Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor menyelenggarakan pembekalan bagi mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun akademik 2020/2021. Kegiatan pembekalan tersebut dilaksanakan secara virtual melalui platform Google Meet dengan mengundang Wakil Rektor III UNIDA Bogor, Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si sebagai narasumber, Sabtu (17/7/2021).

Dekan FE UNIDA Bogor, Dr. Lucky Hikmat Maulana, SE., M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa program kegiatan KKN merupakan satu kegiatan akademik yang orientasinya adalah pengabdian kepada masyarakat, khususnya Fakultas Ekonomi ini diarahkan untuk lebih fokus kepada UKM dan BumDes, juga tidak menutup kemungkinan di luar hal tersebut.

Dr. Lucky Hikmat Maulana, SE., M.Si menambahkan, di tengah kondisi kebijakan PPKM Darurat yang dikeluarkan oleh pemerintah, dalam pelaksanaannya ada beberapa opsi terkait KKN yang akan diselenggarakan.

“Pertama, jika PPKM di perpanjang kita harus segera rapatkan barisan untuk bagaimana menentukan menjalankan kegiatan KKN ini tanpa melanggar protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Kedua, semangatnya harus dipermudah, jika diantara peserta KKN atau dari mahasiswa itu punya usaha, tidak ada salahnya ketika kaidah ataupun prinsipnya itu terpenuhi sebagai bentuk alternatif. Ketiga, yang paling beresiko, kita jalan sesuai dengan rencana sebelumnya, ini yang kita hindari. Rencana kita bergerak tanggal 19 Juli, tapi kita tunggu dulu beberapa hari ke depan menunggu informasi perkembangan yang lebih baik, sembari panitia penyelenggara mencari alternatif terbaik bagi mahasiswa,” tuturnya.

Wakil Rektor III UNIDA Bogor, Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si yang memberikan sambutan mewakili Rektor, mengatakan, sesuai dengan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bahwasanya mahasiswa saat ini harus dapat terjun langsung memberikan dan memecahkan permasalahan di masyarakat. Mahasiswa harus siap dengan segala kemungkinan untuk membantu masyarakat menghadapi perkembangan maupun kemajuan zaman. Melalui program kegiatan KKN, diharapkan mahasiswa dapat belajar sehingga dapat ikut membangun masyarakat yang mandiri dan sejahtera.

“Sekarang ini eranya kampus merdeka, dimana mahasiswa dituntut untuk bisa hadir di tengah-tengah masyarakat dan di luar kampus. Turunan dari kegiatan itu bisa jadi nanti kita membuat proyek di desa. Nah selain kita membantu masyarakat dengan center of excellent-nya di universitas melalui mahasiswa, kemudian kita bisa membantu masyarakat. Kemudian bagi dosen ini juga kesempatan, kita bisa membuat jaringan dan bisa melaksanakan aktifitas salah satu tridarma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Tidak menutup kemungkinan juga bagi dosen untuk melaksanakan kegiatan penelitian. Apa permasalahan yang kita dengar dari masyarakat itu kita bisa mencoba memberikan solusi terhadap masalah yang ada di desa tersebut, maka dari itu menjadi kesempatan bagi kita semua untuk dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam mebantu masyarakat,” ujar Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si pada saat membuka jalannya acara secara resmi.

Sementara itu dalam sesi paparan pembekalan KKN, Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si menuturkan, ada beberapa poin yang akan disampaikan dalam pembekalan ini, yaitu terkait dengan peran serta mahasiswa dalam meningkatkan usaha produktif di desa. Selain itu, beberapa hal lain khususnya terkait etika mahasiswa dalam bersosialisasi di tengah masyarakat.

Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si menyebutkan, peran mahasiswa melalui KKN dalam membangun desa dapat diwujudkan dengan bagaimana mengelola usaha produktif masyarakat yang ada di desa. Hal ini perlu ide dan inovasi  untuk bisa memanfaatkan peluang-peluang sehingga dapat membuat suatu perubahan-perubahan positif yang berkelanjutan.

“Ini kesempatan untuk bisa kita berkarya untuk meneliti dan mengabdi di masyarakat, secara tidak langsung kita juga akan menerima masukan atau menemukan masalah untuk kita cari solusinya bersama. KKN merupakan sarana untuk menguji sejauh mana teori yang diterima oleh mahasiswa berpadu di tengah realitas empirik di masyarakat,” tuturnya.

Lebih jauh, Ir. H. Himmatul Miftah, M.Si mengungkapkan beberapa permasalahan yang biasanya terjadi di desa, khususnya di sektor ekonomi.

“Desa bukan miskin potensi, tetapi belum maksimal dalam berinovasi. Lalu literasi keuangan yang rendah, seperti terjerat rentenir, usaha tidak maju, gaya hidup tidak hemat, serta tidak ada jaminan hari tua. Kemudian desa menjadi pasar pabrikan produk kota, juga perputaran uang tidak lancar ataupun akses keuangan rendah. Maka sudah seharusnya menjadi peran mahasiswa melalui KKN ini untuk dapat menyediakan iklim yang kondusif agar dapat meningkatkan kegiatan usaha produktif masyarakat sehingga mendorong percepatan pembangunan desa,” paparnya.