Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) Republik Indonesia, bersama dengan Siberkreasi menggandeng Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor menyelenggarakan kegiatan Webinar bertajuk “Gerakan Literasi Digital 2021 di Kabupaten Bogor untuk Indonesia”. Webinar yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Cloud Meeting ini diikuti oleh berbagai penggiat teknologi informasi digital serta para mahasiswa, Jum’at (3/9/2021).

Webinar ini menghadirkan empat pemateri ahli diantaranya Henry V. Herlambang (CMO Kadobok), Dr. Agustina M. Purnomo, SP., M.Si (Dosen UNIDA Bogor), Isro Danang P (Instruktur Edukasi4ID), dan M. Encep, S.Kom., M.T.I., MTA (Kepala Bidang Operasional & Teknik Jaringan UNIDA Bogor) serta Bianca Utaya (Creative Director of Murni Sarana Cargotama) sebagai Key Opinion Leader.

Salah satu pemateri yakni Dr. Agustina M. Purnomo, SP., M.Si mengatakan, penerapan etika dalam dunia digital berkaitan dengan kemampuan individu dalam menyesuaikan diri, seperti nilai-nilai kesadaran, kebajikan, kejujuran, serta tanggung jawab sosial yang sangat perlu diperhatikan.

“Masyarakat beretika digital ialah yang cerdas dalam menggunakan, cerdas dalam memilih, dan juga cerdas untuk menolak. Kita harus memahami apa yang sebaiknya diunggah, baik itu manfaat dan juga resikonya,” ungkap Dosen UNIDA Bogor tersebut.

Lebih jauh, Dr. Agustina M. Purnomo, SP., M.Si juga menyampaikan terkait dengan resiko hukum sesuai UU yang berlaku yakni yang tertera pada UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sementara itu, M. Encep S.Kom., M.T.I., MTA mengemukakan alasan pentingnya cybersecurity dan digital security di masa sekarang. Semakin berkembangnya teknologi, diperkirakan dalam 10 tahun kedepan dibutuhkan tenaga ahli di 30 puluh point keahlian dan keseluruhan teknologi tersebut terintegrasi dengan internet.

“Hadirnya era digitalisasi menuntut setiap personal untuk memahami terkait keamanan perangkat digital yang digunakan, identitas digital, waspada akan berbagai penipuan digital, memahami berkenaan rekam jejak digital, sehingga paham pentingnya keamanan digital bagi anak-anak menjadi sangat penting sebagai generasi penerus bangsa," tuturnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.