Dalam kondisi Pandemi COVID-19, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL) Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor yang tergabung dalam kelompok 3 melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) melakukan inisiatif untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut berlangsung selama satu bulan tepatnya pada bulan November 2020 yang dilakukan secara daring maupun luring dengan mengambil tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pendekatan Cara Pengolahan Pangan yang Baik (CPPB) dalam olahan Keripik Bayam”. Adapun sasaran dari program ialah Kelompok Wanita Tani (KWT) Mawar Merah yang berada di Desa Cijurey.

Kelompok 3 KKN FIPHAL yang terdiri dari Aditya Darajat, Agung Hidayat Apriansyah, Siti Anissa Arahmah serta Widjayanti melakukan pendampingan kepada anggota KWT Mawar Merah berupa brainstorming terkait permasalahan dalam penerapan CPPB. Ketua kelompok 3 KKN FIPHAL, Aditya Darajat menuturkan bahwa program yang dijalankan bersama timnya tersebut dilatar belakangi karena melihat potensi olahan pangan yang ada di Desa Cijurey dapat dikembangkan dan dimaksimalkan. Diharapkan nantinya masyarakat dapat lebih memahami tata cara pengolahan pangan yang baik, khususnya untuk memaksimalkan potensi olahan keripik bayam.

“Berkaitan dengan kegiatan ini, sesuai dengan tema yaitu bertujuan agar para anggota kelompok dapat mengetahui pentingnya cara pengolahan pangan yang sesuai standar sehingga dapat diperoleh produk yang aman dan layak dikonsumsi. Wawasan mengenai cara pengolahan yang baik ini nantinya diharapkan masyarakat dapat lebih mengoptimalkan potensi olahan pangan yang ada,” ujarnya.

Lebih jauh, Aditya mengatakan bahwa ada 2 program yang dijalankan, yaitu program utama dan program pendukung. Kegiatan ini juga bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi sebagai Pembina Kelompok Wanita Tani pada program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang didalamnya terdapat sub kegiatan berupa Pengolahan Produk hasil P2L berupa produk olahan pangan.

“Program utama terdiri dari penyuluhan tentang CPPB, observasi praktek CPPB, evaluasi CPPB berdasarkan hasil observasi, penyuluhan hygiene sanitasi personal, peralatan dan lingkungan, serta pendampingan CPPB berdasarkan hasil evaluasi. Sedangkan untuk program pendukung terdiri dari penyuluhan sistem jaminan halal, pendampingan penyiapan berkas sertifikasi halal, penyuluhan tentang label kemasan pangan, pendampingan perbaikan label kemasan pangan, serta penyuluhan tentang menumbuhkan minat dan motivasi UMKM,” tuturnya menambahkan.

Sementara itu, Kepala Desa Cijurey Asep Suhendar mengapresiasi para mahasiswa yang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui program KKN ini di wilayah desanya. Asep Suhendar menyampaikan, masyarakat sangat membutuhkan bimbingan serta pendampingan sebagai bentuk transformasi informasi terbaru guna menambah wawasan masyarakat yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat itu sendiri.

“Saya menyambut baik adanya kegiatan KKN di desa kami, dan berharap kegiatan KKN dari Universitas Djuanda Bogor ini tidak hanya di KWT Mawar Merah saja melainkan di Desa Cijurey secara luas. Kami memiliki banyak kelompok UMKM, kelompok tani, kelompok pemberdayaan masyarakat desa lainnya yang sangat membutuhkan bimbingan dan pendampingan sebagai transformasi informasi terbaru dari kalangan adik-adik mahasiswa,” ungkapnya.