Mahasiswa Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor berhasil meraih juara dalam beberapa cabang perlombaan pada Gebyar Brawijaya Qur’ani Nasional ke VII yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya. Adapun para mahasiswa yang berhasil meraih prestasi dalam ajang yang bergengsi tersebut diantaranya Luthfi Lathifa, berhasil meraih Juara Terbaik 1 pada cabang perlombaan Musahabaqah Tilawatil Qur’an kategori Mahasiswi Putri serta Lutpiatun Nisa berhasil meraih Juara Terbaik 2 pada cabang perlombaan yang sama. Kemudian Andra Al-Auf berhasil meraih Juara Terbaik 2 Musabaqah Tilawatil Qur’an kategori Mahasiswa Putra, dan Monica Setia Almira berhasil mendapat Juara Terbaik 2 pada cabang perlombaan Nasyid Solo Modern.

Perlombaan yang digelar rutin setiap tahunnya ini merupakan ajang perlombaan Qur’ani dan Seni Tingkat Nasional yang diikuti oleh siswa SMA/ Sederajat, Mahasiswa dan Umum. Pada tahun ini, COVID-19 yang masih mewabah di Indonesia mengharuskan penyelenggaraan dilaksanakan secara virtual, terhitung sejak tanggal 16-18 Oktober 2020, dengan mengusung tema “Kekuatan Al-Qur’an dalam Mewujudkan Indonesia Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur di Era Digital.”

Rektor UNIDA Bogor, Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si menyampaikan apresiasi kepada pembina kemahasiswaan, khususnya kepada para mahasiswa yang berhasil meraih prestasi membanggakan tersebut. Dr. Ir. Dede Kardaya, M.Si berharap, prestasi yang diraih dapat lebih memotivasi dan meningkatkan kemampuan diri serta dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi.

“Selamat kepada para pemenang dalam perlombaan Gebyar Brawijaya Qur’ani yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya. Terima kasih kepada pembina kemahasiswaan, juga kepada para mahasiswa yang telah mengharumkan kampus kita tercinta ini. Semoga apa yang telah diraih menjadikan motivasi untuk dapat lebih berprestasi di masa yang akan datang serta dapat menjadi uswah bagi mahasiswa lainnya. Jangan pernah cepat puas, teruslah belajar,” ungkapnya.

Sementara itu, Luthfi Lathifa sebagai Juara Terbaik 1 pada cabang perlombaan Musahabaqah Tilawatil Qur’an kategori Mahasiswi Putri mengatakan, apa yang telah diraihnya ini merupakan doa serta ridho dan restu dari orang tua. Kunci dari keberhasilannya tersebut diiringi dengan berdoa kepada Allah SWT, tak lupa memohon doa dari guru dan dosen selain dari orang tua. Dukungan yang diberikan oleh teman-teman dan pihak kampus pun mendorong Luthfi Lathifa untuk dapat memberikan yang terbaik.

“Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah Allah berikan kepada saya, dan tak lupa saya sangat berterima kasih kepada guru dan orang tua saya yang telah membimbing sampai sejauh ini. Tak lupa pun saya ucapkan terima kasih kepada para dosen, keluarga Universitas Djuanda, saudara-saudara, dan teman-teman yang telah mendukung dan mendoakan saya, karena tanpa doa dari semuanya saya tidak akan mendapatkan kesempatan ini,” ujarnya.

Luthfi Lathifa menambahkan, berdoa perlu dibarengi dengan usaha yang maksimal. Dalam hal ini, bersedia latihan setiap hari merupakan hal yang harus dilakukan. Tak hanya itu, perlu dimiliki juga rasa tidak mudah mengeluh dan tidak merasa cepat puas atas apa yang diraih.

“Selalu berprasangka baiklah kepada orang lain, sinari hari-hari dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan menyempatkan untuk selalu membaca serta mengamalkannya setiap hari. Lalu satu lagi, jangan pantang menyerah atas apa yang ingin diraih,” tutur mahasiswi Fakultas Ekonomi Islam tersebut.