikuti oleh para dosen, mahasiswa, serta terbuka untuk umum.

Dekan FH UNIDA Bogor, Dr. Hj. Endeh Suhartini, SH., MH dalam sambutannya menyampaikan, pada kesempatan kali ini akan dipaparkan khusus bagaimana dinamika serta perkembangan hukum kontrak. Seperti diketahui bahwa tingkat perkembangan dan kemajuan teknologi yang cepat menyebabkan banyak perubahan di berbagai sektor kehidupan. Untuk itu, perlu adanya peningkatan pemahaman khususnya terkait dengan perkembangan hukum tersebut.

“Terima kasih kepada Bapak Chancellor UNIDA Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH yang berkenan memberikan paparan materi berkaitan dengan dinamika dan perkebangan hukum kontrak di era digital saat ini. Harapannya semoga para peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik, sehingga bisa membuka wawasan tentang perkembangan hukum saat ini,” ujarnya.

Pada sesi paparan materi, Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH memaparkan, saat ini manusia memasuki era peradaban gelombang ketiga atau the third wave. Era gelombang ketiga ini salah satunya ditandai dengan pesatnya kemajuan di bidang teknologi komunikasi dan informasi yang pada gilirannya membawa perubahan struktural masif dalam setiap aspek kehidupan manusia, entah kehidupan ekonomi, sosial, politik, kebudayaan, agama, pendidikan.

“Sama seperti era industri keluar dari puncak era pertanian, era informasi keluar dari puncak era industri. Salah satu sistem info awal yang dikembangkan secara luas adalah jaringan telepon. Beberapa teknologi yang lain seperti sistem faks maupun internet menggunakan jaringan telepon. Jaringan telepon adalah keajaiban teknologi zaman kita,” paparnya.

Perkembangan Tekonologi Informasi dan Komunikasi atau Information and Communication Technology (ICT) melalui perkembangan komputer dan internet merupakan sebuah lompatan jauh dalam peradaban hidup manusia.  Kemajuan ICT mendukung pula kemajuan dan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi secara luas tanpa batas, memungkinkan data dan informasi dikelola, disimpan, diakses, dicari, ditemukan, ditransmisikan, dipertukarkan, didiseminasikan tanpa ada batas geografis.

“Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, tidak dapat terlepas dari penemuan sistem komputer yang kemudian memicu perkembangan teknologi internet dengan menghadirkan sebuah dunia baru, sebuah dunia maya, cyberspace atau virtual world.  Sebuah dunia dimana manusia hidup dalam sebuah jaringan dunia yang terkoneksi melalui jaringan komputer dan melahirkan era digital,” lanjutnya.

Lebih jauh, Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH menjelaskan mengenai kontrak elektronik dalam sistem hukum Indonesia. Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH menyebutkan revolusi informasi dalam Era Digital menimbulkan berbagai permasalahan baru. Permasalahan yang luas terjadi pada bidang keperdataan karena transaksi elektronik untuk kegiatan perdagangan melalui sistem elektronik (electronic commerce) telah menjadi bagian dari perniagaan nasional dan internasional. 

Kenyataan ini menunjukkan bahwa konvergensi di bidang teknologi informasi, media, dan informatika (telematika) berkembang terus tanpa dapat dibendung, seiring dengan ditemukannya  perkembangan baru di bidang teknologi informasi, media, dan komunikasi. Perkembangan ini membuat terjadi sebuah intrusi perkembangan ICT terhadap Hukum Kontrak, yang melahirkan konsep baru Electronic Contract.

“Seiring berkembangnya e-commerce, maka pembuatan kontrak di dunia maya pun juga berkembang pesat. Pada tahap tertentu, e-commerce dapat dikatakan telah mengakibatkan munculnya beragam isu hukum yang mengarah pada terjadinya krisis pada kontrak, yaitu relevansi prinsip-prinsip dan institusi-institusi hukum lama dipertanyakan kembali,” ungkapnya.

Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH mengatakan, menghadapi disruptive era digital hari ini, maka diperlukan infrastruktur hukum yang memadai guna menjawab setiap krisis hukum, terutama dalam aspek Hukum Kontrak sebagai resultan konvergensi ICT yang melahirkan konsep “Electronic Contract” sebagai Paradigm Shift terhadap transaksi bisnis tradisional. Substansi, Struktur, dan Budaya hukum harus ikut berevolusi sejalan dengan perkembangan Digital Age hari ini, bahkan harus mampu mengantisipasi perkembangan masa depan.

“Terkait dengan perkembangan hukum kontrak di Indonesia, jika melihat pesatnya perkembangan ICT yang berdampak kepada perkembangan aspek keperdataan dengan menimbulkan perbuatan hukum baru yakni Kontrak Elektronik, maka pengaturan Hukum Kontrak dalam BW dinilai belum mampu mengantisipasi perkembangan terkini dalam Kontrak Elektronik. Dibentuknya UU ITE menjadi upaya dalam menjawab tantangan dan permasalahan pesatnya konvergensi ICT, yang salah satunya terjadi dalam aspek Hukum Kontrak dengan berkembangnya Kontrak Elektronik. Dengan demikian, Hukum Kontrak Indonesia telah mengalami perkembangan. Ke depan, tentu perlu dipikirkan untuk membentuk sebuah Sistem Hukum Kontrak Nasional yang lebih komprehensif yang mampu mengantisipasi segala dinamika, terutama perkembangan ICT tersebut,” pungkasnya.