Insan akademik Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor melaksanakan Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) di Lapangan Bina Tauhid UNIDA Bogor pada Selasa (17/12/2019). Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan pada tanggal 17 di setiap bulannya. Adapun pada kesempatan upacara HKN kali ini, Direktur Sekolah Pascasarjana UNIDA Bogor Dr. Achmad Jaka Santos, SH., LLM. bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Dalam amanahnya, Dr. Achmad Jaka Santos, SH., LLM. menyampaikan beberapa point penting, diantaranya:

  1. Persiapan Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) yang masih harus dilengkapi dokumen pendukungnya, terutama rekomendasi dosen;
  2. Untuk Program Kreatifivas Mahasiswa (PKM) perlu digaris bawahi upload terakhir adalah tanggal 20 Desember 2019;
  3. Pengajuan kepangkatan dosen-dosen yang masih tertunda agar lebih digiatkan;
  4. Khusus bagi yang melaksanakan penelitian Non Dikti, perlu segera diselesaikan.

Dr. Achmad Jaka Santos, SH., LLM. juga mengajak kepada seluruh insan akademik UNIDA Bogor untuk dapat bersiap menghadapi berbagai perubahan yang akan terjadi di Indonesia, khususnya yang berdampak kepada kehidupan dunia kampus. Kesiapan yang dimaksud, seperti terkait akreditasi, pembukaan atau pengelolaan prodi baik yang sudah berjalan maupun prodi baru. Tak hanya itu, menurutnya hal lain yang patut dipersiapkan adalah perpindahan ibu kota yang mungkin akan berdampak pada minat melanjutkan pendidikan tinggi atau persaingan antara Perguruan Tinggi Negeri dan Perguruan Tinggi Swasta.

“Kuncinya adalah bagaimana mengubah setiap ancaman menjadi peluang dan kemudian menguasai peluang menjadi karya unggulan kita,” ungkapnya.

Berdasarkan dengan hal tersebut, Dr. Achmad Jaka Santos, SH., LLM. mengingatkan kepada seluruh insan akademik UNIDA Bogor terkait beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu:

  1. Laporan evaluasi diri dipercepat;
  2. Persiapan prodi Magister Manajemen Pendidikan Islam;
  3. Persiapan Ujian Akhir Semester;
  4. Penerimaan mahasiswa baru gelombang I sudah dibuka pada Desember 2019 dengan beasiswa pendidikan biaya SPS sebesar 50%.

“Demikian, semoga catatan-catatan tersebut dapat menjadi pengingat kita semua dalam melaksanakan porsi kegiatan dan tugas masing-masing,” tutupnya. (amr)