Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor menggelar Lokakarya Pengembangan Kurikulum Program Studi (Prodi) dengan Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diselenggarakan di R Hotel Rancamaya Bogor, pada Kamis (27/1/2022) dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Kegiatan lokakarya kurikulum ini mengundang Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd (Penasehat Ahli Pendidikan Tinggi Yayasan PSPIAI), sebagai Keynote Speaker, serta Prof. Dr. Fahrurrozi, M.Pd (Dekan FKIP UNJ), Dr. Suryadi, M.Pd (Koordinator Prodi S3 Manajemen Pendidikan UNJ), dan Dr. H. Muhbib Abdul Wahab, M.Ag (Kaprodi S2 PBA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) sebagai narasumber, dengan dimoderatori oleh Teguh Prasetyo, M.Pd (Wakil Dekan I FKIP UNIDA Bogor). Pada kesempatan tersebut juga turut mengundang para mahasiswa dan  stakeholder eksternal, diantaranya user maupun alumni.

Dekan FKIP UNIDA Bogor, Zahra Khusnul Latifah, M.Pd.I dalam sambutannya menuturkan, pemutakhiran kurikulum merupakan salah satu dari beberapa kegiatan inti Prodi di lingkungan FKIP UNIDA Bogor. Sesuai dengan isu utama saat ini, pemerintah ingin pihak kampus bergerak cepat menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada dalam kurikulum MBKM.

Sejalan dengan semangat MBKM, ini menjadi bagian sebagai upaya dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan output lulusan atau alumni yang dapat memenuhi secara mental maupun kapasitas agar dapat bersaing di dunia global.

“Untuk itu, sebagai bagian dari agen perubahan, kita di FKIP tentunya harus bergerak maju untuk melakukan perubahan, karena di dalam perubahan itu ada keberkahan. InshaAllah kami di lingkup Fakultas dan Prodi selalu melakukan review kurikulum secara berkelanjutan sebagai upaya untuk melakukan monitoring dan evaluasi dalam pelaksanaannya,” tuturnya.

“Tentunya dengan adanya kegiatan ini kami sangat berharap dukungan, doa, saran dan masukan juga kritik yang membangun untuk perbaikan struktur kurikulum Prodi di bawah FKIP. Mudah-mudahan setelah ini kami bisa menjadi lebih dalam ikut serta mendukung pemerintah membangun bangsa dan negara kita ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UNIDA Bogor Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si mengatakan bahwasanya kurikulum merupakan jantung di sebuah institusi pendidikan. Kurikulum merupakan panduan, penunjuk dan pengarah agar tujuan dalam menentukan kompetensi lulusan atau capaian lulusan dapat terwujud.

Dalam proses penyusunan kurikulum, dimulai dari tujuan terlebih dahulu yang kemudian diturunkan menjadi strategi dan langkah nyata. Selain itu, kurikulum harus mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

“Terdapat 4 kompetensi dalam KKNI yang harus tercakup pada kurikulum. Salah satu diantaranya ialah sikap. Kita memiliki 21 Nilai Karakter Tauhid, inshaAllah ini akan menjadi dasar dalam membentuk ciri khas lulusan yang berakhlakul karimah. 21 Nilai Karakter Tauhid tentunya harus tercermin di dalam kurikulum, tauhidnya harus dimunculkan. Tidak hanya di Mata Kuliah Umum Pendidikan Kampus Bertauhid, tapi diharapkan diseluruh mata kuliah sehingga terintegrasi membentuk karakter tauhid insan UNIDA secara masif,” ujar Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si.

Sesi pertama dibuka oleh Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd yang memaparkan mengenai Pengembangan Penyusunan Kurikulum MBKM Prodi di lingkungan FKIP. Dalam paparannya, Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd mengatakan, kurikulum ditafsirkan sebagai sebuah arah jalan panjang yang memiliki titik sasaran. Oleh karena itu, dalam proses penyusunan dan penerapan kurikulum perlu memperhatikan hal yang menjadi bagian penting agar dapat mencapai titik sasaran tersebut.

“Pertama, perhatian pada lembaga. Oleh karena itu tujuan pendidikan tidak hanya kualitas tapi juga keunggulan. Maju dan tidaknya lembaga itu tergantung pada kita sendiri, sejauh mana kita berperan dan menjalankan fungsi, itu harus ada perhatian lebih yang dibangun dengan literasi dalam bentuk penguasaan konsep. Perhatian itu penting, konsep itu harus. Kedua, perlu adanya sikap dan tindakan. Bagaimanapun stakeholder internal dan eksternal harus kita dengar untuk merancang kurikulum ini,” paparnya.

Prof. Dr. Uman Suherman AS, M.Pd menambahkan, agar menjadi perguruan tinggi yang unggul, maka diperlukan evaluasi secara keberlanjutan. Terkait dengan program MBKM, hal ini menjadi hak bagi para mahasiswa. Sehingga diharapkan Prodi dapat memfasilitasi para mahasiswa untuk dapat melaksanakan kegiatan yang termasuk dalam MBKM. Mengingat ketercapaian kompetensi lulusan yang perlu diperhatikan dalam MBKM tersebut, dilakukan penyesuaian atau link and match dengan dunia industri saat ini.

“Pertemuan semacam ini menjadi fasilitas dalam menganalisa untuk pembenahan dan pengembangan. Diantaranya perlu adanya peningkatan penguatan kapasitas dosen, sertifikasi kompetensi dosen, penguatan peran dosen PA, penguatan kerja sama, serta penguatan promosi Prodi,” ungkapnya.