Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor melepas 354 wisudawan dalam prosesi pelantikan wisudawan sarjana dan sekolah pascasarjana ke-41 yang diselenggarakan secara daring (5/8). Dari 354 peserta wisuda tersebut, sebanyak 37 orang berasal dari Fakultas Pertanian (FAPERTA), 21 orang dari Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL), 77 orang dari Fakultas Ekonomi (FE), 38 orang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), 28 orang dari Fakultas Hukum (FH), 31 orang dari Fakultas Ekonomi Islam (FEI), 89 orang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta 33 orang dari Sekolah Pascasarjana.

Rektor Universitas Djuanda Bogor, Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si menyampaikan dalam laporannya bahwa pada awalnya UNIDA Bogor akan melaksanakan Wisuda ke-41 secara luring  atau dengan tatap muka, tetapi setelah dilakukan pertemuan dengan berbagai pihak, antara lain dengan  Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Ciawi, Pemda Kabupaten Bogor dan Hasil rapat dengan LLDikti Wilayah 4 atau Provinsi Jawa Barat dan Banten, dapat disimpulkan bahwa wisuda secara luring belum saatnya dilaksanakan, karena perkembangan penyebaran Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan.

“selamat dan sukses saya ucapkan kepada para wisudawan yang hari ini telah sah menyandang gelar sesuai dengan rumpun ilmunya masing-masing. Bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan proses belajar,  Universitas Djuanda Bogor berkewajiban memberikan bukti kelulusannya berupa Ijazah, SKPI, Transkrip Nilai yang dapat dipergunakan untuk dasar melamar pekerjaan, mengurus kenaikan pangkat bagi yang telah bekerja dan lain sebagainya. Oleh sebab itu diperlukan adanya wisuda agar proses tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya, maka dilakukan wisuda secara daring dan nantinya akan diadakan wisuda luring (luar jaringan) dengan waktu yang belum ditentukan dan tentunya sejalan dengan aturan serta himbauan dari pemerintah,” tutur Dr. Ir Dede Kardaya, M.Si.

Rektor Universitas Djuanda Bogor, Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si menambahkan Lulusan tahun 2020 pada wisuda ke-41 ini memiliki rata-rata IPK sebesar 3,43 dengan IPK tertinggi 3,98. Rata-rata lama studi 4,3 tahun dengan lama studi tercepat 3 tahun 5 bulan 17 hari untuk Program Sarjana, sedangkan untuk Program Pascasarjana memiliki rata-rata IPK sebesar 3,49 dengan IPK tertinggi 4,00 dengan lama studi rata-rata 2,67 tahun dan meluluskan wisudawan dan wisudawati Tahfidz Al-Qur’an sebanyak 5 orang, yang telah menyelesaikan hafalannya minimal 7 Juz.

“Dalam hal riset pada tahun 2019 dan menempatkan Universitas Djuanda pada Kluster Utama. Berdasarkan hasil pemeringkatan perguruan tinggi terbaik oleh Ristekdikti tahun 2019, Universitas Djuanda Bogor berada pada peringkat ke-60 dari 2.141 perguruan tinggi negeri dan swasta nonpoliteknik (non vokasi) seluruh Indonesia dan termasuk kelompok/kluster 2. Di samping itu hasil pemeringkatan kinerja Pengabdian Kepada Masyarakat  berada dalam kluster Sangat Bagus,” tambah Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si.

Dr. Hj. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I. mengungkapkan dalam sambutannya bahwa wisuda adalah agenda rutin universitas yang sekaligus menjadi bukti keberhasilan dari kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas yang dilakukan secara berjama’ah oleh Rektor dan jajarannya, Para Dosen, dan seluruh civitas akademika Universitas Djuanda Bogor. Pada kali ini wisuda dilaksanakan dengan virtual atau daring. Ini semata-mata bukan karena kesengajaan, melainkan karena untuk menjaga keselamatan bersama. Wisuda luring yang sebagaimana kita laksanakan sebelumnya sangat riskan dan menjadi peluang penularan Covid-19, karena berkerumunnya kita, berkumpulnya kita dalam ruangan atau tempat dengan jumlah banyak menjadi kekhawatiran banyak pihak. LLDIKTI dalam rapat koordinasi Badan Penyelenggara dan Pimpinan Perguruan Tinggi Wilayah Provinsi Jawa Barat, menyampaikan bahwa Bogor masih dalam zona merah, jadi kegiatan perkuliahan dan kegiatan akademik normal lainnya secara luring tidak diizinkan.

“Saat ini kita menyaksikan wisuda daring Unida bogor. Walaupun secara daring semoga tidak mengurangi kebanggaan dan kebahagiaan para wisudawan dan keluarga wisudawan khususnya. Wisudawan dan wisudawati kali ini istimewa karena berbeda dari sebelumnya, mulai dari menyusun skripsi sampai penelitian terganggu dan membutuhkan kerja keras yang lebih, tetapi dengan kesabaran, restu orang tua serta dukungan dari dosen, alhamdulillah para wisudawan dan wisudawati UNIDA Bogor sampai pada wisuda daring,” ungkap Dr. Hj. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I.

Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa walaupun Wisuda ke-41 ini dilakukan secara daring, akan tetapi Universitas Djuanda menyiapkan semua perangkat pelaksanaan wisuda lengkap sebagaimana wisuda langsung atau Luar Jaringan, bahkan yayasan mempercepat pembangunan lantai lima gedung E/F dari batas rencana yang seharusnya diselesaikan pada akhir tahun ini. Hal ini, dikarenakan manajemen universitas ingin menjaga agar para anggota senat dan panitia tidak terpapar Covid-19 yang sangat membahayakan manusia jika dilakukan di luar kampus.

“UNIDA Bogor harus bekerja optimal mengejar target pelaksanaan wisuda hari ini, agar tetap khidmat dan formal dalam seremoni dan wibawa universitas yang disaksikan oleh para Guru Besar, para senator, dan jajaran pimpinan universitas serta insan UNIDA Bogor lainnya yang juga turut menyaksikan secara daring sebagai tanda turut berbahagia hari ini dilaksanakan wisuda bagi anak didik dan bimbinganny,”.

“Dengan wisuda daring ini, kami memberikan peran kepada orangtua atau wali sebagai perpanjangan tangan kami untuk memindahkan kucir dari sebelah kiri ke sebelah kanan, sebagai tanda resminya para wisudawan yang berhak menyandang gelar sarjana dan magister dalam bidang keilmuan masing-masing sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Dengan adanya wisuda ini, para wisudawan akan diberikan ijazah asli yang secara teknis akan diatur pengambilannya secara bergiliran dengan memperhatikan protokol kesehatan. Disamping itu, akan disiapkan juga Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang mengikuti program peningkatan keterampilan dan entrepreneurship, serta Surat Penghargaan dari pimpinan tertinggi universitas sebagai ucapan rasa terima kasih dan penghargaan kami kepada wisudawan dan kepada orangtua, karena telah mempercayakan anak dan keluarganya untuk dididik di Universitas Djuanda Kampus bertauhid.” Pungkas Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH.